Jambi, oegopost.id – UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bersama University of Wyoming menyiapkan kelas Collaborative Online International Learning (COIL) setelah menggelar pertemuan daring pada Rabu (20/5/2026).
Program ini menjadi langkah awal kerja sama pembelajaran lintas negara yang akan dimulai sekitar September 2026.
Rencana Kelas COIL Mulai Dibahas
Kedua kampus membahas detail pelaksanaan kelas COIL dalam pertemuan Zoom tersebut. Tim dari Indonesia dan Amerika Serikat menyusun konsep pembelajaran, metode kelas, hingga pembagian mahasiswa.
Program ini menghubungkan mahasiswa Bahasa Inggris dari kedua universitas dalam satu ruang kelas virtual yang interaktif. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga bertukar pengalaman budaya secara langsung.
Koordinator Pusat Layanan dan Kerja Sama Internasional UIN Jambi, Dion Ginanto, menegaskan bahwa program ini mendorong kampus untuk lebih terbuka secara global.
“Mahasiswa akan belajar langsung dengan rekan dari luar negeri dan merasakan pengalaman kolaborasi internasional yang nyata,” ujarnya.
Dua Model Pembelajaran: Tatap Muka dan Diskusi Online
Kelas COIL menggabungkan dua metode belajar. Pertama, mahasiswa mengikuti sesi sinkron melalui Zoom untuk diskusi langsung antarnegara. Kedua, mereka melanjutkan aktivitas melalui grup WhatsApp untuk tugas dan koordinasi.
Kombinasi ini membantu mahasiswa tetap aktif berdiskusi meski berbeda zona waktu.
Perwakilan University of Wyoming, Mollie Hands, menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini.
“Saya melihat potensi besar dalam kelas ini. Jika persiapan berjalan lancar, kita bisa mulai pada September,” katanya.
Budaya Jadi Tema Utama Pembelajaran
Kedua kampus menyepakati tema budaya sebagai fokus utama kelas COIL. Mahasiswa dari Indonesia akan mengangkat budaya seperti batik, kuliner tradisional, dan gamelan.
Sementara itu, mahasiswa dari Amerika Serikat akan memperkenalkan budaya cowboy dan branding modern.
Dosen Bahasa Inggris UIN Jambi, Dr. Tartilla, menekankan pentingnya keseimbangan jumlah peserta agar kolaborasi berjalan efektif.
Ia menjelaskan bahwa kedua kampus akan menempatkan 18 mahasiswa masing-masing agar pembagian kelompok lebih seimbang.
“Dengan jumlah yang seimbang, mahasiswa bisa berdiskusi lebih intens dalam kelompok campuran,” ujarnya.
Langkah Internasionalisasi Kampus
UIN Jambi melihat program COIL sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kampus. Program ini juga membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan budaya.
Mahasiswa belajar langsung dari pengalaman lintas negara, bukan hanya dari buku atau teori di kelas.
Model pembelajaran seperti ini juga membantu kampus mengikuti perkembangan pendidikan global yang semakin terhubung tanpa batas geografis.
Melalui kelas COIL, UIN Jambi dan University of Wyoming membangun ruang belajar lintas negara yang lebih aktif dan kolaboratif. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, dan bekerja sama dengan teman dari negara lain.
Jika berjalan sesuai rencana, kelas ini akan menjadi salah satu langkah penting UIN Jambi dalam memperkuat posisi sebagai kampus yang aktif di level internasional.(ar)









