Harga Pangan Jambi Stabil Usai Kenaikan BBM Nonsubsidi, Pemprov Pastikan Pasokan Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga di pasar.( poto : metrojambi.com )

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga di pasar.( poto : metrojambi.com )

Jambi, oegopost.id – Harga pangan di Jambi tetap terjaga meski pemerintah telah menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Pemerintah Provinsi Jambi memastikan kondisi pasar tidak mengalami lonjakan harga yang berarti.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga di pasar. Ia menegaskan komoditas pangan yang berada dalam kendali pemerintah masih bergerak normal.

“Saat ini untuk komoditas yang diatur pemerintah tidak terdampak, namun ke depan bisa saja ada penyesuaian,” kata Johansyah, Selasa (16/6/2026).

MinyaKita dan Beras Premium Tetap Stabil

Pemprov Jambi mencatat harga minyak goreng rakyat MinyaKita tetap stabil di pasar. Pemerintah menetapkan harga Rp15.700 per liter, dan pedagang masih menjual sesuai ketentuan tersebut tanpa perubahan.

Petugas di lapangan juga mencatat harga beras premium masih sesuai batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pelaku usaha dan Perum Bulog tetap menjual beras di kisaran harga yang sama.

Baca Juga :  Cara Merangsang Alpukat di Lahan Sempit agar Cepat Berbuah Lebat

Harga beras premium bertahan di sekitar Rp15.400 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan pedagang masih mengikuti aturan harga pemerintah meskipun biaya distribusi berpotensi berubah.

Cabai Merah Keriting Masih Di Bawah Harga Acuan

Pemantauan pemerintah juga menunjukkan harga cabai merah keriting tetap terkendali. Komoditas hortikultura ini bahkan bergerak di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah menetapkan harga acuan cabai merah keriting sebesar Rp57 ribu per kilogram. Namun, pedagang di pasar hanya menjual sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan pasokan cabai masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar. Pemerintah daerah mencatat tidak ada tekanan harga yang signifikan di sektor hortikultura.

Pemerintah Antisipasi Dampak Biaya Distribusi

Meski harga pangan masih stabil, Pemprov Jambi tetap mengantisipasi dampak lanjutan dari kenaikan BBM nonsubsidi. Pemerintah menilai biaya transportasi dan logistik bisa mendorong perubahan harga di masa mendatang.

Baca Juga :  7 Usaha Kecil Minim Pesaing yang Bisa Anda Mulai Sekarang

Johansyah menyebut pemerintah telah membahas kemungkinan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) dalam rapat koordinasi. Pemerintah pusat akan ikut membahas kebijakan tersebut sebelum mengambil keputusan.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan mengubah kebijakan secara sepihak. Semua penyesuaian harga akan mengikuti hasil evaluasi bersama antara daerah dan pusat.

Pemprov Jambi memperkuat pemantauan harga melalui laporan harian dari tim lapangan. Langkah ini membantu pemerintah mendeteksi perubahan harga lebih cepat di pasar.

Selain itu, pemerintah juga menjaga koordinasi dengan pelaku usaha dan distributor untuk memastikan pasokan tetap lancar. Pemantauan ini bertujuan menjaga stabilitas harga di tengah dinamika biaya energi.

Dengan kondisi saat ini, pemerintah menilai harga pangan di Jambi masih aman dan terkendali. Namun, mereka tetap bersiaga terhadap potensi perubahan akibat faktor eksternal seperti biaya distribusi.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Naik Rp18.000 per Gram, Tembus Rp2,72 Juta pada 15 Juni 2026
Harga TBS Sawit Dharmasraya 15 Juni 2026: Selisih Harga Antar PKS Capai Rp394 per Kg
Cek Endra Tanam Perdana Sawit di Sarolangun, Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja Warga
Kanwil Kemenkum Jambi Dorong Indikasi Geografis Anyaman Purun dan Penguatan Koperasi Tanjung Jabung Barat
Harga Emas Perhiasan di Jambi Naik ke Rp8,55 Juta per Mayam, Antam Ikut Menguat
Harga Sawit Jambi Naik, TBS Periode 12–18 Juni 2026 Tembus Rp3.706,67 per Kg
Satgas Pangan Jambi Perketat Pengawasan Harga Bahan Pokok di Pasar Usai Penyesuaian BBM
Polda Jambi Telusuri Dugaan Kartel Harga Sawit, Pergerakan TBS Jadi Sorotan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:59 WIB

Harga Pangan Jambi Stabil Usai Kenaikan BBM Nonsubsidi, Pemprov Pastikan Pasokan Aman

Senin, 15 Juni 2026 - 23:59 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp18.000 per Gram, Tembus Rp2,72 Juta pada 15 Juni 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

Harga TBS Sawit Dharmasraya 15 Juni 2026: Selisih Harga Antar PKS Capai Rp394 per Kg

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:00 WIB

Cek Endra Tanam Perdana Sawit di Sarolangun, Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja Warga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:00 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Dorong Indikasi Geografis Anyaman Purun dan Penguatan Koperasi Tanjung Jabung Barat

Berita Terbaru