Sungai Penuh, oegopost.id – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menantang para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk meninggalkan zona nyaman dan membangun pola kerja baru yang lebih adaptif.
Dalam sesi Pelatihan Dasar (Latsar), ia mendorong peserta agar tidak hanya menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan di lingkungan kerja.
Alfin menyampaikan pesan tersebut saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Angkatan III, IV, dan V di Sungai Penuh, Senin (2/6).
Menurut Alfin, perubahan teknologi dan meningkatnya harapan masyarakat telah mengubah wajah birokrasi. Karena itu, ASN perlu bergerak lebih cepat, mengambil inisiatif, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
ASN Harus Berani Keluar dari Pola Kerja Lama
Di hadapan peserta Latsar, Alfin menegaskan bahwa ASN tidak cukup hanya menunggu arahan dan menyelesaikan pekerjaan administratif. Aparatur negara harus aktif mencari solusi serta menciptakan pelayanan yang lebih efektif.
Ia mengingatkan peserta agar tidak mempertahankan kebiasaan kerja yang membuat birokrasi berjalan lambat. Sebaliknya, ASN perlu membangun budaya kerja yang cepat, responsif, dan berorientasi pada hasil.
“Kita sudah memasuki era digital yang tidak bisa ditawar. Tantangan birokrasi makin kompleks. ASN sekarang tidak cukup hanya menunggu arahan dan sibuk dengan tata naskah.”
Alfin menambahkan bahwa pemerintah membutuhkan aparatur yang menjaga integritas, bekerja dengan disiplin, serta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan.
Teknologi Menjadi Bagian Penting Pelayanan Publik
Dalam arahannya, Alfin menyoroti perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi sistem pemerintahan.
Ia menyebut kecerdasan buatan (AI), Big Data, Internet of Things (IoT), dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai faktor penting yang mendukung pelayanan publik modern.
Karena itu, ia meminta CPNS memperkuat kemampuan digital sejak awal masa pengabdian. Menurutnya, kemampuan teknologi akan membantu ASN bekerja lebih cepat dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Alfin juga mengingatkan bahwa ketertinggalan dalam penguasaan teknologi dapat memperlambat kinerja pelayanan secara keseluruhan.
Integritas dan Inovasi Harus Berjalan Bersama
Meski mendorong percepatan transformasi digital, Alfin tetap menempatkan integritas sebagai fondasi utama bagi setiap ASN.
Ia meminta peserta menjaga kejujuran, disiplin, dan profesionalisme dalam setiap tugas. Selain itu, ia mengajak CPNS membangun budaya anti-korupsi dan terus menghadirkan inovasi dalam pekerjaan.
Menurut Alfin, jabatan bukan ukuran utama keberhasilan seorang aparatur. Ia menilai keberhasilan ASN dari manfaat yang mereka hadirkan bagi masyarakat.
Menutup arahannya, Alfin mengajak peserta Latsar menjadi penggerak perubahan dan terus meningkatkan kualitas diri.
“ASN hebat bukan soal seberapa tinggi jabatannya, melainkan seberapa besar dampak dan manfaat yang ditebarkan lewat kerja tulus, inovasi tanpa henti, dan integritas mutlak. Jadilah agen perubahan, bukan sekadar pegawai,” pungkasnya.(ar)









