Harga TBS Sawit Jambi Mulai Naik, Petani Rasakan Dampak Ketegasan Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muaro Jambi, oegopost.id – Harga TBS sawit Jambi mulai menunjukkan perbaikan setelah pemerintah mengambil langkah tegas terhadap pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli tandan buah segar (TBS) petani dengan harga rendah.

Dalam beberapa hari terakhir, petani di sejumlah daerah melaporkan kenaikan harga yang memberikan harapan baru bagi sektor perkebunan sawit.

Pergerakan harga tersebut muncul setelah pemerintah mengancam mencabut izin usaha PKS yang terbukti membeli TBS di bawah ketentuan.

Kebijakan itu mulai berdampak di lapangan dan dirasakan langsung oleh para petani.

Harga Sawit di Muaro Jambi Mulai Membaik

Perbaikan harga TBS sawit Jambi terlihat di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi. Sejumlah petani mengaku harga yang sebelumnya tertekan kini mulai bergerak naik.

Salah seorang petani sawit, Kang Mus, mengatakan harga sawit sempat turun tajam setelah adanya pengumuman dari presiden. Saat itu, harga TBS di tingkat petani menyentuh angka yang cukup rendah.

Menurut Kang Mus, harga sawit sempat berada di kisaran Rp1.800 per kilogram. Kondisi tersebut membuat banyak petani khawatir karena pendapatan mereka ikut tergerus.

Namun dalam beberapa hari terakhir, harga mulai mengalami pemulihan. Saat ini harga sawit di wilayahnya sudah berada di kisaran Rp2.000 hingga Rp2.400 per kilogram.

Kenaikan tersebut menjadi kabar baik bagi petani yang selama ini menggantungkan penghasilan utama dari sektor perkebunan kelapa sawit. Mereka berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Selain meningkatkan pendapatan petani, perbaikan harga juga memberikan optimisme terhadap aktivitas ekonomi di daerah sentra perkebunan. Harga yang lebih baik biasanya berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

Kenaikan Harga Juga Terjadi di Tanjung Jabung Barat

Tren kenaikan harga TBS tidak hanya terjadi di Muaro Jambi. Petani di Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, juga melaporkan kondisi serupa.

Baca Juga :  Pemprov Riau Larang PKS Turunkan Harga Sawit Sepihak

Hendra, seorang petani sawit di wilayah tersebut, menyebut harga TBS yang masuk ke pabrik mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan itu terjadi dalam waktu relatif singkat setelah pemerintah memperketat pengawasan terhadap pembelian TBS.

Menurut Hendra, harga TBS ke pabrik naik Rp190 per kilogram. Dengan kenaikan tersebut, harga TBS mencapai Rp3.080 per kilogram.

Sementara itu, harga TBS di tingkat petani juga ikut mengalami perbaikan. Saat ini harga yang diterima petani berada di kisaran Rp2.800 per kilogram.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mulai memberikan efek terhadap rantai perdagangan sawit di tingkat bawah. Petani yang sebelumnya menghadapi tekanan harga kini mulai memperoleh nilai jual yang lebih baik.

Perbaikan harga di berbagai wilayah juga menjadi indikator bahwa pasar mulai merespons langkah pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap industri pengolahan sawit.

Pemerintah Perketat Pengawasan Harga TBS

Kenaikan harga TBS sawit Jambi tidak terlepas dari langkah tegas pemerintah terhadap pabrik kelapa sawit yang membeli hasil panen petani dengan harga rendah.

Pemerintah menegaskan tidak akan membiarkan praktik pembelian TBS di bawah ketentuan terus berlangsung. Langkah tersebut bertujuan melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas sektor perkebunan nasional.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebelumnya menyampaikan peringatan keras kepada perusahaan yang terbukti menekan harga beli TBS. Pemerintah bahkan membuka kemungkinan pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang melanggar aturan.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas dari pelaku industri maupun petani sawit. Banyak petani menilai sikap tegas pemerintah menjadi sinyal bahwa negara hadir untuk melindungi kepentingan mereka.

Pengawasan yang lebih ketat juga diharapkan dapat menciptakan mekanisme pasar yang lebih sehat. Dengan demikian, harga TBS yang diterima petani dapat lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Ajak Warga Jaga Keamanan Lewat Sabuk Kamtibmas

Pemerintah Temukan 139 PKS Bermasalah

Dalam jumpa pers usai Rapat Hilirisasi Perkebunan di Jakarta, pemerintah mengungkap adanya temuan terhadap puluhan pabrik kelapa sawit yang diduga melakukan praktik pembelian TBS di bawah harga yang semestinya.

Pemerintah mengidentifikasi sebanyak 139 pabrik kelapa sawit yang kedapatan menekan harga beli secara sepihak. Temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan mengambil tindakan lanjutan.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa persoalan harga TBS bukan hanya terjadi di satu daerah. Praktik serupa diduga berlangsung di berbagai wilayah sentra perkebunan kelapa sawit.

Karena itu, pemerintah menilai langkah penertiban perlu di lakukan agar petani tidak terus mengalami kerugian. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan petani.

Harapan Petani terhadap Stabilitas Harga Sawit

Petani sawit berharap kenaikan harga yang mulai terjadi saat ini dapat bertahan dalam jangka panjang. Stabilitas harga menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan keluarga petani.

Selama harga berada pada level yang layak, petani dapat memenuhi kebutuhan operasional kebun, termasuk perawatan tanaman dan biaya panen. Kondisi itu juga membantu menjaga produktivitas perkebunan.

Di sisi lain, petani berharap pemerintah terus mengawasi pelaksanaan aturan di lapangan. Pengawasan yang konsisten di nilai penting agar tidak ada lagi pihak yang membeli TBS dengan harga di bawah ketentuan.

Meningkatnya harga TBS sawit Jambi dalam beberapa hari terakhir menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha perkebunan. Meski demikian, petani tetap menunggu langkah lanjutan pemerintah untuk memastikan perbaikan harga dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan ancaman sanksi bagi pelanggar, petani berharap harga TBS tetap bergerak stabil sehingga kesejahteraan mereka dapat terus meningkat.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Tarik Retribusi Kebersihan Ruko Rp45 Ribu per Bulan, Pedagang Mulai Bayar
Belanja Diskominfo Muaro Jambi Rp2,53 Miliar, Internet Rp1,2 Miliar Serap Hampir Separuh Anggaran
Bantuan ATENSI YAPI Rp600 Ribu Cair di Tebo Akhir Mei 2026
Jambi Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat
Piala Bupati Bungo 2026 Dibuka Meriah di Lubuk Benteng, Warga Padati Lapangan
Prakiraan Cuaca Jambi 31 Mei 2026: BMKG Sebut Satu Wilayah Hujan Ringan
Wali Kota Jambi Buka Turnamen Catur Wali Kota Cup 2026, 116 Atlet Berlaga
Ombudsman Jambi Dorong FORKI dan Pemda Perkuat Pembinaan Karate Daerah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:09 WIB

Pemkot Sungai Penuh Tarik Retribusi Kebersihan Ruko Rp45 Ribu per Bulan, Pedagang Mulai Bayar

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:00 WIB

Belanja Diskominfo Muaro Jambi Rp2,53 Miliar, Internet Rp1,2 Miliar Serap Hampir Separuh Anggaran

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00 WIB

Harga TBS Sawit Jambi Mulai Naik, Petani Rasakan Dampak Ketegasan Pemerintah

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:00 WIB

Bantuan ATENSI YAPI Rp600 Ribu Cair di Tebo Akhir Mei 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:00 WIB

Jambi Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

Berita Terbaru

Ilusrasi BYD Atto 3 terbaru( Poto : ANTARA )

Otomotif

BYD Atto 3 Baru Raup 30.000 Pesanan dalam Sepekan

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:00 WIB