UIN Jambi dan Wyoming Siapkan Kelas COIL Internasional

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UIN Jambi dan University of Wyoming siapkan kelas COIL 2026.( Poto : JambiPrima.com ).

UIN Jambi dan University of Wyoming siapkan kelas COIL 2026.( Poto : JambiPrima.com ).

Jambi, oegopost.id – UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bersama University of Wyoming menyiapkan kelas Collaborative Online International Learning (COIL) setelah menggelar pertemuan daring pada Rabu (20/5/2026).

Program ini menjadi langkah awal kerja sama pembelajaran lintas negara yang akan dimulai sekitar September 2026.

Rencana Kelas COIL Mulai Dibahas

Kedua kampus membahas detail pelaksanaan kelas COIL dalam pertemuan Zoom tersebut. Tim dari Indonesia dan Amerika Serikat menyusun konsep pembelajaran, metode kelas, hingga pembagian mahasiswa.

Program ini menghubungkan mahasiswa Bahasa Inggris dari kedua universitas dalam satu ruang kelas virtual yang interaktif. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga bertukar pengalaman budaya secara langsung.

Koordinator Pusat Layanan dan Kerja Sama Internasional UIN Jambi, Dion Ginanto, menegaskan bahwa program ini mendorong kampus untuk lebih terbuka secara global.

“Mahasiswa akan belajar langsung dengan rekan dari luar negeri dan merasakan pengalaman kolaborasi internasional yang nyata,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda Jambi Perkuat Layanan Digital SPKT dan Call Center 110 untuk Respons Cepat

Dua Model Pembelajaran: Tatap Muka dan Diskusi Online

Kelas COIL menggabungkan dua metode belajar. Pertama, mahasiswa mengikuti sesi sinkron melalui Zoom untuk diskusi langsung antarnegara. Kedua, mereka melanjutkan aktivitas melalui grup WhatsApp untuk tugas dan koordinasi.

Kombinasi ini membantu mahasiswa tetap aktif berdiskusi meski berbeda zona waktu.

Perwakilan University of Wyoming, Mollie Hands, menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini.

“Saya melihat potensi besar dalam kelas ini. Jika persiapan berjalan lancar, kita bisa mulai pada September,” katanya.

Budaya Jadi Tema Utama Pembelajaran

Kedua kampus menyepakati tema budaya sebagai fokus utama kelas COIL. Mahasiswa dari Indonesia akan mengangkat budaya seperti batik, kuliner tradisional, dan gamelan.

Sementara itu, mahasiswa dari Amerika Serikat akan memperkenalkan budaya cowboy dan branding modern.

Dosen Bahasa Inggris UIN Jambi, Dr. Tartilla, menekankan pentingnya keseimbangan jumlah peserta agar kolaborasi berjalan efektif.

Ia menjelaskan bahwa kedua kampus akan menempatkan 18 mahasiswa masing-masing agar pembagian kelompok lebih seimbang.

Baca Juga :  UIN STS Jambi Pastikan UM-PTKIN 2026 Berjalan Lancar hingga Hari Terakhir

“Dengan jumlah yang seimbang, mahasiswa bisa berdiskusi lebih intens dalam kelompok campuran,” ujarnya.

Langkah Internasionalisasi Kampus

UIN Jambi melihat program COIL sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kampus. Program ini juga membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan budaya.

Mahasiswa belajar langsung dari pengalaman lintas negara, bukan hanya dari buku atau teori di kelas.

Model pembelajaran seperti ini juga membantu kampus mengikuti perkembangan pendidikan global yang semakin terhubung tanpa batas geografis.

Melalui kelas COIL, UIN Jambi dan University of Wyoming membangun ruang belajar lintas negara yang lebih aktif dan kolaboratif. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, dan bekerja sama dengan teman dari negara lain.

Jika berjalan sesuai rencana, kelas ini akan menjadi salah satu langkah penting UIN Jambi dalam memperkuat posisi sebagai kampus yang aktif di level internasional.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar
Mantan Rektor Unja Kemas Arsyad Somad Meninggal, Dunia Pendidikan Jambi Berduka
PHI Tanam 1.000 Mangrove dan Lamun di Pulau Pari untuk Karbon Biru
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI

Senin, 6 Juli 2026 - 22:00 WIB

Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda

Senin, 6 Juli 2026 - 21:00 WIB

Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian

Senin, 6 Juli 2026 - 20:50 WIB

Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031

Senin, 6 Juli 2026 - 20:23 WIB

Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar

Berita Terbaru