Sungai Penuh, oegopost.id – Dukcapil Kota Sungai Penuh menghentikan sementara layanan jemput bola KTP elektronik. Program ini sebelumnya menjangkau warga hingga ke sekolah dan wilayah permukiman.
Dukcapil mengambil keputusan tersebut setelah perangkat perekaman lapangan mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat petugas tidak dapat menjalankan layanan keliling seperti biasanya.
Perangkat Perekaman Lapangan Mengalami Kerusakan
Dukcapil Kota Sungai Penuh mencatat kerusakan terjadi pada alat perekaman utama. Selain itu, sejumlah perangkat pendukung juga tidak bisa digunakan.
Selama ini, petugas menggunakan perangkat tersebut untuk melakukan perekaman KTP elektronik di luar kantor. Mereka juga memanfaatkannya saat turun langsung ke sekolah-sekolah.
Namun, kerusakan itu menghentikan seluruh aktivitas jemput bola. Saat ini, petugas hanya melayani perekaman di kantor Dukcapil.
Layanan Keliling Memudahkan Akses Warga
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dukcapil Kota Sungai Penuh, Meri Sumarni, menegaskan layanan jemput bola sangat membantu masyarakat. Program ini memudahkan warga yang kesulitan datang ke kantor.
Layanan ini sangat membantu lansia, penyandang disabilitas, dan warga dengan keterbatasan mobilitas. Petugas juga memanfaatkan program ini untuk menjangkau pelajar di sekolah.
Program tersebut mempercepat perekaman KTP elektronik bagi warga yang sudah memenuhi syarat usia. Karena itu, layanan ini menjadi salah satu program penting Dukcapil.
“Selama ini layanan perekaman keliling sangat membantu masyarakat dan pelajar dalam mengurus KTP elektronik. Kami berharap peralatan bisa segera kembali tersedia agar layanan dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” kata Meri Sumarni, Rabu 3 Juni 2026.
Layanan Tetap Berjalan di Kantor
Dukcapil Kota Sungai Penuh memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan normal di kantor. Warga masih bisa melakukan perekaman KTP elektronik di lokasi tersebut.
Petugas tetap melayani pengurusan dokumen kependudukan sesuai jam operasional. Mereka juga mengarahkan warga untuk datang langsung selama peralatan lapangan belum berfungsi.
Dukcapil meminta warga tetap menggunakan layanan kantor sementara waktu. Langkah ini berlaku sampai peralatan perekaman lapangan kembali beroperasi.
Pemerintah daerah menargetkan layanan jemput bola bisa kembali berjalan setelah perbaikan selesai. Program ini dinilai penting untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses kantor layanan.(ar)









