Impor Nafta dari Amerika Serikat Tiba Pertengahan Mei 2026, Pemerintah Amankan Pasokan Industri

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah memastikan impor nafta dari Amerika Serikat tiba di Indonesia pada pertengahan Mei 2026 untuk menjaga pasokan industri petrokimia.( Poto : CNN Indonesia/Sulthony Hasanuddin ).

Pemerintah memastikan impor nafta dari Amerika Serikat tiba di Indonesia pada pertengahan Mei 2026 untuk menjaga pasokan industri petrokimia.( Poto : CNN Indonesia/Sulthony Hasanuddin ).

Jakarta, oegopost.id – Pemerintah Indonesia memastikan pengiriman impor nafta dari Amerika akan tiba pada pertengahan Mei 2026.

Pemerintah menyiapkan pasokan ini untuk menjaga kelancaran industri petrokimia nasional yang sempat tertekan gangguan rantai pasok global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau proses pengiriman tersebut.

Ia menegaskan pemerintah akan memperbarui informasi jika terjadi perubahan jadwal.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan pelaku industri untuk memastikan kebutuhan bahan baku tetap terpenuhi dan produksi berjalan stabil.

Pengalihkan Sumber Impor karena Gangguan Global

Pemerintah mengalihkan sebagian kebutuhan impor nafta karena pasokan dari Timur Tengah terganggu akibat konflik geopolitik.

Kondisi tersebut mengacaukan distribusi global dan mendorong kenaikan harga bahan baku plastik di pasar internasional.

Untuk mengurangi risiko, pemerintah mencari sumber alternatif dari India dan beberapa negara di Afrika.

Baca Juga :  PGAS Mulai Lirik Bisnis Hidrogen Lewat Agenda RUPS 2026

Setelah proses evaluasi, pemerintah menetapkan Amerika Serikat sebagai salah satu pemasok utama yang mengirimkan nafta pada pertengahan Mei 2026.

Nafta berperan penting dalam industri petrokimia karena industri menggunakannya sebagai bahan dasar produksi plastik, karet sintetis, dan berbagai produk kimia lainnya.

Industri Tetap Beroperasi di Tengah Tekanan Pasokan

Budi Santoso menjelaskan bahwa industri dalam negeri tetap menjalankan produksi meskipun pasokan sempat terganggu.

Pelaku industri menyesuaikan kebutuhan bahan baku dengan memanfaatkan berbagai sumber impor yang tersedia.

Pemerintah memastikan aktivitas produksi tetap berjalan karena industri masih memiliki akses terhadap jalur pasokan alternatif.

Harga Plastik Naik di Pasar Domestik

Gangguan pasokan global mendorong kenaikan harga plastik di Indonesia.

Harga plastik kantong naik dari sekitar Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu per pak, sementara plastik kemasan meningkat dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu.

Baca Juga :  Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 2026 Didominasi Indonesia Timur

Kenaikan harga ini menekan biaya produksi, terutama di sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk distribusi produk.

Pemerintah Perluas Opsi Energi dan Pasokan Bahan Baku

Selain mendatangkan pasokan dari Amerika Serikat, pemerintah memperluas sumber impor untuk memperkuat ketahanan industri.

Pemerintah juga menjajaki pasokan dari kawasan Eurasia dan negara sekitar Rusia.

Pemerintah turut mengkaji penggunaan LPG sebagai alternatif bahan baku industri petrokimia agar ketergantungan terhadap satu komoditas dapat berkurang.

Kesimpulan

Pemerintah mempercepat diversifikasi pasokan nafta untuk menjaga stabilitas industri nasional.

Kedatangan pasokan dari Amerika Serikat pada pertengahan Mei 2026 membantu menahan tekanan harga dan menjaga aktivitas produksi tetap berjalan di tengah ketidakpastian global.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemberdayaan Perempuan Desa Mengupeh Lewat Batik Lipe
Pemkab Tanjabbar Siap Fasilitasi Pasar Produk Ecoprint Kuala Dasal ke Jaringan Luar
Lindungi Karya Lokal, Kemenkum Jambi Pacu Daya Saing UMKM Bungo
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Serempak di Akhir Pekan
Pertamina EP Jambi Sukses Lakukan Monetisasi Gas Lapangan Sengeti Senilai Rp1,6 Triliun
Kanwil DJPb Jambi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Polda Jambi Komitmen Amankan Operasional Hulu Migas Regional
Hari Koperasi Nasional ke-79: SAH Sebut Koperasi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:30 WIB

Pemberdayaan Perempuan Desa Mengupeh Lewat Batik Lipe

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pemkab Tanjabbar Siap Fasilitasi Pasar Produk Ecoprint Kuala Dasal ke Jaringan Luar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:30 WIB

Lindungi Karya Lokal, Kemenkum Jambi Pacu Daya Saing UMKM Bungo

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:46 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Serempak di Akhir Pekan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pertamina EP Jambi Sukses Lakukan Monetisasi Gas Lapangan Sengeti Senilai Rp1,6 Triliun

Berita Terbaru