Jambi, oegopost.id – Pemerintah Provinsi Jambi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang masih terjadi pada masa pancaroba.
Kondisi cuaca yang berubah cepat ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.
Pemprov Jambi menekankan bahwa masyarakat harus tetap waspada meski wilayah tersebut telah memasuki musim kemarau. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih muncul di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir di kawasan rendah dan longsor di daerah perbukitan.
Pancaroba Masih Mendominasi Cuaca Jambi
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, menjelaskan bahwa cuaca di wilayah Jambi masih dipengaruhi masa pancaroba. Ia menyebut kondisi ini membuat perubahan cuaca terjadi sangat cepat dalam satu hari.
Ia menuturkan bahwa suhu udara cenderung panas pada siang hari, kemudian hujan turun pada sore hingga malam hari.
“Cuaca pancaroba ini ditandai dengan suhu panas pada siang hari, kemudian hujan turun pada sore hingga malam hari. Berdasarkan data BMKG, potensi hujan dengan intensitas cukup tinggi masih dapat terjadi hingga dasarian kedua Mei 2026,” ujar Sudirman.
BMKG terus mencatat pola cuaca tersebut dan menyampaikan informasi secara berkala kepada pemerintah daerah agar masyarakat dapat mengantisipasi kondisi lebih cepat.
Pemprov Jambi Perketat Pemantauan Cuaca
Pemerintah Provinsi Jambi memperkuat pemantauan cuaca bersama BMKG untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Pemprov Jambi juga meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat respons jika terjadi kondisi darurat.
Pemerintah daerah mengarahkan perangkat di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk aktif memantau kondisi wilayah masing-masing. Mereka juga diminta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda potensi bencana.
Langkah ini membantu pemerintah mempercepat penanganan ketika hujan lebat turun secara tiba-tiba.
Warga Diminta Aktif Jaga Lingkungan
Pemprov Jambi meminta masyarakat ikut berperan dalam mengurangi risiko banjir dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah menegaskan bahwa sampah yang menumpuk di saluran air dapat menghambat aliran air saat hujan deras.
Sudirman menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran drainase dan sungai, karena dapat menyebabkan aliran air tersumbat dan memperbesar risiko banjir,” kata Sudirman.
Pemerintah juga meminta warga membersihkan saluran air secara rutin untuk mencegah genangan saat hujan turun.
Risiko Banjir dan Longsor Masih Mengintai
Kombinasi antara hujan intensitas tinggi, kondisi tanah labil, dan drainase yang buruk meningkatkan risiko bencana di beberapa wilayah Jambi. Pemprov Jambi mencatat beberapa kawasan rawan banjir berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai besar.
Sementara itu, wilayah perbukitan menghadapi ancaman longsor ketika hujan turun terus-menerus. Kondisi tanah yang jenuh air dapat memicu pergerakan tanah secara tiba-tiba.
Pemerintah meminta masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menghindari aktivitas berisiko saat hujan deras.
Pemerintah Dorong Kesiapsiagaan Warga
Pemprov Jambi mengajak masyarakat mengikuti informasi cuaca dari BMKG secara rutin. Pemerintah juga meminta warga segera melaporkan potensi bencana di lingkungan sekitar agar tim terkait bisa bergerak cepat.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem berlangsung.
Langkah cepat dari masyarakat dapat membantu mengurangi dampak bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.(ar)









