Kenapa Ban Mobil Listrik Terasa Lebih Keras? Ini Penjelasan Produsen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ban mobil listrik.(poto: kompas.com).

Ilustrasi ban mobil listrik.(poto: kompas.com).

Jakarta, oegopost.id – Banyak pengemudi heran mengapa ban mobil listrik terasa lebih kaku saat melintasi berbagai permukaan jalan. Padahal, pabrikan sengaja menerapkan rancangan khusus yang membedakannya dari ban biasa.

Oleh karena itu, produsen menyesuaikan rancangan ban electric vehicle (EV) secara khusus. Langkah ini memunculkan karakter berkendara yang berbeda dibanding mobil bermesin konvensional.

Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia Mukiat Sutikno menyebutkan bahwa baterai menambah bobot mobil listrik secara signifikan. Kondisi tersebut menuntut produsen untuk memperkuat struktur sidewall atau dinding samping ban.

Struktur dinding samping yang kuat berfungsi menopang beban berat kendaraan secara optimal. Sebab, dinding samping yang lemah berpotensi menyebabkan ban pecah dari samping.

Baca Juga :  Harga iPhone 16 Series April 2026 Turun, Ini Daftar Lengkap dan Terbaru

Dinding samping yang tebal dan kokoh inilah yang menciptakan bantingan terasa lebih keras. Oleh sebab itu, ban EV tidak selalu menghasilkan sensasi lembut seperti ban mobil biasa.

Meskipun begitu, hal tersebut tidak berarti semua ban mobil listrik pasti terasa kaku. Pasalnya, ukuran pelek, profil ban, tekanan udara, serta setelan suspensi turut mempengaruhi tingkat kenyamanan berkendara.

Perancangan Ban Khusus EV Menuntut Kabin Lebih Senyap

Selain menopang bobot kendaraan, produsen juga harus memenuhi tuntutan lain pada ban mobil listrik. Produsen wajib merancang ban yang mampu menekan tingkat kebisingan serendah mungkin.

Baca Juga :  Cara Merawat Charger Motor Listrik Agar Tidak Cepat Panas

Hal ini terjadi karena motor listrik bekerja sangat hening tanpa menghasilkan suara mesin. Akibatnya, penumpang dapat mendengar suara gesekan ban dengan jalan secara lebih jelas.

Mukiat menegaskan bahwa ban EV harus memiliki kemampuan meredam suara secara maksimal. Sebab, suara ban yang bising akan merusak keheningan dan kenyamanan khas mobil listrik.

Oleh karena itu, produsen terus mengembangkan teknologi struktur dan pola tapak ban terbaru. Langkah inovatif ini berhasil menyeimbangkan antara kekuatan menahan beban, keheningan kabin, serta kenyamanan berkendara.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Produksi Veloz Hybrid Tembus 15 Ribu Unit
Persiapan HBD 2026, Sinsen Pembekalan Rombongan Touring Jambi
Komparasi Konsumsi BBM Vario 160 vs Lexi LX 155
Cara Merawat Charger Motor Listrik Agar Tidak Cepat Panas
Honda QC3 Resmi Meluncur: Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Paling Jauh
Tes Akselerasi Honda Vario 160 Evo vs Yamaha Lexi LX 155
Menguji Fitur Parkir Otomatis DFSK E5 Plus
Fitur Vehicle to Load DFSK E5 Plus Siap Jadi Genset Berjalan Saat Darurat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 08:29 WIB

Produksi Veloz Hybrid Tembus 15 Ribu Unit

Minggu, 27 September 2026 - 10:52 WIB

Persiapan HBD 2026, Sinsen Pembekalan Rombongan Touring Jambi

Jumat, 25 September 2026 - 13:40 WIB

Komparasi Konsumsi BBM Vario 160 vs Lexi LX 155

Jumat, 25 September 2026 - 13:34 WIB

Cara Merawat Charger Motor Listrik Agar Tidak Cepat Panas

Jumat, 25 September 2026 - 13:29 WIB

Honda QC3 Resmi Meluncur: Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Paling Jauh

Berita Terbaru