Jakarta, Oegopost.id – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) resmi menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) pada Rabu, 14 Oktober 2026. Penetapan ini mengakhiri masa tugas Darmawan Prasodjo yang telah memimpin perseroan pelat merah tersebut sejak 6 Desember 2021.
Komisaris Independen PLN Andi Arief mengonfirmasi perombakan pimpinan puncak perusahaan listrik negara tersebut. Ia menegaskan bahwa pemegang saham tidak merombak susunan direksi lainnya di luar posisi pucuk pimpinan.
Suroso saat ini merangkap jabatan lamanya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Manajemen perseroan membiarkan rangkap jabatan itu berlangsung hingga pemegang saham menetapkan nama direktur baru.
Andi Arief menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian dan berbagai langkah transformasi Darmawan selama menakhodai perseroan. Pihak dewan komisaris menaruh keyakinan penuh bahwa nakhoda baru ini sanggup menuntaskan agenda perbaikan berkelanjutan.
Mandat Khusus Presiden Prabowo Subianto Untuk Transformasi Bisnis
Suroso sempat memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka beberapa jam sebelum gelaran RUPSLB berlangsung. Ia datang bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta CEO Danantara Rosan Roeslani.
Kepala Negara menitipkan mandat khusus terkait akselerasi perbaikan tata kelola serta peningkatan produktivitas unit usaha perseroan. Pemerintah juga meminta pimpinan baru segera merealisasikan pengembangan panel surya berkapasitas 100 gigawatt.
CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal perombakan skema bisnis perseroan. Langkah evaluasi mendalam ini bertujuan menciptakan operasional yang lincah sekaligus menekan beban subsidi kelistrikan negara.
Rosan menuturkan bahwa tim gabungan segera merumuskan hasil kajian bisnis tersebut untuk kemudian diserahkan langsung kepada Presiden. Pemerintah turut menyoroti penguatan sistem mitigasi risiko agar keandalan pasokan listrik nasional tetap terjaga dalam situasi darurat.
Rekam Jejak Panjang Pejabat Karier Pengawal Sistem Ketenagalistrikan
Suroso mengawali pengabdian panjang di lingkungan PLN dengan membidangi operasional pembangkitan hingga pengoperasian transmisi daya. Ia tercatat pernah memimpin Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi sepanjang periode 2019 hingga 2021.
Kariernya berlanjut saat memegang tongkat komando Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali pada 2021–2022. Kemampuannya mengelola keandalan sistem kelistrikan mengantarkan pria kelahiran Klaten ini ke jajaran strategis kantor pusat.
Pria yang lahir pada 12 Agustus 1971 ini kemudian mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi. Pengalaman teknis tersebut memuluskan jalannya menuju kursi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan pada pertengahan 2025.
Menteri BUMN menerbitkan Keputusan Nomor SK-159/MBU/06/2025 sebagai dasar pengangkatan Suroso pada posisi direktur tersebut. Tokoh yang mengantongi sertifikasi Qualified Risk Governance Professional ini juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia.
Latar belakang akademik insinyur listrik ini memperkuat kepemimpinannya di sektor ketenagalistrikan nasional. Ia menuntaskan studi Sarjana Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung pada 1994 silam.
Suroso memperdalam keahlian manajemen sistem kelistrikan di University of Abertay dan meraih gelar Master of Science pada 1999. Institut Teknologi Bandung kemudian menganugerahkan gelar Doktor Teknik Elektro kepadanya setelah merampungkan studi doktoral pada 2025.
Kini, pucuk pimpinan baru PLN tersebut memikul tanggung jawab besar mengawal peta jalan transisi energi bersih di tanah air. Publik menantikan kepiawaian pejabat karier ini dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal sekaligus ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat.(ar)









