Jambi, Oegopost.id – Gubernur Jambi Al Haris menghadiri proses penilaian akreditasi RSUD Raden Mattaher oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI) di ruang Diklat rumah sakit, Selasa (13/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia meminta manajemen membenahi tata kelola serta melengkapi fasilitas kesehatan demi mempertahankan predikat mutu tertinggi.
Langkah pembenahan ini menjadi pijakan penting untuk menjaga status akreditasi Paripurna sekaligus memperkokoh posisi rumah sakit pelat merah tersebut. Pemerintah Provinsi Jambi ingin fasilitas kesehatan milik daerah ini menjalankan perannya secara optimal sebagai pusat rujukan utama bagi masyarakat.
Al Haris menegaskan bahwa survei akreditasi tiga tahunan bukan sekadar pemenuhan beban administrasi belaka. Kegiatan penilaian berkala ini berfungsi mengontrol standar mutu operasional, kelayakan sarana medis, serta keandalan layanan publik agar tidak mengalami penurunan.
Menurutnya, penurunan standar mutu fasilitas secara otomatis akan memangkas kualitas perawatan yang diterima oleh para pasien. Oleh sebab itu, jajaran direksi wajib menjalankan evaluasi internal secara berkesinambungan demi membendung potensi penurunan mutu medis.
Sebagai rumah sakit rujukan sekaligus fasilitas pengampu utama di Provinsi Jambi, RSUD Raden Mattaher memikul tanggung jawab operasional yang besar. Al Haris menekankan pentingnya sinkronisasi antara perbaikan manajemen, keakuratan data lapangan, serta kesiapan infrastruktur pendukung medis.
Perluasan Akses Rujukan Melalui Integrasi Jalan Tol
Gubernur Jambi turut menyoroti terbukanya peluang ekspansi pelayanan medis seiring percepatan pembangunan jaringan jalan tol di Pulau Sumatera. Kemudahan akses transportasi antarprovinsi membuka jalan lebar bagi RSUD Raden Mattaher untuk menjangkau para pasien dari daerah sekitar Jambi.
Namun, pengelola rumah sakit harus mengimbangi potensi rujukan regional tersebut dengan ketersediaan sarana prasarana kesehatan modern. Pihak manajemen perlu melengkapi instalasi perawatan menggunakan teknologi canggih sembari terus mengasah kemahiran sumber daya manusia secara berkala.
Jika rumah sakit rujukan ini berhasil memadukan teknologi mutakhir dengan tenaga medis berpengalaman, warga perbatasan tentu memilih rujukan ke Jambi. Kondisi geografis yang lebih dekat membuat masyarakat provinsi tetangga tidak ragu mendatangi RSUD Raden Mattaher.
Peningkatan mutu layanan lokal ini sekaligus memutus kebiasaan masyarakat Jambi yang kerap berobat ke luar daerah maupun luar negeri. Keberadaan fasilitas pengobatan yang mumpuni di dalam daerah sendiri akan menjawab seluruh kebutuhan penanganan medis warga.
Demi merealisasikan target tersebut, Al Haris menginstruksikan seluruh jajaran kepala bidang hingga tenaga teknis lapangan untuk merapatkan barisan. Semua lini kerja harus menjalankan agenda perbaikan fasilitas secara terpadu tanpa menunda penyelesaian kendala teknis.
Pengawasan Lapangan Memastikan Kecepatan Penanganan Pasien Medis
Al Haris meminta pejabat struktural rumah sakit turun langsung memeriksa alur pelayanan di bangsal maupun instalasi gawat darurat. Langkah pemantauan langsung memastikan laporan data di atas meja benar-benar selaras dengan kenyataan penanganan pasien di lapangan.
Ia mengingatkan jajaran perawat dan dokter bahwa unit rumah sakit mengemban mandat pelayanan kemanusiaan yang amat spesifik. Pasien datang membawa keluhan penyakit berat sehingga senantiasa menuntut penanganan pertolongan pertama yang serba cepat dan akurat.
Pencapaian penilaian akreditasi dari lembaga penilai independen tidak boleh berhenti sebatas selembar sertifikat prestasi di dinding kantor. Manajemen wajib membuktikan predikat Paripurna melalui tindakan nyata para tenaga medis saat melayani warga yang membutuhkan pertolongan.
Masyarakat pengguna layanan harus merasakan langsung perubahan kecepatan penanganan medis serta kenyamanan ruang perawatan saat berobat. Kepuasan pasien menjadi tolok ukur utama dari keberhasilan pembenahan manajemen rumah sakit pelat merah ini.
Kehadiran tim LARSI menjadi pijakan evaluasi menyeluruh bagi jajaran pimpinan RSUD Raden Mattaher untuk memperbaiki kekurangan unit kerja. Konsistensi pengelola dalam meningkatkan sarana medis akan terus memupuk tingkat kepercayaan publik terhadap rumah sakit kebanggaan masyarakat Jambi ini.(ar)









