Jambi, oegopost.id – Satgas Pangan Provinsi Jambi memperketat pengawasan terhadap harga bahan pokok di pasar tradisional dan modern.
Tim melakukan langkah ini untuk mencegah penimbunan barang sekaligus menahan potensi lonjakan harga setelah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hernawan Rizky, menegaskan kepolisian menjalankan pengawasan bersama instansi terkait. Ia menyebut setiap lembaga bekerja sesuai tugas masing-masing agar pengendalian harga berjalan lebih efektif di lapangan.
Tim Turun Langsung Pantau Stok dan Distribusi
Satgas Pangan Jambi rutin turun ke pasar untuk memantau harga dan ketersediaan barang. Tim memeriksa alur distribusi mulai dari agen besar hingga pedagang di pasar tradisional.
Petugas juga mencatat perubahan harga harian dan memantau potensi gangguan pasokan. Dengan cara ini, tim bisa segera mendeteksi gejala kenaikan harga yang tidak wajar.
Tim gabungan menyisir Pasar Angso Duo Kota Jambi dan menemukan harga sebagian besar komoditas masih stabil. Beberapa bahan pokok hanya mengalami kenaikan tipis.
Harga beras premium tercatat Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras medium Rp12.000 per kilogram. Minyak goreng curah berada di Rp15.500 per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp19.000 per liter. Gula pasir tetap di Rp17.500 per kilogram.
Komoditas lain seperti tepung terigu dijual Rp13.500 per kilogram. Daging sapi bertahan di Rp140.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras Rp38.000 per kilogram. Telur ayam ras naik tipis menjadi Rp29.000 per kilogram atau naik Rp500.
Cabai dan Bawang Alami Fluktuasi
Harga cabai merah keriting berada di Rp34.800 per kilogram. Cabai rawit merah naik Rp5.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah berada di Rp34.800 per kilogram dan bawang putih Rp32.000 per kilogram.
Hernawan menjelaskan fluktuasi harga masih dalam batas wajar. Ia menilai cuaca di daerah sentra produksi ikut memengaruhi pasokan ke pasar. Namun, ia memastikan distribusi barang tetap lancar tanpa indikasi kelangkaan.
Satgas Pangan Jambi memperkuat pengawasan untuk mencegah penimbunan dan praktik spekulasi harga. Hernawan menegaskan pihaknya siap menindak tegas pelanggaran di lapangan.
“Satgas Pangan tidak akan segan menindak jika menemukan penimbunan atau permainan harga. Kami sudah memetakan gudang distributor dan agen besar di Jambi,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Instansi
Pengawasan harga pangan di Jambi melibatkan banyak instansi. Selain kepolisian, tim juga terdiri dari Kejaksaan Tinggi Jambi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Perum BULOG.
Kolaborasi ini memperkuat pengawasan distribusi sekaligus menjaga stabilitas harga di seluruh rantai pasok.
Satgas Pangan Jambi meminta pedagang menjaga harga tetap wajar dan tidak memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara berlebihan. Tim juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan.
Selain itu, masyarakat di minta tidak melakukan panic buying. Warga diimbau membeli kebutuhan sesuai kebutuhan harian agar kondisi pasar tetap stabil.
Hingga saat ini, Satgas Pangan Jambi belum menemukan indikasi penimbunan di wilayah tersebut. Namun, pengawasan tetap di perketat untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di tengah penyesuaian BBM.(ar)









