Jakarta, oegopost.id – Harga mobil di AS melonjak dan terus mengalami kenaikan dalam kurang dari satu dekade terakhir.
Laporan dari The Century Foundation bersama Protect Borrowers mencatat bahwa biaya kepemilikan kendaraan, terutama melalui skema kredit, meningkat tajam hingga 2025. Media otomotif Carscoops turut mengangkat data tersebut dalam laporannya.
Lonjakan Pengeluaran Kredit Kendaraan
Laporan tersebut menunjukkan bahwa total pengeluaran warga Amerika untuk cicilan mobil mencapai sekitar 1,68 triliun dolar AS pada 2025.
Jumlah itu naik sekitar 37 persen dibandingkan tahun 2018 yang berada di angka 1,23 triliun dolar AS. Kenaikan ini menandakan beban finansial masyarakat semakin besar dalam membeli kendaraan melalui pembiayaan.
Dampak Terhadap Konsumen Berdasarkan Pendapatan
Kelompok masyarakat berpenghasilan menengah menjadi pihak yang paling terdampak. Data menunjukkan sekitar 43 persen pembelian mobil baru kini berasal dari konsumen dengan pendapatan di atas 150.000 dolar AS per tahun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mobil baru semakin mengarah pada konsumen berpendapatan tinggi.
Kondisi Pasar dan Waktu Terjadinya Perubahan
Perubahan signifikan ini terjadi di pasar otomotif Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir dan semakin terasa pada kuartal pertama 2026.
Tren kenaikan harga dan cicilan terlihat merata di berbagai wilayah di negara tersebut.
Faktor Penyebab Kenaikan Biaya
Direktur wawasan Edmunds, Ivan Drury, menjelaskan bahwa hilangnya mobil dengan harga murah menjadi salah satu faktor utama.
Hampir tidak ada mobil baru yang dijual di bawah 20.000 dolar AS, sehingga konsumen tidak lagi memiliki pilihan kendaraan murah.
Selain itu, suku bunga kredit kendaraan yang mencapai sekitar 6,9 persen pada 2026 ikut memperbesar beban cicilan.
Konsumen dengan skor kredit rendah bahkan dapat menghadapi bunga hingga 18 persen, yang membuat total pembayaran pinjaman meningkat signifikan.
Dampak terhadap Pola Pembelian Kendaraan
Redaktur pelaksana Kelley Blue Book, Sean Tucker, menilai produsen mobil kini lebih fokus pada konsumen berpenghasilan tinggi.
Kondisi ini mempersempit akses masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk membeli mobil baru.
Saat ini, sekitar 20 persen cicilan mobil berada di atas 1.000 dolar AS per bulan. Rata-rata cicilan mencapai 680 dolar AS per bulan.
Selain itu, 22,9 persen pembelian mobil baru menggunakan tenor pinjaman lebih dari tujuh tahun, yang membuat total pembayaran jauh lebih besar dibandingkan harga awal kendaraan.
Kesimpulan
Kenaikan harga mobil, tingginya suku bunga, dan panjangnya tenor kredit membentuk tekanan besar bagi konsumen di Amerika Serikat.
Kombinasi faktor tersebut membuat kepemilikan mobil baru semakin berat dijangkau, terutama bagi kelompok berpendapatan menengah ke bawah.(ar)









