Jakarta, oegopost.id – Gen Z kuasai Indonesia, kini struktur penduduk dengan porsi 24,93 persen dari total populasi.
Angka ini sedikit lebih tinggi ketimbang milenial yang berada di posisi kedua dengan 24,34 persen. Kelompok usia lebih muda seperti Generasi Alpha dan Beta juga terus berkembang pesat.
Mereka sudah menyumbang 19,65 persen, naik cukup tajam jika sebelumnya posisi pada Sensus Penduduk 2020 yang masih sekitar 13 persen.
Jumlah Penduduk Terus Bertambah
Indonesia mencatat pertumbuhan penduduk yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2010, jumlah penduduk mencapai 237,64 juta jiwa.
Angka itu kemudian naik menjadi 270,20 juta pada 2020 dan kembali meningkat hingga 284,67 juta pada 2025.
Perubahan ini tidak hanya menunjukkan pertumbuhan jumlah, tetapi juga pergeseran struktur usia yang semakin didominasi kelompok muda.
Kelompok Usia Tua Semakin Menyusut
Kelompok usia lanjut mengalami penurunan kontribusi dalam struktur penduduk. Baby boomer hanya menyumbang 10,31 persen, sementara pre-boomer turun hingga 1,07 persen.
Generasi X juga mengalami penurunan menjadi 19,70 persen. Kondisi ini menggeser keseimbangan penduduk ke arah kelompok usia yang lebih muda.
Tren Lima Tahun Terakhir Menguat
Pada Sensus 2020, Gen Z sudah menjadi kelompok terbesar dengan 26,46 persen, disusul milenial sebesar 25,80 persen. Saat itu, Generasi Alpha masih berada di kisaran 13 persen.
Dalam lima tahun terakhir, kelompok usia muda terus memperbesar porsinya dan memperkuat dominasi dalam struktur penduduk nasional.
Pada 2025, Gen Z berada pada rentang usia 13 hingga 28 tahun. Generasi Alpha masih berada pada fase anak-anak hingga remaja awal.
Sementara itu, milenial telah memasuki usia produktif matang, yaitu 29 hingga 44 tahun.
Kelompok usia muda ini akan terus bertambah dan mulai memasuki pasar kerja dalam jumlah besar dalam beberapa tahun ke depan.
Tantangan Baru untuk Kebijakan Nasional
Perubahan struktur penduduk ini menuntut respons cepat dari berbagai sektor. Dunia pendidikan perlu memperluas kapasitasnya, pasar kerja harus membuka lebih banyak peluang, dan kebijakan publik perlu menyesuaikan arah pembangunan.
Indonesia kini menghadapi kenyataan baru: mayoritas penduduk berada pada kelompok usia muda, sehingga masa depan ekonomi sangat bergantung pada kemampuan negara mengelola potensi generasi ini secara optimal.(ar)









