Jambi, oegopost.id – Kenaikan harga BBM nonsubsidi dan antrean solar SPBU membuat pengusaha travel di Jambi mengeluhkan kondisi usaha mereka. Para pelaku usaha menilai kenaikan ini langsung menekan keuntungan karena mereka tidak selalu bisa menaikkan tarif perjalanan secara cepat.
Pengusaha travel di Jambi juga menyampaikan bahwa biaya bahan bakar menjadi komponen terbesar dalam operasional harian. Ketika harga BBM naik, mereka terpaksa melakukan penyesuaian di sisi lain agar usaha tetap berjalan.
Antrean Solar di SPBU Ganggu Operasional
Selain kenaikan harga, pengusaha travel juga mengeluhkan antrean panjang solar di sejumlah SPBU. Mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar, sehingga jadwal perjalanan ikut terganggu.
Para sopir travel menyebut kondisi ini membuat efisiensi kerja menurun. Waktu yang seharusnya digunakan untuk melayani penumpang justru terpakai untuk mengantre solar.
Biaya Operasional Semakin Meningkat
Gabungan antara kenaikan harga BBM dan antrean solar membuat biaya operasional usaha travel semakin tinggi. Pengusaha harus memutar strategi agar tetap bisa bertahan, seperti mengatur ulang jadwal perjalanan dan efisiensi penggunaan kendaraan.
Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi harga tiket jika tekanan biaya terus berlanjut.
Harapan Pelaku Usaha
Pengusaha travel berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menstabilkan pasokan solar di SPBU. Mereka juga meminta adanya kebijakan yang dapat meringankan dampak kenaikan BBM terhadap sektor transportasi.Dengan ketersediaan bahan bakar yang lebih lancar, mereka menilai aktivitas usaha dapat kembali berjalan lebih normal. Mereka juga meminta solusi terhadap masalah harga BBM nonsubsidi dan antrean solar SPBU yang terus berulang.***









