Sarolangun, oegopost.id – Program Karya Bakti TNI AD mulai berjalan di Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (29/5/2026). Lewat program ini, TNI Angkatan Darat ingin mendorong pembangunan desa sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, memimpin langsung upacara pembukaan di Lapangan Komplek Perkantoran Gunung Kembang. Sejumlah pejabat daerah, personel TNI, dan warga ikut menghadiri kegiatan tersebut.
TNI AD menaruh fokus besar pada pembangunan wilayah pedesaan. Karena itu, program karya bakti hadir untuk membantu warga mendapatkan akses infrastruktur dan fasilitas umum yang lebih baik.
TNI Ajak Warga Bangun Desa Bersama
Brigjen TNI Nyamin menegaskan bahwa Karya Bakti Skala Besar TNI-AD Tahun 2026 tidak hanya mengejar pembangunan fisik. TNI juga ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran prajurit di lapangan harus memberi manfaat langsung bagi warga. TNI ingin bergerak bersama masyarakat agar pembangunan berjalan lebih cepat.
“Melalui kegiatan ini, TNI-AD hadir sebagai solusi dan motor penggerak pembangunan di daerah,” ujar Brigjen TNI Nyamin.
Program tersebut mencakup pembangunan fasilitas umum, perbaikan akses jalan, dan kegiatan sosial untuk membantu warga yang membutuhkan.
Langkah itu penting karena banyak desa masih membutuhkan akses jalan yang layak untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Sarolangun Jadi Lokasi Program Karya Bakti
TNI AD memilih Kabupaten Sarolangun sebagai salah satu lokasi Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026. Wilayah itu masih membutuhkan percepatan pembangunan, terutama di beberapa kawasan pedesaan.
Melalui program ini, TNI ingin memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar pembangunan berjalan lebih efektif.
Warga terlihat antusias mengikuti pembukaan kegiatan sejak pagi. Banyak masyarakat datang untuk menyaksikan langsung jalannya upacara dan kegiatan awal karya bakti.
Selama ini, program karya bakti memang identik dengan kerja bersama antara TNI dan warga. Prajurit dan masyarakat biasanya turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan pembangunan secara gotong royong.
Fokus pada Dampak Nyata untuk Warga
Brigjen TNI Nyamin berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menilai pembangunan harus membantu aktivitas warga sehari-hari. Karena itu, TNI AD mengutamakan pembangunan yang benar-benar masyarakat butuhkan.
Selain membangun infrastruktur, TNI juga menyiapkan kegiatan sosial untuk membantu warga di sekitar lokasi karya bakti.
Nyamin menegaskan bahwa TNI ingin terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam program yang berkaitan dengan kesejahteraan dan pembangunan daerah.
“Seluruh program yang dilaksanakan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dorong Pemerataan Pembangunan Desa
Karya Bakti Skala Besar TNI-AD Tahun 2026 juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan desa.
TNI AD mengajak masyarakat ikut terlibat dalam setiap kegiatan agar warga memiliki rasa kepedulian terhadap hasil pembangunan di lingkungannya sendiri.
Program tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja sama banyak pihak. Pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat perlu bergerak bersama agar pembangunan berjalan maksimal.
Semangat gotong royong yang tumbuh dalam kegiatan karya bakti diharapkan terus terjaga dan menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.
Warga Sarolangun pun berharap program itu bisa membawa perubahan positif, terutama dalam memperbaiki akses dan fasilitas yang mereka gunakan setiap hari.(ar)









