Jambi, oegopost.id – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi pekan ini. Saat melakukan agenda tersebut, Wapres Gibran tinjau RSUD Raden Mattaher guna memastikan kesiapan fasilitas medis di daerah. Pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat luas.
Kunjungan ini berfokus langsung pada pemantauan program pelayanan kesehatan prioritas nasional. Pemerintah ingin memastikan penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, uronefrologi (KJSU) berjalan maksimal. Selain itu, program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) juga menjadi perhatian utama dalam peninjauan tersebut.
RSUD Raden Mattaher Targetkan Layanan Kesehatan Paripurna
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Raden Mattaher Iwan Hendrawan mendampingi langsung seluruh rangkaian kunjungan kerja Wapres. Pihak rumah sakit menyambut baik komitmen pemerintah pusat untuk membenahi sektor kesehatan di Jambi. Mereka optimis kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini membawa dampak positif yang nyata.
Saat ini manajemen rumah sakit tengah mematangkan konsep layanan unggulan terpadu KJSU dan KIA. Langkah taktis ini bertujuan untuk meningkatkan kelas pelayanan medis bagi seluruh warga Provinsi Jambi. Dukungan penuh dari kementerian terkait menjadi kunci utama keberhasilan program jangka panjang ini.
Pihak manajemen menargetkan kenaikan status akreditasi rumah sakit dalam waktu dekat. RSUD Raden Mattaher ingin segera meningkatkan status operasional dari tingkat utama menjadi tingkat paripurna. Perubahan status ini otomatis akan meningkatkan standar pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat.
Manajemen Ajukan Dokter Spesialis dan Sistem Digital
Untuk mencapai target paripurna tersebut, manajemen menyampaikan beberapa kendala krusial kepada Wapres Gibran. Iwan Hendrawan menjelaskan bahwa pihak rumah sakit masih kekurangan sejumlah tenaga medis ahli di bidang tertentu. Mereka membutuhkan bantuan penugasan dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secepatnya.
Selain masalah tenaga medis, manajemen juga menyoroti kendala pada sistem administrasi digital mereka. RSUD Raden Mattaher masih mengoperasikan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) lama bentukan tahun 2014. Sistem usang tersebut membutuhkan pembaruan total agar bisa mendukung integrasi layanan KJSU yang modern.
Pembaruan teknologi informasi ini akan mempercepat proses pertukaran data medis antar unit kerja. Pasien tidak perlu lagi menunggu proses administrasi manual yang memakan waktu sangat lama. Manajemen berharap pemerintah pusat segera mengabulkan usulan percepatan pengadaan sistem rekam medis digital terbaru.
Kawasan IGD Terintegrasi Pangkas Waktu Antre Pasien
Masalah pelayanan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga menjadi fokus utama pembahasan. Sebagian besar keluhan masyarakat yang berobat ke rumah sakit ini memang bersumber dari layanan IGD. Oleh karena itu, pihak rumah sakit mengusulkan konsep IGD satu atap yang terintegrasi penuh.
Konsep baru ini akan menyatukan berbagai ruang tindakan darurat ke dalam satu kawasan khusus. Layanan persalinan, ruang operasi, ruang ICU, PICU, hingga ICU anak akan berada dalam satu gedung IGD. Desain terpadu ini akan memotong alur penanganan pasien rujukan dari berbagai daerah secara signifikan.
Pasien darurat nantinya tidak perlu lagi mengantre lama atau berpindah gedung untuk mendapatkan penanganan. Tenaga medis bisa langsung memberikan tindakan medis tuntas hingga kondisi pasien benar-benar stabil. Setelah kondisi pasien stabil, barulah petugas memindahkan mereka ke bangsal perawatan biasa dengan aman.
Wapres Gibran menyatakan komitmen penuhnya untuk membantu merealisasikan pengembangan infrastruktur penting tersebut. Pemerintah pusat memahami pentingnya peran RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Jambi. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat akan mempercepat perbaikan fasilitas kesehatan demi kesejahteraan rakyat.(ar)









