BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Tiga petani di dataran tinggi Sungai Penuh, Jambi, memeriksa tanah yang mengering akibat mundurnya musim hujan, Kamis (8/10).(poto: AI).

Ilustrasi: Tiga petani di dataran tinggi Sungai Penuh, Jambi, memeriksa tanah yang mengering akibat mundurnya musim hujan, Kamis (8/10).(poto: AI).

Sungai Penuh, oegopost.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Jambi memprakirakan awal musim hujan kota Sungai Penuh baru mulai berlangsung pada November 2026 mendatang. Waktu ini bergeser lebih lambat dibanding wilayah timur dan tengah Jambi yang mulai menerima curahan air hujan pada dasarian III akhir Oktober 2026.

Kondisi geografis dataran tinggi dan gugusan perbukitan di kawasan barat memperlambat laju pergerakan massa udara basah menuju lembah Kerinci. Faktor lingkungan tersebut membuat wilayah Sungai Penuh, Kerinci, dan Bungo menjalani masa transisi musim yang jauh lebih panjang daripada daerah hilir.

Kepala BMKG Provinsi Jambi, Tri Agus Pramono, memaparkan rincian dinamika atmosfer regional ini secara langsung kepada awak media. Ia menegaskan bahwa hambatan fisik alam perbukitan menahan laju awan hujan pembawa kelembapan tinggi melintasi kawasan barat.

Masyarakat setempat kini harus menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi rentang masa peralihan cuaca yang lebih panjang tersebut. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus memantau pembaruan peta prakiraan iklim berkala dari stasiun klimatologi BMKG.

Waspada Angin Kencang Selama Masa Pancaroba Sungai Penuh

BMKG mengimbau warga Kota Sungai Penuh agar meningkatkan kewaspadaan penuh menghadapi potensi ancaman cuaca ekstrem selama masa pancaroba. Pergeseran arah angin yang terjadi secara tiba-tiba kerap memicu pusaran angin kencang berkecepatan tinggi hingga terjangan puting beliung di permukiman.

Baca Juga :  Wapres Gibran Tinjau RSUD Raden Mattaher Jambi, Dorong Peningkatan Layanan KJSU dan KIA

Tri Agus Pramono mengingatkan warga agar tidak mengabaikan tanda-tanda perubahan visual cuaca mendadak di langit sekitar lingkungan mereka. Hembusan angin kencang berpotensi menerbangkan material atap rumah serta menumbangkan pepohonan rimbun yang rapuh di tepi jalan umum.

“Biasanya ada cuaca ekstrem di musim pancaroba itu, seperti angin kencang atau puting beliung,” ujar Tri saat jumpa pers, Rabu (7/10/2026).

Selain mengawasi pergeseran musim hujan, BMKG Provinsi Jambi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca mulai tanggal 9 hingga 11 Oktober 2026. Tim gabungan memprioritaskan operasi teknologi tersebut guna menyapu pekatnya kepulan kabut asap akibat kebakaran lahan gambut di wilayah provinsi.

Penerbang pesawat modifikasi menyemai berton-ton garam khusus langsung ke lapisan atmosfer atas wilayah sasaran kebakaran hutan. Keberhasilan penyemaian garam di udara terbuka ini tetap bergantung penuh pada ketersediaan bibit awan hujan potensial di angkasa.

Dampak Mundurnya Awal Musim Hujan Petani Sungai Penuh

Penundaan masuknya awal musim basah hingga bulan November 2026 memberi pengaruh langsung pada sektor pertanian tanaman hortikultura dan padi sawah. Kalangan petani lokal perlu menyesuaikan tata kelola agribisnis mereka agar terhindar dari kerugian materiil akibat kekeringan berkepanjangan.

Baca Juga :  Puncak Musim Kemarau Jambi 2026 Memicu Lonjakan Karhutla

Petani sawah tadah hujan wajib menunda jadwal semai benih dan proses pengolahan lahan baku sawah mereka secara cermat. Keputusan penundaan tanam ini melindungi bibit muda dari bahaya kekeringan fatal akibat ketiadaan pasokan air irigasi alami.

Pengelola kebun hortikultura seperti cabai merah, tomat, dan sayuran dataran tinggi harus memanfaatkan cadangan air secara optimal. Petani wajib memaksimalkan pemanfaatan jaringan irigasi teknis terdekat serta kantong penampungan embung desa selama sisa masa kering Oktober.

Terpaan angin kencang dan amukan puting beliung pada masa pancaroba juga mengancam kekuatan fisik tanaman perkebunan rakyat. Angin kencang berdaya rusak tinggi sanggup merobohkan tiang penyangga kayu tanaman cabai, mematahkan dahan, dan merontokkan bakal bunga buah.

Perubahan pola cuaca dari kering menuju lembap memicu ketidakstabilan suhu yang mendorong percepatan lonjakan populasi hama pengganggu tanaman. Petani mesti memperketat pengawasan kebun dari ancaman serangan hama trips, kutu kebul daun, serta penyebaran spora jamur patogen.

Langkah mitigasi dini membantu menjaga kestabilan ketahanan pangan dan stabilitas harga komoditas sayuran segar di pasar tradisional. Sinergi antara panduan iklim BMKG dan kesiapsiagaan kelompok tani menjadi kunci penyelamat panen di wilayah dataran tinggi Sungai Penuh.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Pesan Penting Pembimas Kristen Kemenag Jambi: Kejar Hikmat Bukan Harta Jabatan
Kanwil Kemenag Jambi Evaluasi Kinerja Triwulan III Demi Pelayanan Publik Berdampak
Kontingen Jambi Raih Prestasi Gemilang di PPSN VI 2026
Ratusan Siswa Madrasah Bersaing di Olimpiade Sains Jambi
Bupati Agus Rubiyanto Tinjau Jalan Penghubung Teluk Rendah untuk Diusulkan pada 2027
Menatap Juara Umum MTQ Jambi: 5 Solusi Strategis Pembinaan Kafilah Sungai Penuh
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Pesan Penting Pembimas Kristen Kemenag Jambi: Kejar Hikmat Bukan Harta Jabatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Evaluasi Kinerja Triwulan III Demi Pelayanan Publik Berdampak

Berita Terbaru