Jakarta, Oegopost.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi resmi mengambil langkah tegas saat KPK tahan tersangka BNPB usai menggelar pemeriksaan intensif pasca-operasi tangkap tangan. Lembaga antirasuah langsung menjebloskan lima orang tersebut ke sel tahanan pada Rabu sore.
Para tersangka melangkah keluar dari Gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, tepat pukul 16.48 WIB. Kelimanya berjalan beriringan sembari mengenakan rompi tahanan berwarna oranye khas komisi antirasuah.
Pihak komisi sebelumnya menyaring belasan nama melalui gelar perkara internal yang berlangsung maraton sejak malam hari. Forum ekspose tersebut akhirnya sepakat menaikkan status penanganan perkara dari tahap penyelidikan ke tingkat penyidikan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penetapan status hukum terhadap orang-orang yang terjaring dalam operasi senyap tersebut. Penyidik langsung menahan para pihak yang terbukti memikul tanggung jawab pidana dalam perkara ini.
Budi menegaskan bahwa tim pemeriksa memperbolehkan saksi-saksi yang tidak terbukti bersalah untuk segera kembali ke kediaman masing-masing. Namun, komisi antirasuah hingga kini masih merahasiakan identitas lengkap dari kelima orang yang resmi ditahan.
Penyidik Ungkap Dugaan Rasuah Dana Siap Pakai
Penetapan status hukum ini bermula dari operasi tangkap tangan yang menyasar lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Selasa (13/10). Operasi tangkap tangan tersebut membongkar praktik lancung proyek pengadaan barang dan jasa di lembaga kebencanaan itu.
Lembaga penegak hukum ini menduga kuat adanya penyelewengan aliran dana siap pakai yang semestinya membantu penanganan bencana. Tim penyidik bergerak cepat mengumpulkan bukti permulaan yang cukup sebelum menciduk para terduga pelaku.
Petugas KPK mengamankan total 14 orang dari berbagai lokasi selama menggelar operasi tangkap tangan tersebut. Rombongan yang tertangkap terdiri atas pejabat internal lembaga penanggulangan bencana hingga pengusaha swasta.
Sekretaris Utama BNPB Rustian termasuk salah satu sosok penting yang ikut terjaring dalam operasi penindakan pada Selasa lalu. Selain sang sekretaris utama, penyidik juga menciduk sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen serta beberapa pengusaha rekanan proyek.
Penyidik langsung memeriksa seluruh pihak secara maraton guna membedah peran masing-masing dalam skandal proyek kebencanaan tersebut. Tim hukum komisi berusaha memisahkan pihak yang berstatus saksi dengan pihak yang layak menjadi tersangka.
Pemeriksaan Rampung Sekretaris Utama Tinggalkan Gedung Merah
Rustian menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan tim penyidik di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu siang. Petinggi lembaga kebencanaan tersebut tampak keluar dari lobi kantor antirasuah tanpa mengenakan rompi tahanan oranye.
Kondisi tersebut menunjukkan perbedaan status hukum yang sangat mencolok antara dirinya dan kelima orang yang KPK tahan. Sikap bungkam sang sekretaris utama saat keluar gedung menandai babak awal pengusutan perkara panas ini.
Budi Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya segera mengumumkan identitas lengkap para tersangka kepada publik secara terbuka. Lembaga antirasuah kini tengah merampungkan seluruh berkas administrasi penahanan serta memperkuat konstruksi pasal sangkaan.
Masyarakat kini menantikan penjelasan resmi mengenai perincian konstruksi perkara serta nominal kerugian keuangan negara yang timbul. Langkah cepat komisi menahan lima tersangka ini sekaligus menegaskan komitmen penindakan korupsi dana darurat bencana.
Penyidikan kasus dugaan suap proyek kebencanaan ini masih bergulir secara mendalam di meja penyidik Gedung Merah Putih. Publik berharap KPK segera mengungkap tuntas jejaring penerima dana dan dalang utama di balik skandal pengadaan BNPB tersebut.(ar)









