Jakarta, oegopost.id – Seorang anak muda di China membuat profesor palsu buatan AI untuk menyampaikan pandangannya kepada orangtua. Ia memilih cara itu karena keluarganya lebih percaya sosok yang terlihat tua, pintar, dan berwibawa dibanding nasihat dari anak sendiri.
Karakter virtual itu bernama “Lao Zhao jiang dao li” atau “Pak Zhao bicara masuk akal”. Lewat akun media sosial, sosok tersebut rutin membahas hubungan orangtua dan anak, tekanan hidup anak muda, hingga mitos yang masih dipercaya banyak keluarga.
Anak muda itu tidak lagi menghabiskan waktu untuk berdebat panjang. Ia justru memakai teknologi AI agar pesan yang ingin ia sampaikan terasa lebih mudah di terima.
Orangtua Lebih Percaya Sosok Berwibawa
Pembuat akun mengaku sering kesal karena orangtuanya mengabaikan pendapatnya. Menurut dia, keluarganya lebih menghormati orang yang terlihat berpengalaman daripada anak sendiri.
Ia juga sering menerima kiriman artikel berisi nasihat lama tentang pernikahan dan pekerjaan. Banyak isi nasihat itu menurutnya sudah tidak cocok dengan kehidupan generasi sekarang.
“Kadang orangtua langsung percaya kalau yang bicara terlihat seperti profesor,” tulis seorang netizen dalam kolom komentar.
Banyak anak muda di China ternyata mengalami hal serupa. Mereka merasa sulit menjelaskan sudut pandang modern kepada keluarga yang masih memegang pola pikir lama.
Sosok Profesor Dibuat Sangat Meyakinkan
Pembuat akun merancang “Pak Zhao” seperti akademisi sungguhan. Ia menampilkan karakter itu sebagai profesor pensiunan asal Chongqing yang mempelajari hubungan keluarga selama puluhan tahun.
Profil tersebut juga menyebut “Pak Zhao” pernah belajar di Singapura dan menulis berbagai karya ilmiah. Padahal, semua cerita itu hanya hasil rekaannya.
Ia langsung mengunggah banyak artikel sejak hari pertama akun aktif. Selain itu, ia membuat video AI yang menampilkan “Pak Zhao” sedang berbicara seperti dosen kampus atau motivator terkenal.
Teknologi AI membantu proses pembuatan konten menjadi lebih cepat. Dalam waktu singkat, akun itu berhasil menarik perhatian banyak pengguna media sosial.
Bahas Tekanan yang Dialami Anak Muda
Konten “Pak Zhao” fokus membahas masalah yang sering anak muda alami sehari-hari.
Ia membicarakan tekanan untuk cepat menikah, tuntutan memilih pekerjaan mapan, hingga stereotip perempuan harus pandai memasak.
Topik seperti itu membuat banyak pengguna merasa dekat dengan isi kontennya.
Di China, orang sering menyebut nasihat kuno seperti itu sebagai “toxic chicken soup”. Istilah tersebut menggambarkan petuah yang terdengar bijak, tetapi sulit diterap dalam kehidupan modern.
Netizen Ikut Membesarkan Nama “Pak Zhao”
Popularitas akun itu terus meningkat karena banyak netizen ikut mendukung karakter “Pak Zhao”.
Sebagian pengguna media sosial mengaku pernah menghadiri seminar sang profesor di luar negeri. Ada juga yang membuat foto seminar palsu memakai AI agar sosok tersebut terlihat nyata.
Pengguna lain lalu meminta “Pak Zhao” membahas topik tambahan, mulai dari hubungan keluarga sampai pilihan karier.
Fenomena ini akhirnya viral di media sosial China. Banyak orang menilai cara tersebut cukup kreatif untuk menyampaikan pendapat kepada orangtua tanpa memicu konflik langsung.
AI Jadi Jalan Tengah Generasi Muda
Kasus “Pak Zhao” memperlihatkan bagaimana generasi muda mulai memakai AI untuk membantu komunikasi dalam keluarga.
Sebagian anak muda merasa teknologi bisa menjadi jalan tengah saat nasihat mereka sulit di terima orangtua.
Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan bahwa banyak orang masih mudah percaya pada sosok yang terlihat akademis dan berpengalaman.(ar)









