Jambi, oegopost.id – Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, drg. Iwan Hendrawan, M.A.R.S., merefleksikan perjalanan kepemimpinannya dalam mengelola rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Pihak manajemen harus menghadapi dinamika kerja yang cukup berat sejak awal masa jabatan akibat rentetan gugatan hukum perdata dan beban utang finansial.
Iwan menceritakan rumitnya situasi awal kepemimpinannya saat menggelar konferensi pers di RSUD Raden Mattaher Jambi pada Kamis (17/9/2026). Pihak manajemen merasa terpukul dengan tumpukan permasalahan yang langsung menyambut mereka pada masa transisi kepemimpinan.
Pernyataan tersebut mengemuka setelah manajemen berhasil menyelesaikan gugatan perdata yang sempat menyeret jabatan direktur rumah sakit. Proses hukum yang bergulir sejak Januari 2026 itu akhirnya resmi berakhir di meja hijau.
Majelis hakim pengadilan mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa gugatan dari pihak penggugat tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (NO). Putusan ini menjadi angin segar bagi keberlangsungan operasional dan reputasi rumah sakit daerah tersebut.
Iwan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penasihat hukum yang mendampingi rumah sakit sepanjang proses persidangan. Tim hukum berhasil memperjelas posisi berdiri RSUD Raden Mattaher Jambi di hadapan hukum secara meyakinkan.
Manajemen telah menerima berkas resmi putusan pengadilan terkait perkara sengketa hukum tersebut. Pengadilan secara tegas menolak seluruh berkas gugatan yang diajukan oleh PT Angrek dan PT Rajawali.
Kemenangan Perdata Dan Pemangkasan Utang RSUD Raden Mattaher Jambi
Kemenangan dalam sengketa hukum ini memberi kepastian posisi bagi pihak rumah sakit dalam menjalankan fungsinya. Pihak manajemen kini bisa memfokuskan energi penuh untuk membenahi tata kelola internal serta peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.
Selain menyelesaikan persoalan perdata, jajaran pimpinan RSUD Raden Mattaher Jambi terus berbenah secara masif pada sektor keuangan. Langkah efisiensi finansial ini mulai menunjukkan hasil positif dalam beberapa bulan terakhir.
Manajemen berhasil memangkas sisa beban utang rumah sakit secara bertahap melalui tata kelola anggaran yang cermat. Angka tunggakan kewajiban finansial lembaga ini kini menyusut hingga menyisakan Rp57 miliar.
Penurunan angka utang ini menunjukkan komitmen kuat manajemen dalam mengembalikan kesehatan finansial rumah sakit daerah. Pihak pengelola terus berupaya menjaga stabilitas kas demi menjamin kelancaran operasional medis sehari-hari.
Langkah efisiensi anggaran berjalan seiring dengan perbaikan sistem administrasi dan akuntansi di internal rumah sakit. Manajemen memastikan setiap rupiah anggaran daerah berdaya guna secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas.
Pembenahan aspek hukum dan finansial ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan fasilitas kesehatan daerah ke depan. Pihak rumah sakit kini menatap masa depan dengan melangkah lebih mantap.
Pengawasan Ketat Pejabat Struktural Demi Peningkatan Layanan Kesehatan
Di samping menyelesaikan persoalan hukum dan finansial, RSUD Raden Mattaher Jambi juga memperketat pengawasan operasional langsung di lapangan. Manajemen menerapkan strategi baru untuk memastikan mutu pelayanan medis tetap terjaga sepanjang waktu.
Pihak rumah sakit menyiagakan empat pejabat struktural setiap malam untuk memantau langsung aktivitas pelayanan di area RSUD. Langkah pengawasan melekat ini bertujuan untuk merespons cepat setiap masalah yang muncul di lapangan.
Kehadiran pejabat di shift malam memastikan seluruh tenaga medis dan staf bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur. Manajemen ingin menjamin masyarakat menerima pelayanan kesehatan secara optimal tanpa hambatan waktu.
Petugas yang bersiaga secara bergiliran mengevaluasi kesiapan fasilitas darurat dan kenyamanan pasien di ruang perawatan. Kehadiran pimpinan di lapangan secara langsung terbukti meningkatkan kedisiplinan dan responsivitas petugas medis.
Inisiatif pengawasan malam ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan darurat. Pasien dan keluarga mendapatkan kepastian penanganan yang lebih cepat serta terukur dari petugas piket.
RSUD Raden Mattaher Jambi membuktikan komitmennya untuk terus berubah ke arah yang lebih baik melalui jajaran kepemimpinan baru. Langkah menyeluruh ini mencakup aspek kepastian hukum, penyehatan kas, hingga peningkatan mutu pelayanan publik secara langsung.(ar)









