Sarolangun, oegopost.id – Bupati Sarolangun secara resmi membuka Lomba Video Konten Literasi Tahun 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Sarolangun, Senin (3/8/2026). Pembukaan acara tersebut menandai mulainya langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat minat baca masyarakat melalui saluran media digital.
Kepala DPAD Kabupaten Sarolangun H Ahmad Nasri SH beserta sejumlah narasumber mendampingi orang nomor satu di Sarolangun tersebut selama acara berlangsung. Puluhan peserta juga memadati ruang acara untuk mengikuti sesi pembekalan khusus sebelum kompetisi pembuatan video dimulai.
Kegiatan mendidik bagi masyarakat ini mengusung tema utama “Pengembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi”. Pemerintah Kabupaten Sarolangun mendanai seluruh rangkaian agenda ini menggunakan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun Terus Mendorong Budaya Literasi Digital
Bupati Sarolangun menekankan pentingnya pemanfaatan kemajuan teknologi komunikasi sebagai media penyebaran informasi edukatif kepada publik. Beliau mengajak seluruh warga Kabupaten Sarolangun untuk memperluas pemahaman mengenai makna literasi pada era digital saat ini.
Bupati menjelaskan bahwa kegiatan literasi tidak lagi terbatas pada aktivitas membaca buku fisik di dalam ruang perpustakaan semata. Masyarakat harus mampu memperoleh, menyaring, memahami, serta membagikan informasi yang membawa manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Beliau berharap ajang perlombaan media kreatif ini dapat memicu lahirnya karya-karya video sinematik yang menginspirasi banyak orang. Karya peserta nantinya harus mampu mengajak seluruh lapisan masyarakat agar semakin gemar membaca dan menyerap ilmu pengetahuan.
Peserta Mengikuti Pembekalan Teknis Pembuatan Video Edukatif Kreatif
Sementara itu, Kepala DPAD Kabupaten Sarolangun H Ahmad Nasri SH menjelaskan peran strategis dari pelaksanaan kompetisi video edukatif tersebut. Pihaknya menyediakan wadah kreatif bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk memproduksi konten bertema pengembangan perpustakaan.
Ahmad Nasri menginginkan para peserta menghasilkan karya visual yang tidak hanya menarik perhatian penonton di media sosial. Peserta wajib menyampaikan pesan edukatif yang kuat agar masyarakat semakin mengenal berbagai fasilitas serta layanan perpustakaan daerah.
Pihak panitia penyelenggara memberikan materi pembekalan komprehensif secara langsung kepada seluruh peserta sebelum mereka memulai proses produksi video. Langkah ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis serta wawasan para peserta dalam memproduksi karya konten berkualitas tinggi.
Kompetisi Berlangsung Sepanjang Agustus Untuk Lahirkan Kreator Baru
Sesi pembekalan tersebut mencakup tahap penyusunan konsep cerita, teknik pengambilan gambar yang presisi, hingga strategi penyampaian pesan yang efektif. Panitia optimistis pembekalan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan gerakan literasi di Kabupaten Sarolangun.
Pemerintah daerah merancang kompetisi video kreatif ini agar berlangsung secara penuh sepanjang bulan Agustus tahun 2026. Panitia penyelenggara membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga dari berbagai latar belakang profesi untuk ikut mendaftarkan diri.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap ajang ini mampu melahirkan para kreator konten lokal yang aktif serta konsisten. Para kreator tersebut nantinya akan terus mempromosikan budaya membaca masyarakat lewat berbagai platform media digital terkini.(ar)









