Pasokan Gula Rafinasi Langka Awal 2027, Pabrik Desak Percepatan Izin Impor

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gula rafinasi.(poto: klikdokter).

Ilustrasi gula rafinasi.(poto: klikdokter).

Jakarta, Oegopost.id – Pelaku usaha memperingatkan risiko kelangkaan bahan baku manis yang dapat mengancam operasional pabrik makanan dan minuman nasional. Masalah pasokan gula rafinasi langka berpotensi melanda pasar domestik mulai awal tahun 2027 jika pemerintah lambat menerbitkan izin impor.

Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) meminta kementerian terkait segera mempercepat penetapan Neraca Komoditas (NK). Langkah cepat ini menjaga ketersediaan bahan baku sebelum cadangan yang ada saat ini habis total pada pengujung tahun.

Ketua Umum AGRI Supriadi menjelaskan pemerintah telah menetapkan alokasi impor gula kristal mentah sebanyak 3,06 juta ton sepanjang 2026. Namun, data per akhir September 2026 menunjukkan sisa kuota impor masih berada di kisaran 945.417 ton.

Volume sisa impor tersebut setara dengan produksi 898.146 ton gula kristal rafinasi di dalam negeri. Pada saat yang sama, stok produk jadi yang tersimpan di gudang industri pemurnian gula tinggal menyisakan 134.072 ton.

Sebanyak 11 pabrik anggota AGRI menegaskan kesiapan mereka merealisasikan sisa kuota impor tersebut secara penuh. Manajemen pabrik memastikan serapan optimal demi memenuhi lonjakan kebutuhan industri makanan, minuman, dan farmasi.

Hasil perhitungan rantai pasok menunjukkan sisa stok bahan baku impor bakal terkuras habis antara November hingga Desember 2026. Situasi genting ini berisiko memicu penghentian aktivitas produksi sejumlah fasilitas pemurnian gula menjelang pergantian kalender.

Dampaknya langsung memukul ketersediaan gula berkualitas tinggi bagi pabrik olahan pangan pada pembuka tahun 2027. Demi mencegah krisis operasional tersebut, AGRI mendorong percepatan pengesahan Rencana Kebutuhan Industri dan Persetujuan Impor untuk periode 2027.

Baca Juga :  Harga Cabai di Muaro Jambi Melonjak Tajam Tembus Rp100 Ribu

Supriadi menegaskan persoalan utama industri saat ini bertumpu pada kepastian waktu pengesahan dokumen perizinan dari otoritas berwenang. Pengusaha membutuhkan jadwal penetapan resmi agar proses pengadaan di pasar internasional berjalan lancar tanpa kendala administratif.

Regulasi Neraca Komoditas Butuh Kepastian Penetapan Lebih Cepat

Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2025, Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengoordinasikan penetapan Neraca Komoditas bersama kementerian teknis. Aturan tersebut menetapkan tenggat perumusan paling lambat hari kerja ketujuh Desember pada tahun sebelum masa berlakunya.

AGRI menilai jadwal pengesahan pada bulan Desember sangat berisiko memicu keterlambatan pengiriman ke pelabuhan tanah air. Industri membutuhkan persiapan pasokan lebih dini guna mengantisipasi lonjakan konsumsi menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional.

Oleh karena itu, asosiasi mendesak pemerintah menuntaskan pengesahan neraca komoditas paling lambat November 2026. Jadwal tersebut memberi ruang napas yang aman bagi importir untuk segera memesan komoditas serta menjadwalkan pelayaran kapal niaga.

Proses pengadaan gula mentah dari negara pengekspor seperti Brasil, Australia, dan Thailand membutuhkan waktu tempuh satu hingga dua bulan. Jarak logistik yang panjang menuntut kepastian regulasi impor jauh-jauh hari sebelum kontrak pengangkutan kapal ditandatangani.

Baca Juga :  Harga Emas Antam 15 Oktober 2026 Anjlok, Cek Rincian Lengkap per Gram dan Pajaknya

Ketiadaan tanggal pasti penerbitan kuota membuat manajemen pabrik menahan diri menyewa armada kapal kargo internasional. Pengusaha menghindari risiko keterlambatan bongkar muat yang berujung pada beban denda pelabuhan bernilai fantastis.

Risiko Kenaikan Biaya Impor Membebani Industri Pengguna

Ketidakpastian alokasi kuota turut melumpuhkan skema pembelian berjangka yang biasa pelaku industri terapkan untuk mengunci harga murah. Ketiadaan kontrak awal memaksa pabrik membeli komoditas secara mendadak dengan tawaran harga pasar spot yang jauh lebih mahal.

Kondisi tersebut semakin berat akibat fluktuasi nilai tukar rupiah serta lonjakan premi asuransi pengiriman laut internasional. Kenaikan biaya logistik impor otomatis mengerek beban pokok produksi pemurnian gula rafinasi di dalam negeri.

Pabrik pada akhirnya terpaksa membebankan lonjakan biaya produksi tersebut ke dalam harga jual produk jadi kepada mitra industri. Skenario terburuk ini menekan struktur biaya operasional manufaktur makanan dan minuman skala besar maupun menengah.

Supriadi mengingatkan gangguan pasokan gula rafinasi berdaya rusak tinggi terhadap kelangsungan lini produksi sektor makanan dan minuman nasional. Penurunan kapasitas produksi olahan pangan dapat menekan pasokan barang konsumsi di pasar ritel modern maupun tradisional.

Pemerintah perlu mengambil langkah tanggap darurat demi menyelamatkan rantai pasok industri strategis nasional dari ancaman kelangkaan. Kebijakan kuota impor yang terbit tepat waktu menjadi kunci utama menjaga stabilitas produksi manufaktur dalam negeri.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas di Jambi Hari Ini Turun Tipis, Cek Daftarnya
8 Cara Cepat Dapat Uang Tambahan untuk Kebutuhan Mendesak
Strategi Aman Atasi Kebutuhan Uang Mendadak Tanpa Dana Darurat
Daftar Harga BBM Terbaru 18 Oktober 2026: SPBU Pertamina Hingga Shell Kompak Tahan Tarif
Harga Emas di Pegadaian Naik Serentak Hari Ini, Cek Daftarnya
Harga Cabai Keriting Jakarta Anjlok Tajam, Minyakita dan Bawang Kompak Naik
Rupiah Tembus Rp18.000 Imbas Sentimen MSCI dan Inflasi Amerika
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Stagnan, Cek Rincian Lengkapnya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Harga Emas di Jambi Hari Ini Turun Tipis, Cek Daftarnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:01 WIB

8 Cara Cepat Dapat Uang Tambahan untuk Kebutuhan Mendesak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Strategi Aman Atasi Kebutuhan Uang Mendadak Tanpa Dana Darurat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pasokan Gula Rafinasi Langka Awal 2027, Pabrik Desak Percepatan Izin Impor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru 18 Oktober 2026: SPBU Pertamina Hingga Shell Kompak Tahan Tarif

Berita Terbaru

Ilustrasi Pengemudi mencoba fitur T Intouch with Toyota Remote pada Kijang Innova Zenix terbaru di area parkir.(poto: AI).

Otomotif

Toyota Rilis Innova Zenix Terbaru 2026, Fitur Berubah Drastis

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:30 WIB

Ilustrasi Seorang karyawan membawa kotak barang di kantor Barclays saat pemangkasan 5.000 staf akibat integrasi AI.(poto: AI).

Bisnis

Barclays Pangkas 5.000 Karyawan demi Efisiensi AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:25 WIB

Ilustrasi Suasana sidang pembacaan putusan pembatalan denda pinjol oleh majelis hakim di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.(poto: AI).

Bisnis

Hakim Batalkan Sanksi KPPU Rp 755 Miliar ke 97 Pinjol

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:20 WIB