Bungo, oegopost.id – Aparat kewilayahan di Kabupaten Bungo terus menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara intensif. Serka Anton Nugroho selaku Babinsa Koramil 416-06/Muara Bungo memimpin langsung kegiatan patroli Karhutla Desa Gapura Suci, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, pada Sabtu (22/8/2026).
Langkah preventif ini bertujuan mendeteksi secara dini potensi kemunculan titik api di wilayah pemukiman maupun area perkebunan. Selain itu, petugas memantau secara langsung seluruh aktivitas masyarakat yang berisiko memicu potensi kebakaran lahan.
Langkah Deteksi Dini Mencegah Bahaya Kebakaran Hutan Bungo
Petugas Babinsa menyusuri seluruh area Desa Gapura Suci guna memastikan situasi keamanan lingkungan tetap terkendali. Pemantauan intensif ini menjadi prioritas utama Koramil Muara Bungo dalam mengantisipasi ancaman bahaya Karhutla di musim rawan.
Pencegahan sejak dini memegang peranan sangat krusial sebelum munculnya kobaran api yang sulit terkendali. Karena itu, tim kewilayahan rutin menyusuri titik-titik rawan kebakaran demi memberikan rasa aman bagi seluruh warga.
Petugas tidak hanya melakukan pengawasan fisik terhadap kondisi hutan dan lahan di sepanjang rute patroli. Petugas juga aktif menjalin komunikasi sosial secara langsung dengan para penduduk lokal yang sedang beraktivitas.
Melalui dialog interaktif tersebut, Serka Anton Nugroho menyampaikan pesan-pesan edukatif mengenai dampak buruk kebakaran hutan. Babinsa mendorong partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
Sinergi Seluruh Warga Dan Aparat Menjaga Lingkungan Desa
Keberhasilan pencegahan bencana Karhutla sangat bergantung pada kepedulian bersama antara masyarakat dan aparat kewilayahan. Patroli rutin aparat tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa adanya kesadaran penuh dari warga pemilik lahan.
Aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali memiliki risiko amat besar terhadap kerusakan ekosistem dan lingkungan. Selain merusak kelestarian alam, paparan asap kebakaran juga mengancam kesehatan serta keselamatan jiwa masyarakat luas.
Pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar merupakan tindakan berisiko tinggi yang wajib dihindari sepenuhnya oleh warga. Kobaran api kecil dapat dengan cepat meluas ke area hutan lindung akibat tiupan angin kencang.
Sinergi yang kuat antara Babinsa dan warga menjadi benteng utama dalam mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan. Kerja sama erat ini menciptakan sistem pengawasan lingkungan yang jauh lebih efektif hingga ke pelosok desa.
Imbauan Penting Cegah Aktivitas Pembakaran Lahan Secara Sembarangan
Serka Anton Nugroho menegaskan kembali imbauan penting kepada seluruh lapisan warga Desa Gapura Suci dan sekitarnya. Babinsa meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan areal lahan kebun dengan memanfaatkan cara pembakaran.
Masyarakat juga perlu segera melaporkan setiap temuan titik api sekecil apa pun kepada aparat setempat. Laporan cepat dari warga memungkinkan petugas bertindak secara tanggap sebelum api membesar dan meluas ke mana-mana.
Pencegahan dini merupakan langkah terbaik yang harus berjalan secara konsisten demi keselamatan bersama seluruh warga. Petugas kewilayahan berkomitmen untuk selalu hadir mendampingi masyarakat dalam mengamankan daerah dari ancaman bencana Karhutla.
Melalui komitmen bersama ini, wilayah Kabupaten Bungo diharapkan tetap bebas dari bahaya asap dan kebakaran lahan. Seluruh pihak siap bekerja sama mempertahankan kondisi lingkungan yang aman, bersih, dan kondusif secara berkelanjutan.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla sejak dini. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dapat membahayakan lingkungan dan masyarakat,” ujar Serka Anton Nugroho.(ar)









