Rupiah Melemah Asia, Saat Mata Uang Regional Kompak Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Data pasar menunjukkan rupiah ditutup di kisaran Rp17.180 per dolar AS, turun sekitar 0,3 persen. ( Poto : dok. Asatunews.co.id )

Data pasar menunjukkan rupiah ditutup di kisaran Rp17.180 per dolar AS, turun sekitar 0,3 persen. ( Poto : dok. Asatunews.co.id )

Jakarta, oegopost.idRupiah melemah saat mata uang Asia menguat dalam perdagangan terbaru di kawasan Asia. Kondisi ini menunjukkan pergerakan rupiah yang berlawanan dengan tren regional. Namun di tengah tren positif tersebut, rupiah justru melemah dan tertinggal dari mata uang regional lainnya.

Data pasar menunjukkan rupiah ditutup di kisaran Rp17.180 per dolar AS, turun sekitar 0,3 persen. Pergerakan ini berbanding terbalik dengan mata uang Asia lain seperti yen Jepang, won Korea Selatan, dan baht Thailand yang cenderung menguat terhadap dolar AS.

Tekanan Global Masih Dominan

Pelaku pasar menilai penguatan dolar AS masih menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Investor global tetap memburu aset berbasis dolar karena imbal hasilnya yang relatif tinggi. Kondisi ini membuat arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia, semakin meningkat.

Baca Juga :  Resep Ikan Asam Padeh Autentik, Sajian Pedas Asam yang Menggugah Selera

Selain itu, ekspektasi suku bunga tinggi di AS juga mendorong investor untuk memindahkan dana mereka ke instrumen yang lebih aman. Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat dan memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.

Faktor Domestik Perburuk Kondisi

Tidak hanya faktor global, kondisi domestik juga ikut memengaruhi pelemahan rupiah. Kebutuhan impor yang tinggi serta tekanan pada neraca transaksi berjalan membuat permintaan dolar di dalam negeri meningkat.

Di sisi lain, sentimen pasar terhadap ekonomi Indonesia turut memengaruhi pergerakan mata uang. Investor cenderung berhati-hati dan memilih menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi ke depan.

Faktor Domestik Perburuk Kondisi

Berbeda dengan rupiah, sejumlah negara Asia berhasil menjaga stabilitas mata uang mereka. Beberapa bank sentral di kawasan tersebut aktif melakukan intervensi untuk menahan pelemahan mata uang.Selain itu, negara dengan surplus perdagangan yang kuat cenderung memiliki fundamental yang lebih solid. Kondisi ini membuat mata uang negara-negara tersebut mampu bertahan lebih kuat saat tekanan eksternal meningkat, sementara rupiah melemah.

Baca Juga :  IMF Ungkap Fakta Mengejutkan soal Ekonomi Indonesia

Dampak ke Ekonomi Nasional

Pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan harga barang impor. Jika kondisi ini terus berlanjut, tekanan inflasi bisa meningkat dan berdampak pada daya beli masyarakat.Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia masih memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah intervensi di pasar valuta asing serta kebijakan moneter diharapkan mampu meredam tekanan terhadap rupiah.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan global dan kebijakan ekonomi dalam negeri. Stabilitas rupiah sangat bergantung pada kombinasi faktor eksternal dan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.Fenomena rupiah melemah saat mata uang Asia menguat ini menjadi perhatian pelaku pasar dan pemerintah.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bye-bye Mentalitas “Ngabsen-Ngopi”, RUU ASN Siapkan Sanksi Pecat untuk Pegawai Malas
Bupati Tebo Hadiri Pelantikan DPP PABPDSI di Purwakarta, Dorong Penguatan Peran BPD
LHKPN Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Tembus Rp18,2 Miliar, Aset di Jambi Jadi Sorotan
Resmi! Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri Usai Kasus Penggeledahan Rumah Sentul
Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Usai Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri
Lindungi Habitat, Presiden Terbitkan Inpres Penyelamatan Gajah Sumatera dan Kalimantan
Hutama Karya Perkuat Operasi Microsleep Cegah Kecelakaan Tol
Royalti Karya Jurnalistik Dinilai Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:48 WIB

Bye-bye Mentalitas “Ngabsen-Ngopi”, RUU ASN Siapkan Sanksi Pecat untuk Pegawai Malas

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bupati Tebo Hadiri Pelantikan DPP PABPDSI di Purwakarta, Dorong Penguatan Peran BPD

Senin, 13 Juli 2026 - 22:00 WIB

LHKPN Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Tembus Rp18,2 Miliar, Aset di Jambi Jadi Sorotan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:00 WIB

Resmi! Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri Usai Kasus Penggeledahan Rumah Sentul

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:00 WIB

Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Usai Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri

Berita Terbaru