Batang Hari, oegopost.id – Ratusan buruh PT MSS Batang Hari mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Batang Hari pada Senin (25/5). Mereka meminta kejelasan soal penghentian kontrak kerja yang terjadi di PT Mutiara Sawit Semesta (PT MSS).
Para pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia Mutiara Rengas Makmur (FSPTI-MRM) menilai perusahaan menghentikan kontrak kerja tanpa penjelasan yang jelas.
Buruh Datang Bawa Tuntutan
Sejak pagi, para buruh berkumpul di halaman Kantor DPRD Batang Hari. Mereka menyampaikan tuntutan agar perusahaan segera memberi kepastian terkait status kerja para pekerja.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Beberapa perwakilan buruh kemudian masuk ke ruang mediasi untuk berdiskusi dengan anggota DPRD.
Para pekerja mengaku kebingungan setelah perusahaan menghentikan kontrak kerja mereka. Kondisi itu membuat banyak buruh khawatir terhadap kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Kami hanya ingin kepastian kerja. Banyak pekerja bingung karena perusahaan menghentikan kontrak secara tiba-tiba,” ujar salah satu perwakilan buruh.
PT MSS sendiri beroperasi di Kelurahan Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari.
DPRD Siapkan RDP
Ketua Badan Kehormatan DPRD Batang Hari, Irwanto Efendi, langsung menerima perwakilan buruh untuk mendengar keluhan mereka.
Menurut Irwanto, DPRD ingin membantu menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak memicu konflik berkepanjangan.
“Kami menerima aspirasi para buruh dan mendengar langsung persoalan yang mereka hadapi,” kata Irwanto.
Ia menjelaskan, DPRD akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan pihak perusahaan, pemerintah daerah, dan perwakilan buruh.
Melalui pertemuan itu, DPRD berharap semua pihak bisa mencari solusi bersama dan menyelesaikan masalah secara terbuka.
Irwanto juga meminta seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif selama proses mediasi berjalan.
DPRD Soroti Informasi di Lapangan
Selain membahas kontrak kerja, DPRD juga menyoroti isu pencatutan nama pejabat daerah yang sempat muncul di tengah persoalan tersebut.
Menurut Irwanto, DPRD perlu memastikan informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman baru di masyarakat.
Karena itu, DPRD berencana membahas semua persoalan secara terbuka saat RDP berlangsung nanti.
“Kami ingin semua informasi menjadi jelas agar masalah ini tidak semakin melebar,” ujarnya.
Perusahaan Belum Beri Tanggapan
Sampai berita ini ditulis, pihak PT Mutiara Sawit Semesta belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan para buruh.
Belum ada penjelasan dari perusahaan mengenai alasan penghentian kontrak kerja yang dipermasalahkan pekerja.
Sementara itu, para buruh berharap DPRD dapat membantu memperjuangkan hak mereka dan mendorong perusahaan segera memberikan kepastian kerja.
Kasus ini ikut menarik perhatian masyarakat Batang Hari karena menyangkut nasib ratusan pekerja dan keluarganya.(ar)









