Shrinkflation Kenaikan Harga Plastik Picu Pengurangan Isi Produk

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

shrinkflation kenaikan harga plastik mendorong produsen mengurangi isi produk tanpa menaikkan harga jual ke konsumen.( Poto : dok.industri kontan )

shrinkflation kenaikan harga plastik mendorong produsen mengurangi isi produk tanpa menaikkan harga jual ke konsumen.( Poto : dok.industri kontan )

Jakarta, oegopost.id – Ekonom menyoroti shrinkflation kenaikan harga plastik yang mulai berdampak pada industri barang konsumsi. Kondisi ini mendorong produsen mengurangi isi produk untuk menekan biaya produksi tanpa menaikkan harga jual secara langsung.  Produsen menghadapi peningkatan biaya kemasan sehingga mereka mencari cara untuk menjaga margin keuntungan tetap stabil. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi produksi agar tetap kompetitif di pasar.

Perusahaan Mengurangi Isi Produk Tanpa Naikkan Harga

Sejumlah perusahaan mulai mempertimbangkan strategi shrinkflation sebagai respons terhadap tekanan biaya. Mereka mengurangi ukuran atau isi produk, tetapi tetap mempertahankan harga jual di tingkat yang sama. Perusahaan melakukan langkah ini untuk mencegah konsumen langsung merasakan kenaikan harga di etalase.

Baca Juga :  Harga Emas Jambi Hari Ini 23 Juni 2026: Per Mayam Rp 8,65 Juta, Antam Naik Tipis

Konsumen berpotensi menerima produk dengan ukuran lebih kecil tanpa perubahan harga yang signifikan. Situasi ini membuat daya beli masyarakat tertekan secara tidak langsung karena nilai barang yang dibeli menjadi lebih rendah. Banyak konsumen tidak segera menyadari perubahan tersebut karena harga terlihat stabil.

Ekonom Minta Pemerintah Awasi Dampak Inflasi Terselubung

Ekonom meminta pemerintah dan pelaku industri memperhatikan dampak shrinkflation terhadap inflasi terselubung. Mereka menilai fenomena ini dapat memengaruhi transparansi harga di pasar dan merugikan konsumen dalam jangka panjang. Pengawasan diperlukan agar perubahan biaya produksi tidak sepenuhnya dialihkan ke konsumen secara tidak terlihat.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Sentimen Pasar Tertekan Faktor Domestik dan Global

Kenaikan harga plastik tidak hanya memicu kenaikan biaya industri, tetapi juga mendorong perubahan strategi produksi. Produsen aktif menyesuaikan ukuran produk, sementara konsumen berpotensi menerima dampak berupa penurunan isi barang tanpa perubahan harga yang jelas.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemberdayaan Perempuan Desa Mengupeh Lewat Batik Lipe
Pemkab Tanjabbar Siap Fasilitasi Pasar Produk Ecoprint Kuala Dasal ke Jaringan Luar
Lindungi Karya Lokal, Kemenkum Jambi Pacu Daya Saing UMKM Bungo
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Serempak di Akhir Pekan
Pertamina EP Jambi Sukses Lakukan Monetisasi Gas Lapangan Sengeti Senilai Rp1,6 Triliun
Kanwil DJPb Jambi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Polda Jambi Komitmen Amankan Operasional Hulu Migas Regional
Hari Koperasi Nasional ke-79: SAH Sebut Koperasi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:30 WIB

Pemberdayaan Perempuan Desa Mengupeh Lewat Batik Lipe

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pemkab Tanjabbar Siap Fasilitasi Pasar Produk Ecoprint Kuala Dasal ke Jaringan Luar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:30 WIB

Lindungi Karya Lokal, Kemenkum Jambi Pacu Daya Saing UMKM Bungo

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:46 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Serempak di Akhir Pekan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pertamina EP Jambi Sukses Lakukan Monetisasi Gas Lapangan Sengeti Senilai Rp1,6 Triliun

Berita Terbaru