Jakarta, oegopost.id – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terbaru mengenai pergerakan harga komoditas pangan nasional pada Sabtu pagi. Bank Indonesia mengelola pusat informasi ini untuk memantau situasi harga kebutuhan pokok di tingkat eceran seluruh wilayah Indonesia. Laporan resmi per pukul 08.20 WIB menunjukkan adanya fluktuasi harga yang signifikan pada beberapa komoditas dapur.
Masyarakat kini harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan cabai rawit merah yang menyentuh angka Rp59.850 per kilogram (kg). Sementara itu, pedagang eceran menjual komoditas telur ayam ras dengan harga Rp28.950 per kg. Kenaikan kedua bahan pangan ini menjadi perhatian utama konsumen karena termasuk kebutuhan harian yang sangat penting.
Pantauan Harga Cabai Rawit Dan Bumbu Dapur Terbaru
Komoditas hortikultura lain seperti bawang merah dan bawang putih juga mengalami tekanan harga yang cukup tinggi di pasar tradisional. Berdasarkan data PIHPS, pedagang mematok harga bawang merah rata-rata sebesar Rp45.650 per kg. Konsumen juga perlu merogoh kocek sebesar Rp44.550 per kg untuk membawa pulang bawang putih.
Jenis cabai lainnya pun tidak luput dari tren lonjakan harga yang bervariasi pada akhir pekan ini. Penjual menetapkan harga komoditas cabai merah besar pada angka Rp48.850 per kg. Di samping itu, cabai merah keriting menyusul ketat di pasar eceran dengan harga Rp48.600 per kg.
Para pecinta kuliner pedas juga harus menghadapi kenyataan terkait tingginya harga cabai rawit hijau. Laporan berkala dari Bank Indonesia mencatat komoditas ini berada pada level Rp50.350 per kg. Dinamika harga komoditas sayuran ini sangat memengaruhi pengeluaran belanja harian rumah tangga.
Rincian Lengkap Harga Beras Berbagai Kualitas Hari Ini
Komoditas beras sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia menunjukkan grafik harga yang beragam sesuai tingkatannya. Masyarakat dapat membeli beras kualitas bawah I dengan harga Rp14.700 per kg. Sedangkan untuk varian beras kualitas bawah II, pedagang menjualnya seharga Rp14.550 per kg.
Bagi konsumen yang mencari kelas menengah, beras kualitas medium I bertengger pada harga Rp16.350 per kg. Pasar juga menyediakan pilihan beras kualitas medium II dengan nilai transaksi sebesar Rp16.150 per kg. Perbedaan tipis harga ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memilih bahan pokok.
Segmen premium atau kelas atas juga mengalami penyesuaian nilai jual yang cukup signifikan di pedagang eceran. Pembeli menebus produk beras kualitas super I pada harga Rp17.650 per kg. Sementara itu, varian beras kualitas super II menyusul di posisi Rp17.150 per kg.
Kondisi Harga Daging Sapi Serta Minyak Goreng Curah
Sektor protein hewani turut menggenapi laporan perkembangan harga kebutuhan pokok dari Bank Indonesia pekan ini. Pedagang menjual komoditas daging ayam ras segar dengan harga rata-rata Rp37.000 per kg. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan dengan pergerakan harga komoditas daging lainnya.
Bagi konsumen daging sapi, pasar memisahkan harga berdasarkan standar mutu atau kualitas komoditas tersebut. Daging sapi kualitas I menembus angka Rp150.550 per kg di lapak pedagang eceran nasional. Sedangkan untuk produk daging sapi kualitas II, masyarakat bisa membelinya seharga Rp141.950 per kg.
Komoditas pemanis dapur seperti gula pasir juga terbagi menjadi dua kategori utama di pasar domestik. Agen pemasaran mematok gula pasir kualitas premium dengan harga Rp20.300 per kg. Di sisi lain, masyarakat bisa mendapatkan varian gula pasir lokal dengan harga Rp19.100 per kg.
Terakhir, kelompok minyak goreng mencatatkan variasi nilai jual yang sangat diperhatikan oleh para pelaku usaha mikro. Konsumen menebus komoditas minyak goreng curah pada angka Rp20.550 per liter. Jenis produk minyak goreng kemasan bermerek I melambung paling tinggi hingga mencapai Rp24.250 per liter.
Sebagai pilihan alternatif kemasan, minyak goreng kemasan bermerek II bertahan pada posisi Rp23.400 per liter. Informasi pergerakan seluruh bahan pokok ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam mengatur anggaran belanja. Pemerintah terus memantau stabilitas pasokan agar daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik.(ar)









