Sulawesi Utara Kaya Nikel, Namun Desa Sekitar Masih Tertinggal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulawesi Utara memiliki cadangan nikel besar, namun desa sekitar tambang masih tertinggal. DPR soroti ketimpangan dan dorong pemerataan hasil tambang. ( Ilustrasi Poto : dok.Tempo.co )

Sulawesi Utara memiliki cadangan nikel besar, namun desa sekitar tambang masih tertinggal. DPR soroti ketimpangan dan dorong pemerataan hasil tambang. ( Ilustrasi Poto : dok.Tempo.co )

Sulawesi Utara, oegopost.idSulawesi Utara mengelola potensi nikel yang sangat besar dan pemerintah mendorong sektor ini sebagai salah satu penopang ekonomi nasional. Industri pertambangan terus meningkatkan produksi nikel untuk memenuhi kebutuhan pasar global, terutama untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

Meski demikian, pemerintah daerah dan berbagai pihak melihat bahwa manfaat ekonomi dari sektor ini belum sepenuhnya mengalir ke masyarakat sekitar tambang.

Warga Desa Masih Menghadapi Keterbatasan Pembangunan

Masyarakat di desa sekitar wilayah tambang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Warga masih menggunakan akses jalan yang kurang memadai dan mereka juga menghadapi fasilitas kesehatan serta pendidikan yang belum optimal.

Baca Juga :  Ironi Panen Melimpah: Kenapa Petani Jambi Masih Rugi? Ini Jawabannya

Selain itu, masyarakat lokal belum merasakan peningkatan ekonomi yang sebanding dengan besarnya aktivitas pertambangan di wilayah mereka.

DPR Menyoroti Ketimpangan Hasil Tambang

DPR menyoroti ketimpangan pembagian hasil tambang nikel dan meminta pemerintah mengevaluasi skema distribusi pendapatan. Para anggota dewan mendorong kebijakan yang memberikan porsi lebih adil kepada daerah penghasil.

Mereka juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan agar hasil kekayaan alam benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dorong Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Pemerintah mendorong program hilirisasi nikel agar Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah produk tambang. Pemerintah juga mengembangkan industri pengolahan untuk membuka lapangan kerja baru di daerah penghasil.Selain itu, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekitar tambang agar masyarakat dapat menikmati manfaat ekonomi secara lebih merata.

Baca Juga :  Harga Emas Jambi Hari Ini 23 Juni 2026: Per Mayam Rp 8,65 Juta, Antam Naik Tipis

Sulawesi Utara menunjukkan kondisi paradoks: daerah kaya nikel, tetapi sebagian masyarakat di sekitar tambang masih mengalami ketertinggalan. Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memperbaiki tata kelola agar manfaat sumber daya alam dapat dirasakan lebih adil dan langsung oleh masyarakat lokal.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi
BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital
Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi
Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026
IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026
BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali
Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi
Sekda Muaro Jambi Hadiri Pembukaan Festival Budaya Pusparagam Negeriku
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:45 WIB

Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi

Rabu, 2 September 2026 - 09:30 WIB

BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:00 WIB

IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026

Berita Terbaru