SAH Luruskan Polemik Londo Ireng: Fokus Kritik Perilaku Oknum Bukan Profesi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. HAR Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menyampaikan klarifikasi istilah londo ireng.(poto: jamberita.com).

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. HAR Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menyampaikan klarifikasi istilah londo ireng.(poto: jamberita.com).

Jambi, oegopost.id – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. HAR Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menyampaikan klarifikasi istilah londo ireng yang kini menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Ia menekankan bahwa masyarakat harus memahami frasa tersebut dari sudut pandang sejarah agar tidak memicu salah paham.

Menurut SAH, ungkapan ini muncul bukan untuk merendahkan profesi atau kelompok masyarakat mana pun. Publik perlu melihat esensi pesan yang ingin ia sampaikan secara jernih dan mendalam.

Mengurai Makna Historis Istilah Londo Ireng Secara Utuh

Secara historis, masyarakat masa lalu menggunakan sebutan londo ireng untuk menggambarkan warga pribumi yang berpihak pada kepentingan kolonial. Mereka tega mengabaikan nasib serta kepentingan bangsanya sendiri demi keuntungan pihak asing.

Oleh sebab itu, makna istilah tersebut murni mengarah pada tindakan atau sikap individualistis seseorang. SAH menegaskan bahwa label ini sama sekali tidak berkaitan dengan identitas suku, ras, maupun golongan tertentu.

“Kalau kita memahami konteks sejarahnya, istilah itu menyasar oknum yang mengutamakan kepentingan pihak lain dibanding bangsa sendiri,” ujar SAH. Ia menambahkan bahwa fokus kritik berada pada tingkat perilaku individu, bukan pada jenis pekerjaan yang mereka jalani.

Baca Juga :  Sutan Adil Hendra Imbau Petani Jambi Antisipasi Musim Kemarau Sejak Dini

Kritik Ditujukan Pada Perilaku Oknum Bukan Profesi Tertentu

SAH menegaskan bahwa fungsi kontrol masyarakat dan sikap kritis tetap menjadi pilar utama dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat. Meski demikian, publik harus membedakan antara kritik membangun dan narasi tanpa fakta yang merusak kepentingan nasional.

Ia meminta semua pihak untuk tidak melakukan generalisasi terhadap institusi maupun profesi tertentu di Indonesia. Sebagian besar wartawan, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil terus bekerja secara profesional sesuai aturan hukum.

“Kita tidak boleh menyamakan seluruh wartawan, pengamat, atau ormas dengan tindakan segelintir oknum,” tegas SAH saat memberikan penjelasan. Insan pers pada umumnya selalu mematuhi Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas keseharian mereka.

Sutan Adil Hendra mengapresiasi peran besar pengajar dan elemen masyarakat sipil yang terus memperkuat fondasi demokrasi. Namun, ia tidak menampik kemungkinan hadirnya oknum yang menyimpang dari etika profesi di berbagai sektor pekerjaan.

Membangun Budaya Diskusi Sehat Demi Persatuan Seluruh Bangsa

Polemik yang berkembang saat ini hendaknya menjadi momentum berharga untuk memperkuat rasa nasionalisme seluruh warga negara. SAH mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga loyalitas terhadap bangsa di tengah dinamisnya tantangan global.

Baca Juga :  Hesti Haris Apresiasi Pekan Budaya Sarolangun, Dorong Pelestarian Tradisi Lokal

Setiap warga negara memang memiliki hak penuh untuk menyampaikan kritik terhadap jalannya roda pemerintahan. Kendati demikian, seluruh elemen bangsa memikul tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan publik terhadap negeri sendiri.

“Kita perlu membangun budaya diskusi yang sehat dengan mengedepankan argumentasi, data, dan fakta,” kata SAH menutup pembicaraan. Ia mengingatkan bahwa generalisasi yang gegabah hanya akan memicu keretakan dan mengancam persatuan nasional.

Tokoh politik Jambi ini mengimbau seluruh pihak agar saling menghormati profesi jurnalis, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat. Pada saat yang sama, publik juga harus bersikap kritis terhadap tindakan individu yang merugikan kepentingan nasional.

Indonesia berdiri kokoh berkat semangat persatuan yang terus terpelihara sejak masa perjuangan kemerdekaan. SAH berharap masyarakat dapat memahami setiap istilah di ruang publik secara utuh sesuai konteksnya demi menjaga kedamaian bersama.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan di Jambi 6 November
Danrem 042/Gapu Pimpin Sertijab Kasi Intel dan Dandim Sarko
Mutasi Polri Jambi: Cek Daftar Lengkap PJU dan Kapolres Baru
Gubernur Al Haris Salurkan Bantuan Kebakaran Tungkal, Rumah Warga Dibedah
BMKG Rilis Cuaca Jambi Hari Ini: Sarolangun Hujan Petir
Al Haris Kukuhkan Debalang Negeri, Jaga Marwah Budaya Jambi
Al Haris Puji Saiful Roswandi Kembali Pimpin Ombudsman Jambi
Cuaca Jambi Hari Ini 3 November 2026: Hujan Ringan & Kabur
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:49 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan di Jambi 6 November

Kamis, 5 November 2026 - 10:16 WIB

Danrem 042/Gapu Pimpin Sertijab Kasi Intel dan Dandim Sarko

Kamis, 5 November 2026 - 09:14 WIB

Mutasi Polri Jambi: Cek Daftar Lengkap PJU dan Kapolres Baru

Kamis, 5 November 2026 - 08:24 WIB

Gubernur Al Haris Salurkan Bantuan Kebakaran Tungkal, Rumah Warga Dibedah

Kamis, 5 November 2026 - 08:09 WIB

BMKG Rilis Cuaca Jambi Hari Ini: Sarolangun Hujan Petir

Berita Terbaru

Hyundai Neira resmi meluncur di GAW 2026.(poto: kompas.com).

Otomotif

Hyundai Neira Siap Meluncur, Strategi Genjot Pabrik Lokal

Sabtu, 7 Nov 2026 - 15:51 WIB

Bayar pajak motor/mobil online lewat aplikasi SIGNAL di Jakarta, bebas denda otomatis saat pemutihan.(ilustrasi poto: AI).

Otomotif

Bebas Denda Pajak Kendaraan Jakarta 2026: Cara Bayar Online

Sabtu, 7 Nov 2026 - 15:47 WIB

Ilustrasi Warga beraktivitas dengan gawai di stasiun, berlatar layar data pengguna AI global yang mencapai 3,24 miliar orang.(poto: AI).

Teknologi

Pengguna AI Generatif Dunia Tembus 3,24 Miliar, Ini Pemicunya

Sabtu, 7 Nov 2026 - 15:37 WIB

Ilustrasi Suasana toko resmi Xiaomi Indonesia yang menampilkan jajaran HP Xiaomi, Redmi, dan Poco dengan harga terbaru (7/11/2026).(poto: AI).

Gadget

Daftar Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco November 2026

Sabtu, 7 Nov 2026 - 15:31 WIB