Jambi, oegopost.id – Tim SAR menemukan satu korban jembatan penyeberangan Sungai Limau di Kabupaten Tanjung Jabung Barat setelah enam hari pencarian. Warga melihat korban dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal kejadian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa terjadi pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 11.15 WIB di kawasan Sungai Limau, RT 05 Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Tanjung Jabung Barat.
Saat itu, para pekerja mengerjakan pengelasan di bagian bawah jembatan penyeberangan. Tiba-tiba, struktur jembatan runtuh dan menjatuhkan para pekerja ke sungai di bawahnya.
Warga yang melihat kejadian langsung melapor ke petugas dan membantu proses awal pencarian.
Pencarian Selama Enam Hari
Tim gabungan mulai mencari korban sejak hari pertama kejadian. Mereka menyusuri aliran sungai menggunakan perahu dan berjalan di sepanjang tepian sungai untuk memperluas area pencarian.
Kepala Unit Siaga SAR Kuala Tungkal, M. Mujahid, menjelaskan tim mengikuti arah arus sungai untuk melacak kemungkinan posisi korban.
“Kami bergerak menyusuri sungai dan memeriksa titik-titik yang berpotensi menjadi jalur terbawa arus,” kata Mujahid.
Sejumlah instansi ikut bergerak dalam operasi ini, mulai dari SAR, Polri, TNI AL, BPBD, PMI, hingga warga sekitar yang ikut membantu di lapangan.
Korban Ditemukan 25 Kilometer dari Lokasi
Warga menemukan korban bernama Iyan (35) pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di wilayah Parit 2 Sungai Rumbai, Desa Ketapang.
Lokasi penemuan berada sekitar 25 kilometer dari titik awal kejadian atau Last Known Position (LKP), mengikuti arah arus sungai ke hulu.
Setelah mendapat laporan warga, tim SAR segera menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah melalui jalur sungai sebelum membawanya ke rumah duka.
“Begitu informasi masuk, tim langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi,” ujar Mujahid.
Keluarga korban langsung menerima jenazah untuk proses pemakaman.
Satu Korban Masih Dicari
Tim SAR masih mencari satu pekerja lain yang belum ditemukan. Mereka terus menyisir sungai dengan memperluas area pencarian setiap hari.
Arus sungai yang cukup deras membuat proses pencarian tidak mudah, namun tim tetap melanjutkan operasi di lapangan.(ar)









