Aksi Demo di Samarinda Memanas Usai Gestur Gubernur Kaltim

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa GERAM Kaltim kecewa atas respons Gubernur Rudy Mas'ud saat temui massa aksi di Samarinda, Rabu (21/10/2026).(poto: kompas.com).

Mahasiswa GERAM Kaltim kecewa atas respons Gubernur Rudy Mas'ud saat temui massa aksi di Samarinda, Rabu (21/10/2026).(poto: kompas.com).

Kalimantan Timur, Oegopost.id – Unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, mendadak memanas pada Rabu sore. Situasi tegang bermula saat Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menemui langsung massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (Geram).

Di hadapan peserta aksi, Rudy sebenarnya langsung melontarkan permohonan maaf atas insiden fisik antara ajudannya dan mahasiswa. Ia bahkan menawarkan opsi tegas untuk menyelesaikan kekisruhan tersebut di lokasi secara terbuka.

Namun, suasana cair seketika berubah menjadi riuh penuh amarah. Saat membicarakan rencana pemberhentian ajudan yang bersangkutan, Rudy justru memperagakan gestur tangan menyayat leher ke arah massa.

Reaksi Keras Mahasiswa dan Nasib Sang Ajudan

Massa mahasiswa langsung memprotes keras peragaan tersebut karena menilainya sangat tidak pantas keluar dari seorang kepala daerah. Rudy segera berupaya meredam kemarahan massa dengan menegaskan kembali komitmennya melepas sang ajudan dari tugas kedinasan.

Baca Juga :  Kena Tilang ETLE Tapi Nggak Tahu? Ini Cara Cek Pakai STNK di HP

Rudy berjanji menerbitkan sekaligus menandatangani surat keputusan pemberhentian ajudan tersebut jika massa memang menghendakinya. Ia mengaku siap mengembalikan staf pengawalnya itu ke instansi asal demi memenuhi tuntutan demonstran.

Kendati demikian, pertemuan di lapangan tersebut belum membuahkan keabsahan administratif berkekuatan hukum tetap. Pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih perlu merilis keputusan resmi tertulis untuk memastikan status kedinasan sang ajudan.

Di sela-sela dialog yang alot itu, Rudy juga meminta mahasiswa mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyuarakan pendapat. Ia menilai dialog kepala dingin mempermudah pemerintah daerah merumuskan jalan keluar konkret bersama masyarakat.

Sorotan Isu Daerah hingga Evaluasi Kepemimpinan Nasional

Persoalan ajudan sebenarnya hanyalah percikan kecil dari gelombang protes yang mahasiswa bawa sejak pukul 15.00 Wita. Massa aksi datang membawa tujuh poin tuntutan krusial terkait carut-marut tata kelola di Bumi Etam.

Humas aksi Geram, Candra, menegaskan kekecewaan mendalam atas ketimpangan nyata di daerahnya. Mahasiswa menilai kekayaan sumber daya alam Kaltim yang melimpah ruah belum memberi kesejahteraan sepadan bagi warga lokal.

Baca Juga :  Rupiah Melemah Asia, Saat Mata Uang Regional Kompak Menguat

Peserta aksi mendesak pemerintah daerah menuntaskan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas. Mereka juga menuntut solusi tuntas atas krisis kelangkaan bahan bakar minyak, pemadaman listrik berkepanjangan, hingga audit transparan program Gratispol.

Gerakan jalanan ini bertepatan pula dengan momentum evaluasi dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mahasiswa memanfaatkan ruang unjuk rasa untuk menyuarakan rapor merah kebijakan pusat dan dampaknya di daerah.

Sebelum membubarkan diri, massa mendesak sang gubernur membubuhkan tanda tangan langsung di atas lembar petisi tuntutan. Rudy akhirnya menandatangani dokumen tersebut dan berjanji meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa Kaltim ke meja kerja pemerintah pusat di Jakarta.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BKN Tegaskan PPPK Tidak Bisa Otomatis Jadi PNS Tanpa Ikut Tes Resmi
26 Anggota Wantimpres Baru Digugat ke MK Imbas Bebani APBN
Demo Mahasiswa 20 Oktober di Jakarta: Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Tuntutannya
Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini: BMKG Rilis Wilayah Hujan dan Kabut
Prabowo Kumpulkan Seluruh Menteri di Istana Bogor Evaluasi Program Asta Cita Malam Ini
Profil Suroso Isnandar: Doktor ITB yang Ditunjuk Jadi Dirut Baru PLN
Waspada Modus Pinjam Nama Pembeli Mobil Hingga Pengemplang Pajak
KPK Resmi Tahan Lima Tersangka Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa BNPB
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Aksi Demo di Samarinda Memanas Usai Gestur Gubernur Kaltim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:40 WIB

BKN Tegaskan PPPK Tidak Bisa Otomatis Jadi PNS Tanpa Ikut Tes Resmi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:13 WIB

26 Anggota Wantimpres Baru Digugat ke MK Imbas Bebani APBN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Demo Mahasiswa 20 Oktober di Jakarta: Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Tuntutannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini: BMKG Rilis Wilayah Hujan dan Kabut

Berita Terbaru

Ilustrasi Pengemudi mencoba fitur T Intouch with Toyota Remote pada Kijang Innova Zenix terbaru di area parkir.(poto: AI).

Otomotif

Toyota Rilis Innova Zenix Terbaru 2026, Fitur Berubah Drastis

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:30 WIB

Ilustrasi Seorang karyawan membawa kotak barang di kantor Barclays saat pemangkasan 5.000 staf akibat integrasi AI.(poto: AI).

Bisnis

Barclays Pangkas 5.000 Karyawan demi Efisiensi AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:25 WIB

Ilustrasi Suasana sidang pembacaan putusan pembatalan denda pinjol oleh majelis hakim di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.(poto: AI).

Bisnis

Hakim Batalkan Sanksi KPPU Rp 755 Miliar ke 97 Pinjol

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:20 WIB