Jambi, oegopost.id – Harga sawit Jambi naik pada periode 12–18 Juni 2026 dengan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat pabrik. Penetapan terbaru menunjukkan harga tertinggi mencapai Rp3.706,67 per kilogram untuk tanaman kelapa sawit berusia 10–20 tahun.
Kenaikan ini menjadi perhatian pelaku sektor perkebunan karena harga sebelumnya berada di level Rp3.440,77 per kilogram. Perubahan tersebut memperlihatkan adanya penguatan nilai jual TBS dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, harga yang diumumkan berlaku untuk transaksi di tingkat pabrik dan petani plasma. Sementara itu, harga yang diterima petani mandiri atau melalui pengepul dapat berbeda sesuai kondisi lapangan.
Harga TBS Sawit Jambi Menguat
Penetapan harga terbaru menunjukkan hampir seluruh kelompok umur tanaman mencatat nilai yang kompetitif. Tanaman berusia 10–20 tahun kembali menjadi kategori dengan harga tertinggi.
Di tingkat petani, harga sawit di perkirakan ikut bergerak naik. Namun, nilai transaksi di lapangan diperkirakan masih berada pada kisaran Rp2.700 hingga Rp3.300 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut di pengaruhi sejumlah faktor seperti kualitas buah, biaya distribusi, lokasi kebun, serta sistem penjualan yang digunakan petani.
Selain harga TBS, komponen lain yang turut memengaruhi penetapan harga adalah nilai crude palm oil (CPO) dan kernel.
Untuk periode 12–18 Juni 2026, harga CPO tercatat sebesar Rp14.873,24 per kilogram. Sementara harga kernel atau minyak inti sawit berada di angka Rp12.556,75 per kilogram.
Penetapan juga menggunakan indeks K sebesar 94,622 persen sebagai salah satu komponen perhitungan. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan harga sawit yang berlaku.
Daftar Lengkap Harga TBS Kelapa Sawit Jambi
Berikut rincian harga TBS kelapa sawit berdasarkan umur tanaman untuk periode 12–18 Juni 2026:
- Umur 3 tahun: Rp2.888,15/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.089,63/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.231,33/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.365,99/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.450,85/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.524,76/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.593,82/kg
- Umur 10–20 tahun: Rp3.706,67/kg
- Umur 21–24 tahun: Rp3.596,57/kg
- Umur 25 tahun: Rp3.434,16/kg
Data tersebut menunjukkan bahwa tanaman produktif tetap memberikan nilai ekonomi tertinggi dalam rantai produksi sawit.
Pergerakan harga sawit masih dapat berubah pada periode berikutnya. Kondisi pasar global, perubahan harga minyak sawit mentah, serta dinamika permintaan industri menjadi faktor yang memengaruhi arah harga.
Karena itu, pelaku usaha dan petani perlu terus memantau perkembangan harga resmi sebagai acuan transaksi. Harga di tingkat lapangan tetap dapat bergerak berbeda mengikuti kondisi masing-masing daerah.
Kenaikan harga periode ini memberikan gambaran bahwa pasar sawit masih menunjukkan pergerakan positif. Namun, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan perubahan harga secara berkala untuk mengambil keputusan yang tepat.(ar)









