Kerinci, oegopost.id – Warga Desa Semerah di Kecamatan Tanah Cogok, Kerinci, menggelar aksi unjuk rasa warga di Kantor Bupati Kerinci pada Kamis (21/05/2026).
Mereka datang membawa tuntutan agar Kepala Desa Semerah, Drs. Jalpahri (Kades Ijal), segera dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak lagi dipercaya masyarakat.
Aksi ini berlangsung sejak pagi dan melibatkan berbagai unsur warga, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, tokoh adat, tokoh agama, hingga pemuda desa.
Warga protes kebijakan desa yang dinilai sepihak
Aksi berlangsung di Kantor Bupati Kerinci. Warga menyampaikan bahwa kepala desa sering mengambil keputusan tanpa melibatkan masyarakat maupun BPD.
“Kami tidak pernah diajak bermusyawarah. Semua keputusan jalan sendiri,” kata salah satu warga yang ikut aksi.
Warga juga menilai hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat semakin jauh karena minimnya komunikasi.
Sorotan kehadiran kepala desa
Selain soal kebijakan, warga juga menyoroti jarangnya kehadiran Kades Jalpahri di tengah kegiatan masyarakat di Desa Semerah.
Mereka mengaku hampir tidak pernah melihat kepala desa hadir dalam kegiatan desa, termasuk acara keagamaan.
“Warga jarang melihat beliau di lapangan, bahkan di kegiatan ibadah pun hampir tidak pernah hadir,” ujar salah satu orator aksi.
Lima tuntutan utama warga Semerah
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah daerah:
- Mendesak Bupati Kerinci mencopot Kades Jalpahri secara permanen
- Meminta Inspektorat membuka hasil audit Dana Desa 2023
- Menilai Kades tidak layak menjadi pemimpin desa
- Menuntut pelaksanaan Musyawarah Desa yang tidak berjalan sejak 2023
- Meminta BPD menolak menandatangani APBDes 2024–2026 sebelum ada keputusan tegas
Warga menegaskan bahwa semua tuntutan muncul dari akumulasi kekecewaan yang sudah berlangsung lama.
Aparat amankan aksi, warga beri tenggat waktu
Polisi dan Satpol PP menjaga lokasi aksi agar tetap kondusif. Perwakilan warga kemudian masuk untuk melakukan audiensi dengan pemerintah daerah.
Warga memberi batas waktu satu minggu kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk menindaklanjuti tuntutan mereka. Mereka juga menegaskan akan kembali turun dengan massa lebih besar jika tidak ada keputusan.
“Kami beri waktu satu minggu. Kalau tidak ada kejelasan, kami akan datang lagi lebih besar,” ujar perwakilan warga.
Aksi berakhir damai, warga tetap kecewa
Massa membubarkan diri menjelang waktu Zuhur dengan tertib. Meski begitu, warga tetap meninggalkan lokasi dengan rasa kecewa.
Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar konflik di desa tidak semakin meluas dan pelayanan pemerintahan kembali berjalan normal.(ar)









