IHSG Menguat ke Level 5.439, Waspadai Sentimen Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pergerakan grafik saham dan IHSG di layar monitor bursa efek.(poto: AI).

Aktivitas pergerakan grafik saham dan IHSG di layar monitor bursa efek.(poto: AI).

Jakarta, Oegopost.id – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 4,90 persen dalam sepekan hingga Jumat (23/10/2026). Indeks saham domestik merangkak naik dari posisi 5.185,11 menuju level 5.439,26.

Meskipun bursa saham Tanah Air mulai bangkit, para analis menilai penguatan ini belum mengonfirmasi pembalikan arah menuju tren pemulihan penuh. Pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah sentimen krusial yang membayangi pergerakan pasar saham.

Ketidakpastian wacana perubahan status bursa oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih membayangi lantai bursa domestik. Lembaga pengindeks global tersebut membuka ruang konsultasi terkait peluang pergeseran pasar saham Indonesia ke kategori Standalone Market.

Situasi tersebut memicu sikap hati-hati di kalangan pemodal. Di sisi lain, otoritas bursa terus menggulirkan agenda pembenahan pasar modal.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mematangkan aturan baru perhitungan indeks. Regulator mendepak saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG per 2 November 2026.

Langkah ini bertujuan menciptakan bobot pergerakan indeks yang lebih wajar dan transparan. Para investor memantau secara saksama masa transisi penerapan regulasi baru tersebut mulai Senin (26/10/2026).

Baca Juga :  IHSG Ambruk 14,91 Persen, BEI Sempat Bekukan Perdagangan Saham

Faktor Global dan Minyak Mentah Tekan Ruang Gerak

Sorotan pasar tertuju pula pada pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), pada 29 Oktober 2026 mendatang. Konsensus analis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada angka 4,00 persen.

Selain arah moneter global, lonjakan harga komoditas energi dunia turut mengubah peta pergerakan bursa saham. Konflik di Timur Tengah yang melibatkan serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan rantai pasok minyak mentah.

Harga minyak Brent melambung 6 persen dalam sepekan hingga menembus level 116,72 dollar AS per barel pada penutupan perdagangan Jumat. Posisi ini mencatat rekor tertinggi sejak akhir April 2026.

Adapun harga minyak West Texas Intermediate (WTI) ikut menanjak 3,8 persen ke angka 103,27 dollar AS per barel. Dari dalam negeri, rilis laporan keuangan kuartal III-2026 dari deretan emiten besar turut menentukan arah transaksi investor.

Baca Juga :  IMF Peringatkan Risiko Resesi Global Akibat Ketegangan Dunia

Level Kritis Pergerakan dan Pilihan Sektor Saham

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG berpeluang mempertahankan pijakan di atas level psikologis 5.400. Kendati demikian, indikator moving average convergence divergence (MACD) masih tertahan di zona negatif meski tekanan jual mulai mereda.

Reza mematok area support terdekat pada rentang 5.400 hingga 5.366, sedangkan batas resistance berada pada kisaran 5.500 hingga 5.540. Penurunan indeks menembus ke bawah batas 5.366 berisiko memicu pelemahan lanjutan.

Praktisi pasar modal sekaligus pendiri WH-Project, William Hartanto, sepakat bahwa lonjakan indeks belakangan ini belum menandai pembalikan arah tren. William memperkirakan pergerakan IHSG masih tertahan di rentang 5.400 sampai 5.500 sepanjang pekan depan.

William menyarankan investor melirik saham sektor pertambangan yang umumnya menikmati dorongan siklus musiman pada pengujung tahun. Secara spesifik, ia merekomendasikan saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dengan target harga Rp 10.000 dan saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan target harga Rp 615 per lembar.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini: Jual Tetap, Buyback Turun
Harga Emas di Jambi Turun per 25 Oktober 2026
Harga Emas Antam Pegadaian Turun Hari Ini, Simak Daftarnya
Harga Emas di Jambi Hari Ini Rp2,54 Juta per Gram
Barclays Pangkas 5.000 Karyawan demi Efisiensi AI
Hakim Batalkan Sanksi KPPU Rp 755 Miliar ke 97 Pinjol
Ajaib Rilis Fitur Investasi Reksa Dana Otomatis dari OJK
BI Pertahankan BI Rate 5,75 Persen, Kerek Deposit Facility
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:50 WIB

IHSG Menguat ke Level 5.439, Waspadai Sentimen Ini

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Harga Emas di Jambi Turun per 25 Oktober 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian Turun Hari Ini, Simak Daftarnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Harga Emas di Jambi Hari Ini Rp2,54 Juta per Gram

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Barclays Pangkas 5.000 Karyawan demi Efisiensi AI

Berita Terbaru

Tim analis keamanan siber memantau ancaman pembobolan sistem dan peringatan kritis pada layar pusat kendali di India.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Bobol Sistem di India, Peringatan Kritis Muncul

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:09 WIB

Ilustrasi Pengguna mencoba fitur stiker bersuara dan tata letak baru kolom pesan WhatsApp di layar ponsel pintar.(poto: AI).

Teknologi

WhatsApp Uji Stiker Bersuara dan Desain Baru Kolom Chat

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:04 WIB

Peneliti siber menganalisis diagram serangan siber otomatis agen AI terhadap ribuan website perusahaan global.(ilustrasi Poto: AI).

Teknologi

Serangan Agen AI Tembus Sistem Keamanan 100 Perusahaan Besar

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:58 WIB

Aktivitas pergerakan grafik saham dan IHSG di layar monitor bursa efek.(poto: AI).

Bisnis

IHSG Menguat ke Level 5.439, Waspadai Sentimen Ini

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:50 WIB