Jakarta, Oegopost.id – Masyarakat yang berencana mengajukan sambungan listrik untuk hunian maupun tempat usaha wajib mencermati biaya pasang listrik baru pada Oktober 2026. Pasalnya, PT PLN (Persero) memberlakukan besaran biaya penyambungan resmi yang berbeda-beda mengikuti kapasitas daya kebutuhan pelanggan.
Biaya awal penyambungan listrik terendah saat ini tercatat mulai dari Rp 421.000 khusus bagi daya 450 volt ampere (VA). Namun, angka tersebut belum mencakup sejumlah pengeluaran ekstra seperti pengisian token perdana hingga penerbitan sertifikat kelaikan teknis.
Ketetapan tarif pasang sambungan baru ini tetap berpijak pada regulasi resmi pemerintah, salah satunya Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017. Regulasi tersebut memastikan setiap pemohon memperoleh kepastian tarif standar tanpa adanya pungutan liar dari pihak luar.
Calon pelanggan rumah tinggal, ruko, bangunan indekos, hingga lokasi usaha mikro dapat memilih kapasitas daya sesuai beban konsumsi perangkat elektronik harian. Dengan demikian, pemohon dapat menyesuaikan kesiapan anggaran biaya penyambungan listrik sebelum mengirimkan berkas pengajuan resmi kepada petugas.
Rincian Biaya Penyambungan Listrik Baru PLN Oktober 2026
Besaran nilai penyambungan ini mengikat seluruh calon pelanggan yang memilih skema pembayaran listrik prabayar maupun skema pascabayar. Tabel di bawah ini merangkum ketetapan biaya penyambungan resmi PLN per Oktober 2026 untuk rentang daya 450 VA sampai 3.500 VA:
-
Daya 450 VA: Rp 421.000
-
Daya 900 VA: Rp 843.000
-
Daya 1.300 VA: Rp 1.218.000
-
Daya 2.200 VA: Rp 2.062.000
-
Daya 3.500 VA: Rp 3.391.500
Meskipun daftar harga penyambungan telah memiliki patokan pasti, nominal riil yang mesti pelanggan bayarkan ke kas PLN berpotensi membengkak. Hal tersebut wajar terjadi lantaran terdapat biaya penunjang yang wajib dipenuhi oleh pemohon sesuai varian paket layanan.
Untuk masyarakat yang memilih layanan meteran prabayar atau sistem pulsa, sistem langsung mewajibkan pembelian saldo token perdana saat pendaftaran. Nilai pembelian token listrik permulaan ini otomatis memperbesar total anggaran transaksi pertama saat pemasangan meteran berlangsung.
Sebaliknya, pemohon yang mendaftarkan fasilitas pascabayar atau sistem tagihan bulanan wajib menyetorkan pos Uang Jaminan Langganan (UJL). Ketentuan UJL ini berfungsi sebagai agunan pemakaian daya listrik bulanan pelanggan selama berlangganan arus listrik PLN.
Selain dua komponen langganan tersebut, pelanggan juga harus melunasi pengurusan dokumen Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari lembaga inspeksi teknis. Sertifikat SLO menjadi syarat mutlak yang membuktikan seluruh rangkaian kabel instalasi di dalam bangunan benar-benar aman dari bahaya korsleting.
Pemerintah daerah setempat juga mengenakan potongan pajak maupun retribusi daerah tertentu yang langsung melekat pada lembar penagihan listrik resmi. Akibat akumulasi komponen tambahan tersebut, total dana pengeluaran akhir yang keluar dari kantong pemohon pasti melampaui nominal biaya penyambungan pokok.
Panduan Cek Simulasi Biaya Sambungan Melalui Ponsel
Guna menghindari salah perhitungan biaya di awal, masyarakat kini dapat memanfaatkan fitur kalkulator simulasi mandiri langsung dari aplikasi PLN Mobile. Layanan digital ini menyajikan perkiraan total pengeluaran secara transparan dan terperinci hanya melalui layar telepon pintar.
Pengguna cukup mengunduh aplikasi PLN Mobile terlebih dahulu kemudian mengakses menu bertajuk Simulasi Biaya pada tampilan halaman utama. Setelah itu, pengguna memasukkan besaran kapasitas daya listrik incaran serta menentukan opsi sistem penggunaan listrik, baik prabayar maupun pascabayar.
Sistem komputasi aplikasi PLN Mobile akan segera memunculkan rincian kalkulasi estimasi total biaya yang harus disiapkan oleh pemohon. Lewat informasi kalkulasi yang akurat tersebut, calon pelanggan dapat memilih kapasitas daya listrik secara bijak dan menyesuaikan kemampuan anggaran secara matang sebelum menuntaskan permohonan pemasangan baru.(ar)









