Pelajar se-Provinsi Jambi Deklarasikan Perlawanan Terhadap Radikalisme dan Terorisme

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar se-Provinsi Jambi deklarasikan perlawanan terhadap radikalisme dan terorisme untuk menjaga sekolah dan generasi muda dari pengaruh ideologi berbahaya.( Poto : Infojambi.com ).

Pelajar se-Provinsi Jambi deklarasikan perlawanan terhadap radikalisme dan terorisme untuk menjaga sekolah dan generasi muda dari pengaruh ideologi berbahaya.( Poto : Infojambi.com ).

Jambi, oegopost.id – Ribuan Pelajar dari berbagai daerah mengikuti deklarasi pelajar Jambi lawan radikalisme, intoleransi, ekstremisme, dan terorisme yang dinilai mengancam masa depan generasi muda.

Ribuan pelajar dari jenjang SMP, SMA, hingga SMK se-Provinsi Jambi berkumpul di GOR Kota Baru, Kota Jambi, pada Kamis (7/5/2026).

Pemerintah Provinsi Jambi menginisiasi kegiatan ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pelajar terhadap pengaruh ideologi berbahaya, terutama yang berkembang di lingkungan pendidikan dan ruang digital.

Pemerintah dan Aparat Dorong Perlindungan Generasi Muda

Gubernur Jambi Al Haris memimpin langsung deklarasi tersebut bersama Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Komisaris Besar Beri Diatra, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar My.

Al Haris menegaskan bahwa sekolah harus membentuk karakter pelajar yang kuat, toleran, dan cinta tanah air.

Ia meminta seluruh siswa memperkuat imunitas mental agar tidak mudah terpengaruh paham yang merusak persatuan bangsa.

“Pelajar Jambi harus menjaga persatuan dan menolak segala bentuk paham yang merusak masa depan mereka.

Baca Juga :  Korban Jembatan Ambruk Sungai Limau Ditemukan Setelah 6 Hari

Sekolah harus menjadi tempat lahirnya karakter dan semangat kebangsaan,” tegasnya.

Waspada Ancaman Digital dan Komunitas Menyimpang

Al Haris juga menyoroti meningkatnya pengaruh komunitas menyimpang seperti True Crime Community (TCC) serta maraknya perundungan di lingkungan sekolah.

Ia meminta pelajar menjauhi narkoba, kekerasan, dan pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital turut membuka celah penyebaran paham radikal melalui media sosial dan platform gim daring.

“Pelajar harus selektif dalam menggunakan media sosial agar tidak terpengaruh konten negatif yang dapat mengubah pola pikir,” ujarnya.

Kapolda Ungkap Modus Baru Penyebaran Radikalisme

Kapolda Jambi Irjen Krisno Halomoan Siregar menjelaskan bahwa pola penyebaran paham radikal kini berubah menjadi lebih halus dan sulit terdeteksi.

Pelaku memanfaatkan media sosial, gim online, hingga platform hiburan digital sebagai sarana penyebaran ideologi.

Ia mengungkap data nasional yang menunjukkan sedikitnya 116 anak di Indonesia telah terpapar paham radikal melalui media digital. Bahkan, beberapa kasus menunjukkan proses indoktrinasi terjadi melalui permainan daring populer.

Baca Juga :  Bupati Batang Hari Serahkan Remisi Hari Anak Nasional di LPKA Muara Bulian

“Ancaman ini tidak lagi konvensional. Anak-anak bisa menjadi sasaran jika tidak mendapat pengawasan dan pembinaan yang tepat,” kata Krisno.

Ia juga mengingatkan kembali tragedi bom Surabaya yang melibatkan satu keluarga sebagai bukti nyata bahaya radikalisme yang menyasar semua kalangan, termasuk anak-anak.

Pelajar Deklarasikan Komitmen Jaga NKRI

Selain sambutan dari para pejabat, ribuan pelajar turut membacakan deklarasi bersama untuk menolak radikalisme, intoleransi, ekstremisme, dan bullying di sekolah. Mereka juga menyatakan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Acara tersebut juga menampilkan berbagai kreativitas siswa yang mengusung pesan perdamaian dan persatuan.

Tujuan dan Harapan Kegiatan

Pemerintah Provinsi Jambi berharap deklarasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Seluruh pihak, termasuk guru, orang tua, dan aparat, diharapkan bekerja sama memperkuat pendidikan karakter pelajar.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah menargetkan lingkungan pendidikan di Jambi menjadi zona aman dari pengaruh radikalisme, intoleransi, dan kekerasan, sekaligus membentuk generasi muda yang tangguh dan berwawasan kebangsaan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brimob Polda Jambi Gunakan Cairan X-Fire Padamkan Kebakaran Hutan Taman Nasional Berbak
Pemkab Merangin Gelar Rakor GTRA Urai Permasalahan Pertanahan
Bupati Syukur Apresiasi Langkah Cepat Polres Merangin Berantas PETI
Gubernur Jambi Tinjau Karhutla Tanjung Jabung Timur Lewat Udara
Terobosan Baru, Gubernur Jambi dan TNI Dorong Tanam Bambu Cegah Kebakaran Lahan Gambut
DPR Minta Pemerintah Tangani Kebakaran Rumah Massal di Jambi
Antisipasi Dampak Karhutla, Polda Jambi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kasang Pudak
DPRD Dorong Pemkot Evaluasi Total Kebijakan Pengelolaan Sampah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:02 WIB

Brimob Polda Jambi Gunakan Cairan X-Fire Padamkan Kebakaran Hutan Taman Nasional Berbak

Selasa, 22 September 2026 - 13:55 WIB

Pemkab Merangin Gelar Rakor GTRA Urai Permasalahan Pertanahan

Selasa, 22 September 2026 - 13:31 WIB

Bupati Syukur Apresiasi Langkah Cepat Polres Merangin Berantas PETI

Senin, 21 September 2026 - 20:22 WIB

Gubernur Jambi Tinjau Karhutla Tanjung Jabung Timur Lewat Udara

Senin, 21 September 2026 - 20:13 WIB

Terobosan Baru, Gubernur Jambi dan TNI Dorong Tanam Bambu Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Berita Terbaru