Google Blokir Miliaran Iklan Penipuan Online Lewat Sistem AI Canggih

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Google memperketat pengawasan terhadap ekosistem periklanan digitalnya dengan memblokir miliaran iklan ( ilustrasi Poto : CNN Indonesia )

Google memperketat pengawasan terhadap ekosistem periklanan digitalnya dengan memblokir miliaran iklan ( ilustrasi Poto : CNN Indonesia )

Jakarta,oegopost.id – Google blokir miliaran iklan penipuan online menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan keamanan pengguna di dunia digital. Google blokir iklan penipuan online ini sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam memberantas praktik scam digital yang semakin marak di internet. Google memperkuat sistem periklanan agar mampu mendeteksi dan menghentikan iklan berbahaya sebelum menjangkau pengguna.

Sistem AI Deteksi Iklan Berbahaya

Google mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menyaring iklan sebelum muncul ke pengguna. Sistem ini menganalisis pola, sumber pengiklan, serta konten iklan secara real time. AI kemudian langsung menandai dan memblokir iklan yang mengandung unsur penipuan, phishing, atau manipulasi informasi.

Google juga mengembangkan model pembelajaran mesin yang terus belajar dari kasus-kasus penipuan sebelumnya. Dengan cara ini, sistem mampu mengenali pola baru yang digunakan pelaku kejahatan siber. Google mempercepat proses deteksi sehingga iklan berbahaya tidak sempat menjangkau audiens luas.

Baca Juga :  Jaringan Scam Internasional Bergeser ke Indonesia, 210 WNA Diamankan di Batam

Miliaran Iklan dan Jutaan Akun Diblokir

Google berhasil menghentikan penyebaran miliaran iklan yang melanggar kebijakan. Perusahaan ini juga menindak jutaan akun pengiklan yang terlibat dalam aktivitas mencurigakan. Google menutup akun-akun tersebut agar pelaku tidak bisa kembali menjalankan iklan berbahaya dengan mudah.

Dalam banyak kasus, pelaku penipuan menggunakan teknik baru seperti peniruan identitas tokoh publik, penawaran investasi palsu, hingga iklan dengan konten deepfake. Google menanggapi ancaman tersebut dengan memperkuat sistem verifikasi pengiklan dan meningkatkan audit terhadap kampanye iklan.

Penipuan Online Semakin Kompleks

Google mencatat bahwa pelaku penipuan terus mengembangkan metode baru agar bisa melewati sistem keamanan. Mereka memanfaatkan teknologi AI generatif untuk membuat iklan terlihat lebih meyakinkan. Kondisi ini mendorong Google untuk terus memperbarui sistem perlindungan agar tetap efektif menghadapi ancaman yang berubah cepat.

Baca Juga :  Dunia Diminta Siap-Siap, Peringatan Geoffrey Hinton soal AI Bikin Khawatir

Google juga bekerja sama dengan berbagai lembaga keamanan digital untuk memantau tren penipuan global. Perusahaan ini menegaskan bahwa perlindungan pengguna menjadi prioritas utama dalam bisnis periklanan mereka.

Komitmen Google terhadap Keamanan Pengguna

Google menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan iklan yang aman dan terpercaya. Perusahaan ini terus meningkatkan transparansi serta memperketat kebijakan iklan di seluruh platformnya. Dengan langkah tersebut, Google berharap pengguna dapat berinteraksi dengan iklan digital tanpa khawatir terhadap risiko penipuan online.

Langkah besar ini menunjukkan bahwa perang melawan penipuan digital masih terus berlangsung. Google berupaya menjaga kepercayaan pengguna dengan memperkuat teknologi, kebijakan, dan sistem pengawasan iklan secara berkelanjutan.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Tebo Perkuat Layanan Pengaduan Masyarakat Lewat SP4N-LAPOR!
Perkuat Pembangunan Berbasis Riset Inovasi, Pemkab Tebo Gandeng BRIN
Cara Bayar Retribusi Sampah Lewat Rekening Air Jambi
Pelindo Regional 2 Jambi Perkuat Kompetensi Humas Digital
Perumda Tirta Mayang Jambi Permudah Pembayaran Rekening Air Lewat Kanal Digital
AI Ubah Komunikasi Publik, Kadis Kominfo Jambi Ingatkan Ancaman Disinformasi
Daftar HP Rilis Juni 2026: Xiaomi 17T hingga Redmi Turbo 5 Ramaikan Pasar Smartphone
ChatGPT dan Gemini Taklukkan Ujian Masuk Kampus Top Jepang
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Tebo Perkuat Layanan Pengaduan Masyarakat Lewat SP4N-LAPOR!

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:00 WIB

Perkuat Pembangunan Berbasis Riset Inovasi, Pemkab Tebo Gandeng BRIN

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Cara Bayar Retribusi Sampah Lewat Rekening Air Jambi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:00 WIB

Pelindo Regional 2 Jambi Perkuat Kompetensi Humas Digital

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

Perumda Tirta Mayang Jambi Permudah Pembayaran Rekening Air Lewat Kanal Digital

Berita Terbaru