Thailand Tekan Pajak Mobil Listrik Impor untuk Lindungi Industri Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi industri Thailand menuntut kenaikan pajak mobil listrik impor hingga 32 persen untuk melindungi produsen lokal dari serbuan EV murah asal China.( ilustrasi Poto : Unsplash ).

Koalisi industri Thailand menuntut kenaikan pajak mobil listrik impor hingga 32 persen untuk melindungi produsen lokal dari serbuan EV murah asal China.( ilustrasi Poto : Unsplash ).

Jakarta, oegopost.id – Pajak mobil listrik impor menjadi sorotan utama di Thailand setelah koalisi industri otomotif mendesak pemerintah menaikkan tarif kendaraan listrik dari luar negeri hingga 32 persen.

Mereka menilai lonjakan impor mobil listrik murah dari China telah menekan produsen lokal dan mengganggu keseimbangan industri otomotif nasional.

Industri Otomotif Thailand Ajukan Tuntutan Baru

Sebanyak 10 asosiasi otomotif di Thailand bersatu dan menyampaikan tuntutan resmi kepada pemerintah.

Mereka mewakili lebih dari 1.500 pelaku industri, termasuk Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand (EVAT) dan Asosiasi Produsen Suku Cadang Otomotif Thailand (TAPMA).

Para pelaku industri tersebut aktif mengajukan proposal darurat karena mereka melihat lonjakan impor kendaraan listrik dari China semakin menekan posisi produsen lokal.

Mereka juga mendorong pemerintah segera mengambil langkah agar industri otomotif nasional tidak kehilangan daya saing.

Koalisi tersebut menilai arus impor EV murah mengubah struktur pasar secara drastis dan menciptakan tekanan besar bagi pabrik lokal serta pemasok suku cadang.

Baca Juga :  Saham Apple melonjak didorong Lonjakan iPhone 17 dan Kinerja Q2 Kuat

Biaya Produksi Lokal Tertekan Persaingan Impor

Industri otomotif Thailand menjelaskan bahwa produsen dalam negeri menghadapi biaya produksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produsen di China.

Mereka mencatat selisih biaya bisa mencapai 30 hingga 40 persen.

Kondisi ini membuat produsen lokal kesulitan menawarkan harga yang kompetitif.

Banyak pemasok suku cadang juga merasakan penurunan permintaan karena pabrik kendaraan lokal mengurangi produksi akibat tekanan pasar.

Para pelaku industri menilai situasi ini dapat mengganggu keberlanjutan rantai pasok otomotif nasional jika pemerintah tidak segera melakukan intervensi kebijakan.

Usulan Kenaikan Pajak EV Impor

Koalisi industri mengusulkan reformasi besar pada struktur pajak kendaraan listrik. Mereka meminta pemerintah menaikkan pajak mobil listrik impor menjadi minimal 32 persen.

Baca Juga :  Ujian SMA 2026 Berbasis Komputer, Hasil Diumumkan Lebih Cepat

Di sisi lain, mereka mencatat bahwa pemerintah hanya mengenakan pajak sekitar 2 persen untuk kendaraan listrik yang diproduksi di Thailand.

Mereka mendorong pemerintah mempertahankan selisih pajak tersebut untuk memberikan ruang tumbuh bagi industri lokal.

Para asosiasi juga menilai kebijakan pajak yang lebih tinggi pada impor akan mendorong produsen global membangun pabrik di Thailand.

Dengan begitu, Thailand dapat memperkuat posisinya sebagai basis produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Dorongan Investasi dan Stabilitas Industri

Industri otomotif Thailand menekankan bahwa mereka ingin menciptakan stabilitas jangka panjang melalui kebijakan ini.

Mereka menargetkan peningkatan investasi asing langsung dalam bentuk pembangunan fasilitas produksi, bukan hanya impor kendaraan jadi.

Mereka juga berharap kebijakan tersebut membantu menjaga lapangan kerja di sektor otomotif dan memperkuat rantai pasok lokal yang saat ini menghadapi tekanan besar.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wall Street Bergerak Campuran di Tengah Tekanan Inflasi dan Geopolitik
Alex Marquez Cedera Serius Usai Insiden Keras di GP Catalunya 2026
Malaysia Protes Norwegia usai Pembatalan Pengiriman Rudal Angkatan Laut
Trump Tiba di Beijing, Siap Bahas Iran dan AI Bersama Xi Jinping
Saham Apple melonjak didorong Lonjakan iPhone 17 dan Kinerja Q2 Kuat
Gen Z di Madagaskar Kecewa Usai Penangkapan Aktivis Pasca Perubahan Kekuasaan
Utang Amerika Serikat global memicu kekhawatiran ekonomi dunia
IMF Peringatkan Risiko Resesi Global Akibat Ketegangan Dunia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:00 WIB

Thailand Tekan Pajak Mobil Listrik Impor untuk Lindungi Industri Lokal

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:00 WIB

Wall Street Bergerak Campuran di Tengah Tekanan Inflasi dan Geopolitik

Senin, 18 Mei 2026 - 18:00 WIB

Alex Marquez Cedera Serius Usai Insiden Keras di GP Catalunya 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:00 WIB

Malaysia Protes Norwegia usai Pembatalan Pengiriman Rudal Angkatan Laut

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:00 WIB

Trump Tiba di Beijing, Siap Bahas Iran dan AI Bersama Xi Jinping

Berita Terbaru

Pemerintah wajibkan ekspor SDA lewat BUMN DSI.( Poto : detikcom ).

Bisnis

Ekspor SDA Wajib Lewat BUMN, Aturan Baru Dikebut

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

UIN Jambi dan University of Wyoming siapkan kelas COIL 2026.( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UIN Jambi dan Wyoming Siapkan Kelas COIL Internasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

PSM Jambi resmi dikukuhkan 2026–2030 di Korem 042.( Poto JambiPrima.com ).

Daerah

PSM Jambi Dikukuhkan, Target Cetak Atlet Berprestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:00 WIB