Pengajian Adat Kerinci LAM-SAK di Mukai Tinggi Diperkuat, Safwandi Dorong Pelestarian Tambo

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

poto bersama setelah melakukan pengajian adat di Kerinci.( poto : Hesty )

poto bersama setelah melakukan pengajian adat di Kerinci.( poto : Hesty )

Kerinci, oegopost.id – Pengajian adat Kerinci LAM-SAK kembali menjadi fokus utama pelestarian budaya di Desa Mukai Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai.

Kegiatan ini terus diperkuat oleh Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci (Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci) sebagai upaya menjaga nilai adat dan warisan tambo di tengah perubahan zaman.

LAM-SAK aktif turun langsung ke desa untuk memastikan nilai budaya tetap hidup di tengah masyarakat. Mereka mendorong penguatan pemahaman adat melalui kegiatan pengajian yang melibatkan tokoh adat dan warga setempat.

Sekretaris Jenderal LAM-SAK, Safwandi, hadir dalam pengajian adat di Desa Mukai Tinggi pada Minggu (21/06/2026). Ia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kegiatan adat meski menghadapi keterbatasan dukungan anggaran.

Safwandi meminta masyarakat tetap aktif menjalankan pengajian adat tanpa bergantung penuh pada bantuan pemerintah desa. Ia menilai semangat kolektif lebih penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi.

Ia juga menekankan bahwa pengajian adat berperan sebagai ruang utama untuk mempelajari sejarah, tambo, dan nilai budaya Kerinci. Tanpa kegiatan ini, ia menilai banyak pengetahuan adat berisiko hilang dari generasi muda.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Salurkan Bantuan dan Percepat Penanganan Banjir Sarolangun

Pengajian Adat Jadi Media Belajar Tambo Kerinci

LAM-SAK memandang pengajian adat sebagai sarana penting untuk menjaga kesinambungan pengetahuan budaya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum keagamaan, tetapi juga ruang edukasi adat yang hidup di tengah masyarakat.

Safwandi menegaskan bahwa generasi muda harus terlibat aktif dalam memahami nilai adat. Ia mengingatkan bahwa adat tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak masyarakat desa memperkuat komunikasi dan kerja sama sosial. Menurutnya, hubungan sosial yang solid akan memperkuat keberlanjutan kegiatan adat di tingkat lokal.

Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk terus menggali kearifan lokal, petuah adat, dan nilai-nilai leluhur. Ia menilai pelestarian budaya hanya akan berhasil jika masyarakat ikut terlibat langsung.

Apresiasi Pengurus Pengajian Adat Mukai Tinggi

Ketua Pengajian “Menggali Tambo Alam Mukai Tinggi”, Logi Vlora, menyampaikan apresiasi atas kehadiran LAM-SAK. Ia menilai kunjungan tersebut memberi dorongan moral bagi pengurus dan peserta pengajian adat.

Baca Juga :  Salah Paham Bantuan Rp1,4 M di Merangin, Dinsos Beri Penjelasan

Logi menyebut pengajian adat di Mukai Tinggi sudah berjalan sejak 2015 dan tetap aktif hingga saat ini. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah penting dalam menjaga warisan budaya Kerinci di tingkat desa.

Ia menegaskan bahwa pengajian rutin setiap malam Senin terus berjalan sebagai ruang belajar masyarakat. Warga memanfaatkan forum tersebut untuk memahami sejarah, tambo, dan nilai adat setempat.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan arahan dari LAM-SAK. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus mengembangkan pengajian adat,” ujar Logi Vlora.

Pelestarian budaya di Kerinci membutuhkan sinergi kuat antara masyarakat dan lembaga adat. LAM-SAK menilai kerja sama ini menjadi fondasi utama agar nilai budaya tidak tergerus perkembangan zaman.

Keterlibatan aktif masyarakat desa menjadi faktor penentu keberhasilan pengajian adat. Dengan dukungan bersama, kegiatan ini diharapkan terus hidup dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Kerinci.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Bakti Adhyaksa Tebo: Bupati Dorong Penegakan Hukum Humanis
UIN Jambi Gelar Pelatihan Bendahara demi Perkuat Tata Kelola Keuangan
Banggar DPRD dan TAPD Jambi Sepakat Batalkan Anggaran Rp57 Miliar
Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Satgas Karhutla Jambi Perkuat Mitigasi Hadapi Puncak Kemarau 2026
Polda Jambi Usut Kasus Kematian Anggota Polri di Tanjab Timur
Kecelakaan Mahasiswa Baru UNJA: Duka Mendalam Civitas Akademika Universitas Jambi
UIN STS Jambi dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Bagi ASN Kampus
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Hari Bakti Adhyaksa Tebo: Bupati Dorong Penegakan Hukum Humanis

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:00 WIB

UIN Jambi Gelar Pelatihan Bendahara demi Perkuat Tata Kelola Keuangan

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:00 WIB

Banggar DPRD dan TAPD Jambi Sepakat Batalkan Anggaran Rp57 Miliar

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:00 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan Publik

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:00 WIB

Satgas Karhutla Jambi Perkuat Mitigasi Hadapi Puncak Kemarau 2026

Berita Terbaru

Workshop penguatan sistem pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan serta finalisasi penerapan kurikulum berbasis OBE UNJA pada Senin (20/7/2026).(poto: jamberita.com).

Pendidikan

Pascasarjana UNJA Mantapkan Pengukuran CPL dan Kurikulum OBE

Kamis, 23 Jul 2026 - 02:30 WIB