Sarolangun, oegopost.id – Luapan Sungai Tembesi merendam permukiman warga di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, beberapa hari lalu. Banjir juga menggenangi fasilitas umum seperti SD Negeri 60/VIII, masjid, mushola, serta merusak jembatan gantung yang menjadi akses utama transportasi warga.
Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Sungai Tembesi dan sekitar desa memicu peningkatan debit air. Akibatnya, air meluap ke permukiman warga pada Minggu dini hari.
Warga Tak Sempat Selamatkan Barang
Danki 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jambi, IPTU Apriandy, menyampaikan bahwa arus air yang deras membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah.
Ia menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari perangkat desa dan masyarakat setempat terkait kondisi banjir yang datang secara tiba-tiba dan merendam banyak rumah warga.
Brimob Kerahkan Personel Bersihkan Lumpur
Sebagai respons cepat, Satbrimob Polda Jambi mengerahkan 17 personel dari Batalyon B Pelopor untuk membantu warga. Mereka membersihkan sisa lumpur di rumah-rumah warga serta membuka akses jalan menuju SD Negeri 60/VIII.
Kegiatan pembersihan berlangsung di Desa Teluk Kecimbung pada Rabu, 29 April 2026.
“Sejak kejadian, kami terus memantau situasi dan bergerak cepat untuk mempercepat proses pembersihan serta membantu masyarakat terdampak,” ujar IPTU Apriandy.
Salurkan Bantuan dan Jaga Keamanan
Selain melakukan pembersihan, personel Brimob juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Langkah ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang sedang memulihkan kondisi pascabanjir.
IPTU Apriandy menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penanganan dampak banjir, tetapi juga memastikan keamanan dan kenyamanan warga tetap terjaga.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan tidak sendiri menghadapi musibah ini,” tambahnya.
Sinergi Percepat Pemulihan
Satbrimob Polda Jambi terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan perangkat desa dalam upaya pemulihan pascabencana. Mereka mendorong percepatan normalisasi lingkungan agar aktivitas warga bisa kembali berjalan seperti biasa.(ar)









