Muaro Bungo – oegopost.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bungo, Jambi, memicu longsor di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, pada Rabu 13 Mei 2026.
Bencana itu merenggut nyawa dua bocah setelah material tanah menghantam rumah warga.
Longsor terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ketika hujan turun tanpa henti sejak pagi.
Tebing di belakang rumah milik Yukamri tidak mampu menahan derasnya air dan kondisi tanah yang labil.
Tanah bercampur batu serta kayu langsung meluncur dan menghancurkan rumah tersebut.
Longsor Hantam Rumah Saat Penghuni Beraktivitas
Saat longsor terjadi, Yukamri sedang memperbaiki perangkat elektronik di teras rumah. Istrinya, Suryani, berada di dapur. Sementara itu, dua anak mereka, Arya dan Revita, bermain di dalam kamar.
Warga sekitar mendengar suara gemuruh keras sebelum material longsor menerjang rumah korban. Sejumlah warga langsung berlari menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.
Tim SAR, BPBD Kabupaten Bungo, polisi, dan warga kemudian melakukan pencarian secara manual. Mereka berusaha mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan bangunan dan tanah.
Tim Gabungan Lakukan Evakuasi Selama Empat Jam
Petugas lebih dulu menemukan Suryani dalam kondisi terluka parah. Korban mengalami patah tulang akibat tertimpa puing bangunan.
Tim medis segera membawa Suryani ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Beberapa saat kemudian, tim evakuasi menemukan Arya dalam kondisi meninggal dunia. Petugas lalu melanjutkan pencarian terhadap Revita yang masih berada di bawah timbunan longsor.
Dinas PUPR Kabupaten Bungo mengerahkan alat berat excavator agar proses pencarian berjalan lebih cepat. Setelah pencarian selama beberapa jam, petugas akhirnya menemukan Revita dalam kondisi kritis.
Tim medis sempat memberikan penanganan intensif kepada korban di rumah sakit. Namun, korban tidak mampu bertahan akibat luka serius yang dialaminya.
BPBD Minta Warga Tetap Waspada
Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan tim gabungan menyelesaikan proses evakuasi dalam waktu sekitar empat jam.
Ia juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan karena hujan deras masih berpotensi mengguyur wilayah Bungo.
Menurut Zainadi, kondisi tanah yang jenuh air sangat mudah memicu longsor, terutama di kawasan perbukitan dan permukiman dekat tebing.
Petugas BPBD bersama aparat setempat masih memantau area longsor untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan sekaligus membantu warga terdampak.(ar)









