Jakarta , oegopost.id – Kemenhaj larang ziarah jemaah sebelum puncak haji dan city tour sebelum fase Armuzna. Kebijakan itu berlaku menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah ingin menjaga kesehatan jemaah. Menurutnya, Armuzna membutuhkan kondisi fisik dan mental yang kuat.
“Pemerintah ingin jemaah menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, sehat, dan khusyuk,” kata Ichsan saat konferensi pers di Makkah, Kamis (7/5/2026).
KBIHU Fokus Dampingi Persiapan Ibadah
Kemenhaj meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak membuat agenda wisata religi sebelum Armuzna selesai.
Pemerintah juga meminta pembimbing haji fokus mendampingi persiapan ibadah jemaah. Mereka harus membantu penguatan fisik, mental, dan pemahaman manasik haji.
Selain itu, petugas wajib memantau seluruh pergerakan jemaah. PPIH kloter dan bidang perlindungan jemaah akan mengawasi koordinasi tersebut.
Pemerintah Ingin Jemaah Tetap Fit
Kemenhaj menilai aktivitas tambahan bisa menguras tenaga jemaah. Karena itu, pemerintah membatasi perjalanan di luar kegiatan utama haji.
Kebijakan ini nantinya bisa membantu jemaah tetap sehat saat menjalani ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.(ar)









