Jambi, oegopost.id – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menyalurkan bantuan tanggap darurat PNM kepada masyarakat terdampak bencana asap di Provinsi Jambi. Aksi kepedulian ini menyasar 650 penerima manfaat yang terdiri dari nasabah usaha ultra mikro dan karyawan perusahaan.
Tim lapangan membagikan paket bantuan secara serentak di 92 unit kerja yang tersebar pada berbagai titik wilayah Jambi. Langkah cepat ini menjadi bentuk respon nyata perusahaan dalam meminimalkan dampak buruk dari bencana kebakaran hutan dan lahan.
Bencana kabut asap sendiri telah menyelimuti wilayah Jambi sejak awal September lalu. Berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) Provinsi Jambi, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Jambi menembus kategori sangat tidak sehat akibat lonjakan konsentrasi partikulat halus PM2,5.
Kondisi kualitas udara buruk tersebut terus bertahan hingga memasuki pertengahan bulan. ISPU Kota Jambi tercatat sempat menyentuh angka 252, sementara Kabupaten Muaro Jambi melambung hingga angka 331 atau masuk kategori berbahaya.
Dampak Kabut Asap Terhadap Aktivitas Usaha Warga
Paparan udara beracun tersebut mengancam kondisi kesehatan warga serta merusak perputaran roda ekonomi lokal. Para pelaku usaha ultra mikro yang menggantungkan pendapatan harian dari berdagang di luar ruangan menjadi kelompok yang paling merasakan penurunan aktivitas usaha.
Melihat situasi kritis tersebut, manajemen meluncurkan aksi kemanusiaan melalui program PNM Peduli. Inisiatif sosial ini berjalan secara terintegrasi dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) milik perusahaan.
Untuk membantu para nasabah, pihak perusahaan menyiapkan 650 paket bantuan logistik dan kesehatan. Setiap paket logistik berisi 10 lembar masker medis, 1 kg beras, 500 ml minyak goreng, serta 500 gram gula pasir.
Penggunaan masker membantu melindungi saluran pernapasan nasabah saat harus tetap bekerja mencari nafkah di luar rumah. Sementara itu, bantuan bahan pokok hadir meringankan beban pengeluaran harian keluarga nasabah selama masa krisis iklim ini.
Komitmen Perlindungan Karyawan Dalam Menjalankan Tugas Pendampingan
Manajemen juga memberikan perhatian perlindungan serupa kepada seluruh staf dan karyawan di area terdampak. Distribusi masker menjangkau 92 unit kerja agar para petugas lapangan dapat menjaga kondisi fisik mereka dari bahaya polusi asap.
Langkah ini memastikan proses pendampingan usaha kepada para nasabah tetap berjalan lancar dan aman. Perusahaan ingin memastikan operasional pelayanan nasabah tidak terhenti meski dalam situasi bencana.
Pemimpin Cabang PNM Jambi, Erwin Syafriadi, menjelaskan bahwa aksi tanggap cepat ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan. Pihaknya menyadari betul bahaya Karhutla yang mengganggu kesehatan sekaligus memukul perekonomian warga Jambi.
Erwin menegaskan bahwa keselamatan serta kesejahteraan nasabah dan karyawan selalu menjadi prioritas utama perusahaan. Ia berharap bantuan sembako dan perlengkapan kesehatan ini dapat meringankan beban hidup harian masyarakat di tengah situasi sulit.
Penyaluran bantuan di wilayah Jambi ini menjadi bagian dari komitmen penanganan karhutla yang meluas di Sumatra dan Kalimantan. Tim bergerak membagikan logistik secara langsung ke titik-titik lokasi terdampak agar kebutuhan mendesak warga segera teratasi.
Perusahaan berharap bencana kebakaran lahan ini segera teratasi sehingga kualitas udara di pulau Sumatra kembali bersih. Kualitas udara yang membaik akan mengembalikan produktivitas para pelaku usaha ultra mikro untuk bekerja secara aman dan nyaman.(ar)









