Jakarta, oegopost.id – Persaingan komparasi akselerasi Vario vs Lexi menarik perhatian para pencinta otomotif tanah air. Dua pabrikan raksasa Jepang ini membekali skutik unggulannya dengan mesin berkapasitas di atas 150 cc.
Meskipun sama-sama mengusung performa bertenaga, kedua motor matic ini menawarkan sensasi berkendara yang berbeda. Perbedaan karakter tersebut langsung terasa begitu pengendara memutar selongsong gas dari posisi diam.
Tim penguji membuktikan perbedaan performa tersebut lewat uji jalan menempuh jarak 0 hingga 200 meter. Pengujian presisi ini mengandalkan alat ukur berbasis GPS bernama Race Logic.
Dalam tes tersebut, pengendara berbobot 65 kilogram memacu kedua kendaraan secara bergantian di lintasan. Hasil catat waktu memperlihatkan kejutan menarik pada papan skor akhir.
Yamaha Lexi LX 155 menyelesaikan jarak 200 meter dalam waktu 12,2 detik. Sementara itu, Honda Vario 160 Evo menyusul tipis di belakangnya dengan catatan 12,3 detik.
Mengulas Sensasi Tarikan Mesin dan Performa Akselerasi
Di atas kertas, kedua motor matic ini memproduksi tenaga maksimal identik sebesar 11,3 kW atau 15,1 Tk. Namun, Yamaha Lexi LX 155 meraih puncak tenaga pada putaran mesin 8.000 RPM.
Sebaliknya, mesin Honda Vario 160 Evo membutuhkan putaran lebih tinggi hingga 8.500 RPM untuk meraih tenaga puncak. Karakter kurva tenaga ini memengaruhi respons awal saat motor mulai bergerak.
Urusan torsi, mesin 155 cc milik Lexi LX 155 menghasilkan momen puntir 14,2 Nm pada 6.500 RPM. Angka ini sedikit unggul dari Vario 160 Evo yang mencatat 14,0 Nm pada putaran sama.
Walau kalah tipis dalam catatan waktu GPS, Honda Vario 160 Evo menyemburkan akselerasi awal lebih agresif. Pengendara merasakan letupan tenaga yang jengat dan spontan sejak awal bukaan gas.
Sebaliknya, Yamaha Lexi LX 155 menyalurkan tenaga secara bertahap dan sangat halus. Respons mesin yang teratur membuat akselerasi motor berjalan mulus tanpa menghenyakkan badan pengendara.
Faktor kapasitas tangki bahan bakar juga ikut menentukan bobot keseluruhan saat pengujian berlangsung. Lexi LX 155 hanya membawa tangki 4,2 liter, sedangkan Vario 160 Evo mengusung tangki 5 liter.
Membandingkan Kenyamanan Duduk Pengendara Beserta Penumpang Belakang
Selain performa mesin, aspek kenyamanan jok turut menentukan kepuasan pengendara harian. Pabrikan merancang kontur busa dan bidang duduk dengan karakteristik yang bertolak belakang.
Honda Vario 160 Evo memakai busa jok yang lebih empuk dibanding generasi terdahulu. Namun, penampang jok depan masih terasa agak kaku dan menyempit di area paha bawah.
Posisi pembonceng pada Vario 160 Evo juga tergolong tinggi dan tidak terlalu lebar. Rancangan ini membuat ruang gerak penumpang terasa terbatas saat menempuh perjalanan jauh.
Di sisi lain, Yamaha Lexi LX 155 menyajikan ukuran jok yang jauh lebih lebar. Busa tebal pada motor ini mampu menopang pinggul pengendara dan pembonceng secara optimal.
Posisi duduk pembonceng Lexi LX 155 terasa lebih rendah serta rileks. Bentuk jok yang ergonomis ini memberikan kenyamanan ekstra untuk penggunaan harian maupun touring.
Secara keseluruhan, Vario 160 Evo menonjolkan sensasi berkendara sporty yang responsif dan lincah. Sedangkan Lexi LX 155 menawarkan kepraktisan, kenyamanan berkendara, dan penyaluran tenaga yang sangat efisien.(ar)









