Dua Kecelakaan Truk Batu Bara di Batanghari Tewaskan Dua Warga dalam Lima Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laka maut di jalur Lintas Batanghari–Sarolangun, Provinsi Jambi kembalikan memakan korban jiwa.( poto : tribunjambi.com )

Laka maut di jalur Lintas Batanghari–Sarolangun, Provinsi Jambi kembalikan memakan korban jiwa.( poto : tribunjambi.com )

Batanghari, oegopost.id – Kecelakaan truk batu bara kembali merenggut korban jiwa di Jalan Lintas Batanghari–Sarolangun, Provinsi Jambi. Dalam waktu lima hari, dua kecelakaan menewaskan dua warga Muara Jangga dan memicu desakan masyarakat agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap angkutan batu bara yang melintas di jalan umum.

Korban terbaru bernama Ridwan. Remaja asal Muara Jangga itu meninggal dunia setelah sepeda motor yang ia kendarai bertabrakan dengan truk angkutan batu bara pada Senin malam, 29 Juni 2026.

Lima hari sebelumnya, Deri juga meninggal dunia akibat kecelakaan serupa di jalur yang sama. Rangkaian peristiwa itu kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan.

Deri Meninggal Setelah Bertabrakan dengan Truk Batu Bara

Kecelakaan pertama terjadi pada Rabu malam, 24 Juni 2026, di kawasan Aur Gading, Jalan Lintas Batanghari–Sarolangun.

Deri, warga RT 05 Muara Jangga, mengendarai sepeda motor saat sebuah truk angkutan batu bara menabraknya. Benturan keras membuat Deri meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sopir truk kemudian meninggalkan lokasi tanpa menunggu proses penanganan. Ia membiarkan truk berwarna hijau miliknya tetap berada di tepi jalan dalam kondisi miring.

Baca Juga :  Tender Ulang Jalan Bungo Rp4,5 Miliar Dimenangkan CV Azka, Kompetisi Minim Sorotan

Hingga Kamis sore, 25 Juni 2026, keluarga korban masih menunggu itikad baik dari sopir maupun pemilik kendaraan. Kondisi tersebut memicu ketegangan di sekitar lokasi.

Sejumlah sopir angkutan batu bara ikut menyampaikan peringatan kepada pemilik kendaraan. Mereka meminta pemilik truk segera menemui keluarga korban.

“Pemilik mobil segera menemui keluarga korban untuk mengucapkan belasungkawa dikarenakan jika tidak, maka driver batu bara lainnya bisa saja disanksi tidak boleh melintas sebelum masalah ini diselesaikan,” ujar seorang sopir dalam rekaman video warga.

Ridwan Menjadi Korban Kedua Lima Hari Kemudian

Belum lama setelah pemakaman Deri, kecelakaan maut kembali terjadi pada Senin malam, 29 Juni 2026.

Ridwan mengendarai sepeda motor di kawasan Pasar Senin, Muara Jangga. Perjalanan itu berakhir tragis setelah kendaraannya terlibat kecelakaan dengan truk angkutan batu bara.

Peristiwa tersebut langsung mengundang perhatian warga. Ratusan orang memadati lokasi dan menghentikan arus kendaraan di kedua arah.

Video berdurasi sekitar 35 detik yang diunggah akun Instagram @jambihits_id memperlihatkan suasana mencekam. Warga mengelilingi jasad korban yang telah tertutup kantong jenazah atau terpal putih.

Baca Juga :  Tragedi di Sungai Gelam, Satu Keluarga Tewas Usai Kecelakaan Beruntun di Jalan Jambi–Petaling

Deretan truk batu bara dan kendaraan pribadi mengular panjang karena arus lalu lintas berhenti total.

Pada bagian akhir video, unggahan itu menampilkan foto Ridwan semasa hidup saat mengenakan seragam sekolah lengkap dengan dasi. Unggahan tersebut juga menyertakan ucapan belasungkawa.

Seorang warga terdengar meminta seluruh armada angkutan batu bara menghentikan perjalanan.

“Lakalantas di wilayah Muara Jangga, Pasar Senin Muara Jangga. Woy, ganti-ganti… cepat tahan dulu mobilnya! Jangan berangkat dulu, lakalantas,” teriaknya.

Warga Minta Pemerintah Ambil Langkah Tegas

Dua kecelakaan dalam waktu lima hari memicu kemarahan masyarakat. Banyak warga menyampaikan protes melalui media sosial.

Mereka mempertanyakan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari berhadapan dengan truk angkutan batu bara. Sejumlah warganet juga meminta pemerintah segera memperbaiki pengawasan.

Salah satu unggahan berbunyi, “Entah sudah berapa nyawa yang melayang. Mau sampai berapa ratus nyawa lagi yang melayang?”

Kasus ini terus menjadi perhatian masyarakat. Warga mendesak kepolisian dan Pemerintah Provinsi Jambi mengambil langkah konkret agar kecelakaan serupa tidak kembali merenggut korban jiwa di Jalan Lintas Batanghari–Sarolangun.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar
Mantan Rektor Unja Kemas Arsyad Somad Meninggal, Dunia Pendidikan Jambi Berduka
PHI Tanam 1.000 Mangrove dan Lamun di Pulau Pari untuk Karbon Biru
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI

Senin, 6 Juli 2026 - 22:00 WIB

Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda

Senin, 6 Juli 2026 - 21:00 WIB

Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian

Senin, 6 Juli 2026 - 20:50 WIB

Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031

Senin, 6 Juli 2026 - 20:23 WIB

Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar

Berita Terbaru