Bungo, oegopopst.id – Warga bersama unsur pemerintahan menggelar salat Istisqa Muko-muko Bathin VII di Kabupaten Bungo, Jambi, pada Kamis (10/9/2026). Masyarakat memadati lokasi pelaksanaan ibadah untuk memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan.
Rangkaian ibadah sunah ini berlangsung sangat khidmat sejak pagi hari. Seluruh jemaah mengikuti barisan saf dengan penuh kekhusyukan untuk memanjatkan doa bersama.
Masyarakat dari berbagai pekon dan desa memadati lapangan untuk melaksanakan ibadah tersebut. Kehadiran jemaah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi cuaca yang melanda kawasan Muko-muko Bathin VII.
Pemerintah kecamatan memfasilitasi pelaksanaan ibadah ini sebagai bentuk ikhtiar bersama seluruh elemen warga. Pihaknya merangkul para tokoh agama dan masyarakat untuk menggerakkan warga menghadiri salat tersebut.
Camat Muko-muko Bathin VII Septian Arifin memimpin langsung rombongan jemaah dari jajaran pemerintahan. Ia menegaskan pentingnya bersatu dalam doa saat menghadapi masa sulit.
Ia menyampaikan bahwa ibadah ini merupakan ikhtiar berserah diri kepada Sang Pencipta. Menurutnya, usaha spiritual menjadi langkah penting di samping upaya teknis lainnya.
“Kami bersama seluruh lapisan masyarakat melaksanakan salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT,” kata Septian di lokasi kegiatan.
Septian menambahkan bahwa seluruh jemaah menaruh harapan besar pada pelaksanaan ibadah bersama ini. Pihaknya ingin wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII segera terbebas dari ancaman kekeringan.
“Semoga Allah menurunkan hujan yang penuh keberkahan dan memberikan kemudahan serta kebaikan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ikhtiar Bersama Masyarakat Muko-Muko Bathin VII Memohon Hujan
Pelaksanaan ibadah ini menjadi ajang penguat tali silaturahmi antarwarga di tengah kondisi cuaca ekstrem. Masyarakat saling menguatkan dan merapatkan barisan untuk memohon petunjuk serta pertolongan dari Tuhan.
Camat Muko-muko Bathin VII menilai kegiatan keagamaan ini memiliki makna sosial dan spiritual yang mendalam. Momen ini menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan ikhlas.
Septian menekankan bahwa pelaksanaan salat Istisqa ini juga menjadi sarana evaluasi diri bersama. Pihaknya mengajak warga meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kedekatan diri kepada Tuhan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai ujian alam. Ia mengimbau jemaah agar terus memelihara semangat kebersamaan ini.
Warga menyambut baik ajakan pemerintah kecamatan untuk menggelar doa bersama di lapangan terbuka. Kehadiran ratusan jemaah membuktikan kekompakan warga dalam menghadapi masa sulit.
Para tokoh masyarakat mengapresiasi langkah cepat pemerintah kecamatan dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan ini. Mereka berharap ikhtiar ini membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Pertanian warga membutuhkan pasokan air yang cukup agar hasil panen tidak mengalami penurunan. Pasokan air bersih juga menjadi kebutuhan pokok warga yang paling mendesak saat ini.
Harapan Hujan Bawa Keberkahan Bagi Seluruh Warga
Septian berharap hujan yang turun kelak membawa banyak manfaat positif bagi seluruh warga. Pihaknya mengabaikan kekhawatiran dan memilih fokus memanjatkan doa-doa terbaik.
Ia menekankan bahwa keberadaan air hujan sangat vital untuk menunjang aktivitas harian warga. Sektor pertanian dan perkebunan lokal sangat bergantung pada ketersediaan air yang memadai.
“Kita tentu berharap doa dan ikhtiar bersama ini mendapat ridho dari Allah SWT,” ujar Septian.
Pemerintah kecamatan optimistis bahwa doa tulus warga akan membuahkan hasil yang baik. Pihaknya mengimbau warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan menghemat penggunaan air.
“Semoga hujan segera diturunkan dalam jumlah yang cukup, membawa keberkahan dan kebaikan untuk masyarakat,” kata Septian menutup keterangannya.
Para jemaah membubarkan diri secara tertib setelah seluruh rangkaian ibadah dan khotbah selesai. Warga kembali ke rumah masing-masing dengan membawa harapan besar akan datangnya rahmat hujan.
Kondisi cuaca di lokasi pelaksanaan ibadah terpantau aman dan terkendali hingga akhir acara. Masyarakat Muko-muko Bathin VII kini menanti turunnya hujan yang merata di wilayah mereka.(ar)









