Harga TBS Sawit Dharmasraya 15 Juni 2026: Selisih Harga Antar PKS Capai Rp394 per Kg

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Secara keseluruhan, rata-rata harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya berada pada angka Rp3.405 per kilogram.( ilustrasi poto : jambiekspres.co.id )

Secara keseluruhan, rata-rata harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya berada pada angka Rp3.405 per kilogram.( ilustrasi poto : jambiekspres.co.id )

Dharmasraya, oegopost.id – Harga TBS sawit Dharmasraya menjadi sorotan setelah Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya merilis pembaruan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit per Senin, 15 Juni 2026. Data terbaru menunjukkan adanya variasi harga yang cukup signifikan di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS).

Pergerakan harga ini menjadi acuan penting bagi petani dalam menentukan strategi penjualan hasil panen di wilayah tersebut.

Harga Tertinggi dan Terendah TBS Sawit

Dinas Pertanian mencatat harga TBS tertinggi mencapai Rp3.684 per kilogram di PT AWB.

Sementara itu, harga terendah berada di angka Rp3.290 per kilogram yang tercatat pada PT DSL.

Selisih harga antara keduanya mencapai Rp394 per kilogram, mencerminkan perbedaan kebijakan pembelian antar PKS di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, rata-rata harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya berada pada angka Rp3.405 per kilogram.

Angka ini menjadi gambaran umum kondisi pasar TBS di tingkat pabrik dan sering dijadikan acuan oleh petani kelapa sawit dalam transaksi harian.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Sumatera Fluktuatif di Akhir April 2026

Pergerakan Harga Brondolan Sawit

Selain TBS utama, Dinas Pertanian juga mencatat fluktuasi pada komoditas brondolan sawit.

Harga brondolan di PT DSL berada di kisaran Rp3.950 per kilogram. Sementara harga tertinggi tercatat di PT AWB dengan nilai Rp3.694 per kilogram.

Perbedaan ini menunjukkan adanya dinamika penyerapan hasil kebun di setiap pabrik.

Delapan PKS Aktif Melaporkan Harga

Dinas Pertanian mencatat terdapat delapan PKS yang aktif menyampaikan laporan harga secara rutin di Dharmasraya.

Pabrik tersebut meliputi PT AWB, PT DSL, PT HKI, PT DL, PT SMP, PT SAK Timpeh, PT Incasi Pangian, dan PT TKA.

Namun, dua PKS tercatat tidak melakukan pembelian buah dari masyarakat pada hari yang sama.

Harga TBS Non-Mitra dan Mitra Berbeda

Pada kategori non-mitra, PT HKI dan PT DL mencatat harga tertinggi di angka Rp3.410 per kilogram.

Baca Juga :  Harga Sawit Turun Tajam, KNARA Desak Pemprov Panggil Perusahaan

PT SMP berada di posisi Rp3.365 per kilogram, disusul PT SAK Timpeh dan PT Incasi Pangian yang sama-sama di Rp3.340 per kilogram. PT DSL berada di posisi terendah dengan Rp3.290 per kilogram.

Untuk kategori mitra, PT AWB mencatat harga tertinggi Rp3.684 per kilogram. Sementara PT TKA tidak merilis harga karena menghentikan sementara penerimaan buah.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pertanian menegaskan bahwa publikasi harga TBS di lakukan secara rutin sebagai bentuk transparansi pasar.

Langkah ini bertujuan membantu petani kelapa sawit mendapatkan referensi harga resmi sebelum menjual hasil panen mereka ke pabrik.

Dengan adanya keterbukaan data, petani di harapkan dapat memilih jalur penjualan yang lebih menguntungkan sesuai kondisi pasar harian.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga
Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?
Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu
Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit
Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional
Penyebab Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan Langkah BI
Anggaran Subsidi Energi APBN 2027 Dipangkas Rp11 Triliun, DPR Buka Suara
Rupiah Rontok Rp18.000/US$, Bank Indonesia Buka Suara
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional

Berita Terbaru