Harga Pare di Muaro Jambi Turun, Petani Sekernan Tertekan Lonjakan Biaya Produksi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga pare di Muaro Jambi turun menjadi Rp4.500/kg, petani Sekernan tertekan.(m poto : jambione.com )

Harga pare di Muaro Jambi turun menjadi Rp4.500/kg, petani Sekernan tertekan.(m poto : jambione.com )

Muaro Jambi, oegopost.id Harga pare di Kabupaten Muaro Jambi terus melemah di tengah kenaikan biaya produksi yang membebani petani hortikultura. Kondisi ini paling terasa di Kecamatan Sekernan, tempat banyak petani membudidayakan pare sebagai komoditas utama.

Situasi tersebut membuat petani hortikultura Muaro Jambi semakin tertekan. Mereka harus menghadapi dua tekanan sekaligus: harga jual yang turun dan biaya produksi yang terus meningkat. Ketidakseimbangan ini menggerus pendapatan petani dari waktu ke waktu.

Di lapangan, harga pare kini hanya berada di kisaran Rp4.500 per kilogram. Nilai tersebut turun dari sebelumnya yang masih berada di atas Rp5.000 per kilogram. Penurunan ini langsung mengurangi pendapatan petani pada setiap kali panen.

Beban Produksi Terus Meningkat

Petani mencatat kenaikan signifikan pada berbagai kebutuhan pertanian. Harga pupuk urea 50 kilogram naik dari sekitar Rp375 ribu menjadi Rp650 ribu. Pupuk NPK dengan ukuran yang sama juga melonjak dari Rp670 ribu menjadi Rp910 ribu.

Baca Juga :  Avanza 2015–2016 Banyak Dicari, Ini Harganya...

Kenaikan juga terjadi pada sarana produksi lain. Plastik mulsa 100 meter yang sebelumnya Rp600 ribu kini mencapai Rp900 ribu. Bibit pare kemasan 250 gram naik dari Rp50 ribu menjadi Rp80 ribu. Semua kenaikan ini membuat biaya tanam meningkat tajam.

Petani Kurangi Perawatan Tanaman

Kondisi harga yang tidak seimbang memaksa petani mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida. Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya, meski berdampak pada kualitas tanaman.

Nurhadi, salah satu petani pare di Sekernan, menyebut kondisi ini sudah sangat menyulitkan. Ia menilai harga jual saat ini tidak lagi mampu menutup biaya produksi yang dikeluarkan setiap musim tanam.

“Kalau harga pare hanya Rp4.500 per kilogram, kami sangat kesulitan. Harga idealnya sekitar Rp7.000 agar biaya tertutup dan masih ada modal untuk tanam lagi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan modal membuat perawatan tanaman tidak optimal. Dampaknya terlihat pada hasil panen yang tidak stabil, baik dari segi kualitas maupun jumlah produksi.

Baca Juga :  TP PKK Jambi Hadiri Wisuda Akbar Ponpes Nurul Arifin, 357 Santri Lulus

Ancaman Penurunan Produksi Pertanian

Jika kondisi ini terus berlanjut, sejumlah petani mulai mempertimbangkan untuk mengurangi bahkan menghentikan budidaya pare. Mereka menilai usaha tani tidak lagi memberikan keuntungan yang layak.

Tekanan biaya yang tinggi tanpa diimbangi harga jual yang stabil berpotensi melemahkan sektor pertanian hortikultura di daerah tersebut. Petani kini menghadapi pilihan sulit untuk mempertahankan atau menghentikan produksi.

Petani berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga hasil panen sekaligus mengendalikan harga sarana produksi. Mereka menilai keseimbangan harga menjadi faktor penting agar usaha tani tetap bertahan.

Nurhadi menegaskan perlunya perhatian serius terhadap kondisi ini. Ia berharap ada solusi agar petani tidak terus terbebani oleh biaya produksi yang meningkat.

“Kami hanya ingin ada keseimbangan. Kalau biaya naik terus sementara harga turun, petani akan semakin sulit bertahan,” katanya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi
Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026
IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026
BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali
Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi
Sekda Muaro Jambi Hadiri Pembukaan Festival Budaya Pusparagam Negeriku
Inkubator Bisnis UNJA Latih Puluhan UMKM
Sutan Adil Hendra Tegaskan Koperasi Merah Putih Jambi Siap Perkuat Usaha Lokal
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:00 WIB

IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:27 WIB

BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi

Berita Terbaru

DPRD Provinsi Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi resmi menyepakati rancangan KUA PPAS APBD Jambi Tahun Anggaran 2027.(poto: seriusnews.id).

Pemerintahan

DPRD dan Pemprov Jambi Resmi Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:28 WIB

Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni bersama pasangannya Deni Auriza sukses mengamankan gelar juara pertama pada Turnamen Domino HUT RI ke-81.(poto: seriusnews.id).

Daerah

Sekda Merangin Zulhifni Juara Turnamen Domino HUT RI ke-81

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:01 WIB