Jambi, oegopost.id – Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di Tabir Barat kembali memicu perhatian masyarakat. Kali ini, warga menyoroti pasokan BBM tambang ilegal yang diduga masuk dalam jumlah besar untuk mendukung operasional pertambangan di kawasan tersebut.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebut armada mobil tangki rutin memasok BBM ke wilayah aktivitas tambang. Sejumlah warga menduga distribusi itu berkaitan dengan kebutuhan operasional tambang emas tanpa izin.
Dugaan Distribusi BBM Jadi Perbincangan Warga
Nama Salam Sungai Tabir ikut muncul dalam pembicaraan masyarakat. Warga mengaitkan distribusi BBM skala besar dengan aktivitas tambang yang masih berlangsung di beberapa titik wilayah Tabir Barat.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kondisi di lapangan berubah dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, sebelum mobil tangki rutin masuk, masyarakat kecil masih dapat menjual solar kepada pelaku tambang.
“Dulu kami juga menjual minyak untuk kebutuhan tambang. Namun sejak mobil tangki sering masuk, usaha kecil seperti kami sulit bersaing karena pasokannya jauh lebih besar,” ujarnya.
Warga menilai pola distribusi tersebut mengubah kondisi usaha kecil di sekitar lokasi. Mereka juga mempertanyakan tujuan distribusi BBM dalam jumlah besar yang terus mengarah ke wilayah tambang.
Isu distribusi BBM menuju kawasan tambang bukan persoalan baru. Sebelumnya, kelompok pemuda dan masyarakat setempat juga melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang diduga membawa BBM ke wilayah Tabir Barat.
Warga mengingat aksi Karang Taruna Kelurahan Mampun yang pernah menghentikan dan memutar balik sejumlah mobil tangki BBM. Kendaraan itu saat itu hendak melintas melalui kawasan Simpang Seling menuju wilayah tambang.
Sebagian masyarakat mendukung langkah tersebut. Mereka berharap pengawasan warga dapat menekan aktivitas tambang tanpa izin yang terus menjadi perhatian publik.
Warga Soroti Dampak terhadap Lingkungan
Selain menyoroti distribusi BBM, masyarakat juga mengkhawatirkan dampak lingkungan. Mereka menilai aktivitas tambang ilegal berpotensi memengaruhi kondisi Sungai Tabir yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.
Warga berharap pihak terkait meningkatkan pengawasan agar kerusakan lingkungan tidak meluas. Mereka juga meminta penertiban dilakukan secara konsisten.
Salah seorang warga Kelurahan Mampun berinisial R mengaku pernah menerima komunikasi dari Salam terkait rencana masuknya armada mobil tangki ke wilayah Tabir Barat.
Menurut R, komunikasi itu terjadi ketika masyarakat sedang melakukan ronda dan pengawasan terhadap kendaraan yang diduga membawa BBM menuju lokasi tambang.
“Waktu itu saya pernah ditelepon. Katanya ada tiga mobil tangki yang akan masuk ke wilayah Tabir Barat. Namun karena saat itu kami sedang ronda dan pengawasan, saya tidak lagi mengikuti perkembangan selanjutnya,” kata R.
Meski begitu, hingga berita ini di tulis belum ada bukti resmi maupun pernyataan dari aparat penegak hukum yang membenarkan keterlibatan pihak tertentu dalam distribusi BBM untuk aktivitas tambang ilegal.
Saat di mintai tanggapan mengenai tudingan sebagai pemasok BBM terbesar ke wilayah Tabir Barat, Salam membantah informasi tersebut.
“Dak mungkin,” jawab Salam singkat.
Aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah Tabir Barat masih menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap aparat memperketat pengawasan distribusi BBM dan aktivitas pertambangan tanpa izin untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan.(ar)









