Jakarta,oegopost.id – Panitia mengungkap berbagai modus kecurangan UTBK 2026 yang terjadi dalam pelaksanaan ujian tahun ini. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian peserta mencoba melanggar aturan dengan cara yang semakin canggih dan terorganisir.
Panitia menemukan indikasi penggunaan perangkat teknologi untuk membantu peserta selama ujian berlangsung. Mereka juga mendapati upaya kerja sama antara peserta dengan pihak luar yang berusaha mengirimkan jawaban secara tidak sah.
Kamera Tersembunyi dan Perangkat Digital Digunakan
Petugas pengawas mendeteksi salah satu modus ketika peserta menggunakan kamera tersembunyi. Beberapa peserta juga memasang perangkat perekam di bagian tubuh atau aksesori tertentu dan merekam soal ujian secara diam-diam.
Petugas pengawas juga mendapati peserta menyembunyikan ponsel dan perangkat mini dengan rapi. Peserta menggunakan alat tersebut untuk mengirim dan menerima informasi selama ujian berlangsung.Cara ini membuat pengawasan menjadi lebih sulit karena perangkat tidak terlihat secara langsung.
Joki Ujian Masih Menjadi Ancaman
Selain penggunaan teknologi, panitia juga mengidentifikasi praktik joki ujian. Dalam kasus ini, peserta asli mendaftarkan diri, tetapi orang lain yang mengikuti ujian menggantikan posisinya.
Pelaku memanfaatkan kelengahan dalam proses verifikasi identitas untuk menjalankan modus ini. Panitia menilai praktik tersebut sangat merugikan sistem seleksi karena tidak mencerminkan kemampuan peserta sebenarnya.
Panitia Perketat Pengawasan UTBK
Menanggapi berbagai temuan tersebut, panitia SNPMB memperketat sistem pengawasan di seluruh pusat UTBK. Mereka meningkatkan pemeriksaan terhadap barang bawaan peserta sebelum masuk ruang ujian.
Panitia juga memperkuat pengawasan berbasis teknologi dan menambah jumlah pengawas di setiap lokasi ujian. Selain itu, mereka menerapkan sanksi tegas kepada peserta yang terbukti melakukan kecurangan, termasuk diskualifikasi dari proses seleksi.
Komitmen Menjaga Integritas Seleksi
Temuan modus kecurangan UTBK 2026 ini membuat panitia memperketat pengawasan di seluruh lokasi ujian.Panitia menegaskan bahwa UTBK harus berjalan secara jujur dan adil. Mereka meminta seluruh peserta untuk tidak mencoba melakukan kecurangan dalam bentuk apa pun.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, panitia berharap pelaksanaan UTBK dapat berjalan lebih transparan dan menghasilkan seleksi yang benar-benar berdasarkan kemampuan akademik peserta.***









